Era Presiden Prabowo: Swasembada, Surplus 8 Komoditas, Cadangan Beras Menguat dalam 2 Tahun

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Senin, 12 Oktober 2026 | 21:32 WIB
Era Presiden Prabowo: Swasembada, Surplus 8 Komoditas, Cadangan Beras Menguat dalam 2 Tahun
Era Presiden Prabowo: Swasembada, Surplus 8 Komoditas, Cadangan Beras Menguat dalam 2 Tahun [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus ngebuktiin kalau dua tahun pemerintahannya punya hasil yang nyata dan pencapaian luar biasa. Salah satunya adalah gerak nyata Presiden Prabowo dan pemerintahannya dalam menjamin pangan buat seluruh masyarakat Indonesia.

Hal yang paling bisa dirasakan dan terbukti dengan data, yakni swasembada di delapan komoditas pangan.

Dari data Badan Pangan Nasional (Bapanas) tentang proyeksi neraca pangan 2026, produksi kedelapan komoditas itu udah melampaui kebutuhan nasional, memperkuat upaya pemerintah dalam membangun ketahanan pangan juga mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Swasembada 8 komoditas pangan

Komoditas pangan yang mencapai swasembada yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Overall, produksi 8 komoditas itu diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton, sementara kebutuhan nasional berada di angka 68,22 juta ton. Makanya ada surplus agregat sekitar 4,69 juta ton.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bilang kalau capaian swasembada itu menjadi salah satu perkembangan penting dalam penguatan kemandirian pangan nasional.

"Pangan kita sudah berhasil swasembada di 8 komoditas. Beras sudah penuh swasembada," kata Zulkifli Hasan di Jakarta, dalam keterangannya, dikutip astakom.com pada Senin (12/10/2026).

Jagung surplus

Perolehan ini tercermin dari neraca produksi sejumlah komoditas strategis yang menunjukkan pasokan dalam negeri telah mampu memenuhi, bahkan melampaui, kebutuhan masyarakat. Kondisi itu juga menjadi modal penting buat pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan, memperkuat stabilitas pasokan dan mengantisipasi gejolak harga.

Produksi komoditas jagung diproyeksikan mencapai 18 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sebesar 16,44 juta ton. Selisihnya menghasilkan surplus sekitar 1,56 juta ton.

Untuk produksi gula konsumsi, diperkirakan mencapai 3,04 juta ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional sebesar 2,84 juta ton. Surplusnya sekitar 207 ribu ton, produksi gula domestik juga berada di atas kebutuhan dalam negeri.

Produk hewani surplus

Kemandirian pasokan terlihat pada komoditas peternakan atau produk hewani. Diketahui, produksi daging ayam ras diproyeksikan mencapai 4,90 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 4,02 juta ton, sehingga menghasilkan surplus sekitar 876 ribu ton.

Produksi telur ayam ras mencapai sekitar 6,99 juta ton, dibandingkan dengan kebutuhan sebesar 6,47 juta ton, dengan surplus sekitar 516 ribu ton.

Dari komoditas hortikultura, produksi cabai besar diproyeksikan mencapai 1,52 juta ton, sementara kebutuhan nasional sebesar 929 ribu ton. Maka surplusnya sekitar 588 ribu ton.

Produksi cabai rawit sekitar 1,51 juta ton, jauh di atas kebutuhan sebesar 914 ribu ton, atau surplus sekitar 595 ribu ton. Produksi bawang merah diperkirakan mencapai 1,32 juta ton, melampaui kebutuhan nasional sebesar 1,25 juta ton. Neraca komoditas ini mencatatkan surplus sekitar 63 ribu ton.

Pengadaan beras cetak rekor sejarah

Di era pemerintahan Presiden Prabowo, realisasi pengadaan beras menembus rekor tertinggi sejak perusahaan Bulog berdiri.

Sampai 11 Oktober 2026, realisasi pengadaan lewat skema Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.131.492 ton setara beras.  Setara dengan 103,29 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton, sekaligus menunjukkan bahwa target pengadaan telah terlampaui sebelum tahun 2026 berakhir.

Realisasi itu meningkat dibandingkan capaian sepanjang 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. Angkanya juga melampaui rekor pengadaan sebelumnya pada 2012, ketika Bulog berhasil menyerap sekitar 3,65 juta ton beras.

Antisipasi kebutuhan pangan nasional

Tingginya realisasi pengadaan  memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP). Per 11 Oktober 2026, stok CBP tercatat menembus 4,6 juta ton, memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah buat menjaga ketersediaan beras dan mengantisipasi kebutuhan pangan nasional.

Pengadaan beras dalam jumlah besar menjadi bagian penting dari pengelolaan pangan, terutama untuk menjaga cadangan pemerintah di tengah dinamika produksi dan konsumsi.

Dengan stok yang kuat, pemerintah punya instrumen buat mensupport stabilisasi pasokan dan harga beras, sekaligus memenuhi kebutuhan intervensi pasar maupun program bantuan pangan kalau diperlukan. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Swasembada pangan jadi salah satu capaian yang disorot di era Prabowo. Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, delapan komoditas mencatat surplus agregat 4,69 juta ton. Pengadaan beras Bulog juga menembus rekor 4,13 juta ton per 11 Oktober 2026, dengan stok cadangan beras pemerintah mencapai lebih dari 4,6 juta ton. Capaian ini memperkuat upaya menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan nasional.

Prabowonomics swasembada 8 komoditas pangan Swasembada Pangan 2026 Swasembada Jagung Swasembada Beras Surplus pangan 2 Tahun Presiden Prabowo

Infografis

Terkini