Dari Baret Merah Hingga Wamenhan, Intip Profil Richard Tampubolon Jenderal Kopassus Penakluk Markas OPM
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang dibacakan sesaat sebelum prosesi pengambilan sumpah dimulai.
Presiden Prabowo mengambil sumpah jabatan Richard sebagai Wamenhan. “Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ucap Presiden membacakan sumpah jabatan yang diikuti pejabat dilantik.
Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk selanjutnya diikuti para tamu undangan lainnya.
Sosok Jenderal Richard
Nama Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon menarik perhatian publik lewat jejak kariernya yang legit di dunia militer. Putra daerah Sumatera Utara kelahiran 23 Mei 1969 asal Lintong Nihuta, Tampahan, Toba ini sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (Kasum TNI) sejak 24 Juli 2024.
Lahir dan besar dengan riwayat pendidikan formal di SMA Xaverius 2 Palembang (1985-1988), Richard melanjutkan langkahnya ke Akademi Militer (1989-1992). Mengawali kariernya dari satuan baret merah Kopassus, ia juga melengkapi kualifikasinya lewat sederet pendidikan militer seperti Sesarcabif, Dik PARA, Dik PARA Utama, Dik Free Fall, Dik Komando 64 (1993), Dik Pandu Udara, Diklapa I & II, hingga Seskoad Dikreg XLV (2007).
Track record pengalaman tempur: Operasi Seroja hingga Operasi Madago Raya
Bukan cuma punya riwayat pendidikan yang panjang, Richard juga kenyang pengalaman di medan pertempuran. Dalam rekam jejak tugas militernya, ia tercatat pernah terjun langsung pada Operasi Seroja di Timor-Timur pada tahun 1998.
Gak berhenti di situ, deretan penugasan pertempuran dan konflik lainnya juga pernah ia jalani, termasuk keterlibatannya dalam penanganan Konflik Papua, Operasi Madago Raya, hingga Operasi Damai Cartenz.
Aksi satset rebut markas OPM saat jabat Kaops Nemangkawi I
Salah satu aksi paling menonjol dalam rekam jejak tugasnya terjadi pas ia menjabat sebagai Wadanjen Kopassus dengan pangkat Bintang Satu. Kala itu, Richard ditunjuk menjadi Kepala Operasi (Kaops) Nemangkawi I di Papua pada tahun 2018.
Bersama pasukan yang dipimpinnya, Richard sukses merebut Markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) sekaligus melumpuhkan beberapa pimpinan militer Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB). Selain penugasan operasi militer, ia juga sempat dipercaya menjadi Komandan Sub Kontingen Sea Games XXXVI di Palembang pada tahun 2011.
Perjalanan karier dan deretan posisi strategis di TNI
Sejak mengawali kariernya di satuan Kopassus, Richard telah menduduki berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Pabandya Lid Sintel Kopassus, Danyon 11/Grup 1/Kopassus, Wadan Grup 2/Kopassus, Asintel Danjen Kopassus (2014), Dan Grup 2/Kopassus (2014-2015), hingga Dan Grup 3/Kopassus (2015-2015).
Karier teritorial dan komandonya makin melesat saat dipercaya sebagai Danrindam VI/Mulawarman (2016), Danrem 023/Kawal Samudera (2016-2017), Wadanjen Kopassus (2017-2018), Kasdam VI/Mulawarman (2018-2019), Kaskogabwilhan I (2019-2020), Dankoopssus TNI (2020-2021), Pangdam XVI/Pattimura (2021-2022), Irjenad (2022-2023), Pangkogabwilhan III (2023-2024), Kasum TNI (2024-2026) hingga akhirnya kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) mendampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. (RaM/aNs)
Gen Z Takeaway
Respect parah sama track record Jenderal Kopassus Richard Tampubolon! Putra asal Toba alumni Akmil 1992 ini punya jam terbang tempur yang super legit, dari terjun di Operasi Seroja 1998 sampai satset memimpin Operasi Nemangkawi I buat merebut markas OPM dan melumpuhkan pimpinan TPN-PB. Dengan jejak karier komando yang panjang dari Wadanjen Kopassus, Pangdam, Pangkogabwilhan III hingga kini menjabat Kasum TNI, reputasi dan pengalaman militernya bener-bener gak usah diragukan lagi.









