Rumah Mulai Lembap Saat Musim Hujan? Ini Cara Cegah Jamur Membandel Tumbuh
astakom.com, Jakarta - Musim hujan bukan cuma bikin aktivitas di luar rumah jadi lebih menantang, tetapi juga bisa memicu masalah kelembapan di dalam ruangan. Dinding yang terasa basah, pakaian yang susah kering, hingga sudut kamar yang berbau apek bisa menjadi tanda adanya penumpukan air atau sirkulasi udara yang kurang baik.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan, terutama bagi penghuni kos, apartemen, maupun rumah dengan ventilasi terbatas. Pasalnya, lingkungan yang lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur pada dinding, furnitur, pakaian, dan sejumlah barang rumah tangga lainnya.
Melansir panduan resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Senin, (12/10/2026), area dan barang yang terkena air perlu segera dibersihkan serta dikeringkan untuk membantu mencegah jamur berkembang. CDC menyarankan pengeringan barang basah dalam waktu 48–72 jam, sementara panduan lainnya menekankan pentingnya penanganan dalam 24–48 jam jika memungkinkan, khususnya setelah banjir atau rumah kemasukan air.
Lantas, apa saja langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga rumah tetap kering dan mengurangi risiko jamur selama musim hujan?
1. Maksimalkan sirkulasi udara di dalam rumah
Ruangan yang terus tertutup dapat membuat udara lembap terperangkap, terlebih ketika hujan turun berhari-hari. Karena itu, buka jendela atau pintu saat kondisi cuaca memungkinkan agar udara segar bisa masuk dan membantu mengurangi kelembapan di dalam ruangan.
Untuk kamar mandi dan dapur, gunakan kipas pembuangan udara jika tersedia. Kedua area tersebut kerap menghasilkan uap air yang dapat menambah kelembapan di rumah.
Namun, saat hujan deras disertai angin atau kondisi luar ruangan justru membawa air masuk, sesuaikan waktu membuka jendela agar bagian dalam rumah tidak semakin basah.
2. Jangan biarkan pakaian dan barang basah menumpuk
Jas hujan, payung, sepatu, handuk, dan pakaian yang terkena air hujan sebaiknya segera dikeringkan. Hindari menumpuk barang basah di sudut kamar atau memasukkannya ke lemari sebelum benar-benar kering.
Kebiasaan sederhana ini penting karena barang yang terus berada dalam kondisi lembap bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur. Jika memungkinkan, jemur pakaian di area dengan aliran udara yang baik atau gunakan kipas untuk membantu proses pengeringan.
Perhatikan juga kasur, karpet, sofa, dan tirai yang terkena rembesan air. Bagian yang sulit kering perlu mendapat perhatian lebih karena kelembapan bisa tertahan di lapisan dalam meskipun permukaannya terlihat sudah kering.
3. Segera tangani dinding atau lantai yang terkena air
Rembesan dari atap, kebocoran pipa, serta air hujan yang masuk melalui celah jendela jangan dibiarkan berlarut-larut. Bersihkan genangan, keringkan permukaan yang basah, dan cari sumber air agar masalah yang sama tidak terus berulang.
Jika tersedia dan aman digunakan, kipas angin atau alat pengurang kelembapan (dehumidifier) dapat membantu mempercepat pengeringan ruangan.
CDC juga mengingatkan bahwa permukaan yang berjamur perlu dibersihkan, bukan sekadar ditutupi dengan cat. Sumber kelembapan harus diperbaiki terlebih dahulu supaya jamur tidak terus tumbuh kembali.
Untuk area yang terdampak cukup luas, material berpori yang terendam atau tidak dapat dibersihkan dan dikeringkan secara menyeluruh mungkin perlu dibuang atau diganti. Penanganan khusus juga diperlukan jika kerusakan sudah mencapai bagian dalam dinding atau material bangunan.
4. Perhatikan tanda-tanda awal munculnya jamur
Bercak hitam, kehijauan, atau perubahan warna pada dinding dapat menjadi tanda pertumbuhan jamur. Bau apek yang menetap juga patut diwaspadai, meskipun sumbernya belum terlihat secara langsung.
Menurut CDC, paparan jamur dapat memicu hidung tersumbat, iritasi mata atau kulit, batuk, hingga mengi pada sebagian orang. Orang dengan alergi jamur, asma, penyakit paru kronis, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah berisiko mengalami dampak yang lebih serius.
Saat membersihkan jamur, gunakan perlindungan yang sesuai dan pastikan ruangan memiliki ventilasi yang memadai. Jangan mencampurkan cairan pemutih dengan amonia atau produk pembersih lainnya karena dapat menghasilkan uap berbahaya.
Jika jamur menutupi area luas, terus muncul kembali, atau diduga berada di balik dinding, pertimbangkan bantuan tenaga profesional untuk mengetahui sumber masalah dan melakukan penanganan yang tepat. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
Rumah yang nyaman saat musim hujan bukan cuma soal punya atap yang tidak bocor, tetapi juga memastikan udara tetap mengalir dan barang-barang tidak dibiarkan basah terlalu lama. Mulai dari membuka jendela saat cuaca memungkinkan, mengeringkan pakaian setelah kehujanan, hingga segera menangani rembesan air bisa membantu mengurangi risiko jamur. Jadi, jangan tunggu dinding berubah warna atau bau apek memenuhi kamar sebelum mulai berbenah.









