BMKG Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter di Selatan Jawa, Nelayan Perlu Waspada

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 12 Oktober 2026 | 19:05 WIB
BMKG Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter di Selatan Jawa, Nelayan Perlu Waspada
BMKG Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter di Selatan Jawa, Nelayan Perlu Waspada [Ilustrasi/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta - Aktivitas melaut dan perjalanan kapal di perairan selatan Jawa perlu memperhitungkan kondisi gelombang yang cukup tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang laut di sejumlah perairan Indonesia mencapai 2,5–4 meter selama periode 12–15 Oktober 2026.

Mengutip prakiraan maritim resmi BMKG yang berlaku pada Senin, 12 Oktober 2026, tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jawa Barat tercatat 3,8 meter pada pukul 02.00 WIB. Sementara itu, di selatan Jawa Tengah, gelombang mencapai 3,7 meter pada pukul 03.00 WIB.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang menggunakan transportasi laut. Perubahan gelombang berdasarkan waktu dan lokasi membuat pengguna laut perlu mengecek informasi terbaru sebelum menentukan jadwal keberangkatan.

Gelombang selatan Jawa Barat berpotensi mencapai 4 meter

Dalam data prakiraan BMKG, gelombang di Samudra Hindia selatan Jawa Barat diprediksi mencapai 4 meter pada sejumlah jam, termasuk pukul 06.00–10.00 WIB. Setelah itu, tinggi gelombang diprakirakan berada di kisaran 3,7–3,9 meter hingga malam hari.

Di perairan selatan Jawa Tengah, tinggi gelombang juga berada di kisaran 3,6–3,7 meter pada sejumlah waktu prakiraan. Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi laut di kedua wilayah perlu diperhatikan secara khusus oleh pengguna perairan.

Peringatan gelombang tinggi ini tidak berarti semua wilayah pesisir Jawa mengalami kondisi yang sama. Prakiraan perlu dibaca berdasarkan lokasi perairan dan periode berlakunya agar masyarakat tidak keliru memahami tingkat risiko di wilayah masing-masing.

BMKG ingatkan risiko terhadap aktivitas pelayaran

Melansir dari keterangan Maritim BMKG mengenai potensi gelombang hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada Senin, (12/10/2026). Dalam laporan yang diterbitkan pukul 11.39 WIB, media tersebut menyebut wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi mencakup Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.

Pemberitaan tersebut memperkuat konteks bahwa potensi gelombang tinggi tidak hanya menjadi perhatian di satu wilayah, melainkan juga di sejumlah perairan lain. Meski begitu, rincian kondisi laut di setiap lokasi tetap perlu merujuk pada prakiraan resmi BMKG.

Bagi nelayan dan operator kapal, informasi gelombang menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum melaut. Keputusan perjalanan juga perlu memperhatikan kondisi kapal, kemampuan operasional, serta arahan otoritas yang berwenang.

Cek informasi maritim sebelum berangkat

Masyarakat dapat memantau pembaruan prakiraan cuaca dan gelombang melalui kanal resmi BMKG. Pengecekan sebaiknya dilakukan sebelum keberangkatan agar rencana perjalanan dapat disesuaikan dengan kondisi perairan terkini.

Nelayan dan pengguna transportasi laut juga perlu mengikuti arahan petugas setempat serta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi dinilai membahayakan. Langkah antisipasi ini penting untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan awak kapal maupun penumpang. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Sebelum berangkat melaut, jangan cuma mengecek jadwal dan tujuan. Pantau juga prakiraan gelombang dari BMKG, karena kondisi laut bisa berubah dari waktu ke waktu. Kalau situasinya berisiko, keselamatan harus tetap menjadi prioritas.

Berita Spill Gelombang tinggi Nelayan BMKG

Infografis

Terkini