Genangan Air Habis Hujan Jangan Dibiarkan, Ini Cara Sederhana Cegah Nyamuk Berkembang Biak

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 13 Oktober 2026 | 00:05 WIB
Genangan Air Habis Hujan Jangan Dibiarkan, Ini Cara Sederhana Cegah Nyamuk Berkembang Biak
Genangan Air Habis Hujan Jangan Dibiarkan, Ini Cara Sederhana Cegah Nyamuk Berkembang Biak [Ilustrasi/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta - Habis hujan, jangan buru-buru menganggap urusan selesai setelah air di jalan mulai surut. Coba cek halaman rumah, pot tanaman, talang, hingga barang bekas yang bisa menampung air. Genangan kecil yang sering luput dari perhatian ternyata dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak, termasuk nyamuk Aedes aegypti yang menularkan demam berdarah dengue (DBD).

Mengutip panduan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman Ayo Sehat, pencegahan DBD dapat dilakukan dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui metode 3M Plus. Langkah ini berfokus pada menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih.

Kebiasaan tersebut bisa dimulai dari rumah tanpa harus menunggu munculnya kasus DBD di lingkungan sekitar. Kuncinya, jangan hanya membersihkan genangan yang terlihat besar, tetapi periksa juga wadah kecil yang berpotensi menampung air setelah hujan.

1. Terapkan 3M Plus di rumah

Kemenkes menganjurkan masyarakat melakukan 3M Plus sebagai bagian dari upaya memutus siklus perkembangbiakan nyamuk. Berikut langkah yang bisa diterapkan secara rutin:

  • Menguras tempat penampungan air. Bersihkan bak mandi, ember, toren, dan wadah air lainnya secara berkala. Jangan sekadar membuang air, tetapi bersihkan juga bagian dalam wadah agar telur dan jentik nyamuk tidak terlewat.
  • Menutup wadah air. Pastikan tempat penampungan air tertutup rapat sehingga nyamuk tidak mudah masuk dan bertelur.
  • Mendaur ulang barang bekas. Singkirkan atau manfaatkan kembali barang yang berpotensi menampung air, seperti kaleng, botol, dan wadah bekas yang dibiarkan di luar rumah.

Sementara itu, unsur “Plus” mencakup langkah tambahan, seperti memasang kasa pada ventilasi, menggunakan obat antinyamuk sesuai petunjuk, memelihara ikan pemakan jentik pada wadah yang sesuai, serta memperbaiki saluran air yang tersumbat.

2. Periksa titik genangan setelah hujan

Setelah hujan reda, sempatkan memeriksa area yang sering terlewat saat membersihkan rumah. Air yang tertinggal di tatakan pot, ember terbuka, ban bekas, atau sudut halaman dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk jika dibiarkan.

Perhatikan pula talang dan saluran air. Daun, sampah, atau kotoran yang menumpuk bisa menghambat aliran air sehingga menciptakan genangan baru.

Jika menemukan wadah yang menampung air hujan, kosongkan dan bersihkan bila memungkinkan. Untuk tempat penampungan yang sulit dikuras, penggunaan larvasida perlu mengikuti petunjuk produk atau arahan petugas kesehatan. Jangan mencampurkan bahan kimia sembarangan ke dalam air.

Kebiasaan mengecek lingkungan secara rutin juga lebih efektif jika dilakukan bersama keluarga dan tetangga. Dengan begitu, upaya mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk tidak berhenti di dalam rumah saja.

3. Kenali gejala DBD dan jangan menunda pemeriksaan

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda DBD. Menurut panduan Kemenkes, gejalanya dapat berupa demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, nyeri di belakang mata, serta ruam pada kulit.

Jika mengalami demam atau gejala yang mengarah pada DBD, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Terlebih jika muncul tanda bahaya seperti muntah terus-menerus, perdarahan, sesak napas, atau kondisi tubuh yang memburuk, pertolongan medis perlu segera dicari.

Demam yang mulai turun juga tidak selalu berarti kondisi sudah aman. Karena itu, jangan menunda pemeriksaan hanya karena suhu tubuh terlihat membaik. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Habis hujan, sempatkan beberapa menit untuk mengecek genangan di sekitar rumah. Kosongkan wadah yang menampung air, tutup tempat penyimpanan air, dan singkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah sederhana yang dilakukan rutin bisa membantu mengurangi tempat berkembang biak nyamuk dan menjaga lingkungan lebih sehat.

Antisipasi Musim Hujan Cegah DBD Tips dan kiat-kiat

Infografis

Terkini