Emas Antam Naik Tipis Awal Pekan, Harga Buyback Ikut Nyicil Naik
astakom.com, Jakarta - Mengawali pekan ini, pergerakan harga emas Antam kepantau ngalamin kenaikan tipis. Berdasarkan update resmi dari logammulia.com pada Senin (12/10/2026), mahar buat nebus emas batangan Antam dipatok senilai Rp 2.594.000 per gram, alias nambah tipis Rp 2.000 dari hari sebelumnya yang nangkring di angka Rp 2.592.000 per gram.
Nggak mau ketinggalan, harga buyback atau harga jual kembali ke Antam juga ikut menguat Rp 7.000 ke level Rp 2.408.000 per gram. Buat yang mau ngecek rincian dari pecahan 0,5 gram sampai 1.000 gram, angkanya udah kesedia lengkap di official site mereka.
Rollercoaster harga: rekor ATH jauh di atas hingga fluktuasi pasar
Dinamika logam mulia emang dikenal fluktuatif banget. Buat catatan, sepanjang tahun 2026 ini emas Antam sempat nyetak rekor tertingginya (all-time high) pada Kamis (29/01/2026) di angka fantastis Rp3.168.000 per gram, dengan buyback yang sempat nembus Rp 2.989.000 per gram. Walaupun sekarang posisinya lagi adem ayem di kisaran Rp2,5 jutaan, pergerakan naik-turun ini jadi hal yang lumrah seiring dinamika pasar yang terus berjalan.
Emas global rebound setelah kena hantam badai pasar
Enggak cuma di dalam negeri, pergerakan emas dunia juga nutup pekan lalu di zona hijau setelah sempat ngerasain fase rollercoaster yang cukup bikin deg-degan. Awalnya, market sempat kepontal-pontal gara-gara tekanan imbal hasil obligasi AS, dolar AS yang nguat, plus bayang-bayang inflasi.
Di tengah jalan, rilis risalah rapat The Fed yang ngasih sinyal potensi kenaikan suku bunga sempat bikin harga emas anjlok ke titik terendahnya di level USD 4.066,31 per ons pada Rabu. Tapi jelang akhir pekan, emas sukses rebound dan nyentuh puncak mingguan di USD 4.207,48 per ons berkat pelemahan dolar dan aksi beli saat harga turun (buy on dip). (RaM)
Gen Z Takeaway
Harga emas Antam di awal pekan ini naik tipis jadi Rp 2.594.000 per gram barengan sama buyback yang ikut naik. Sementara itu, market emas global sempat kena mental gara-gara sentimen The Fed dan obligasi AS, tapi akhirnya sukses rebound kenceng ke zona hijau menjelang akhir pekan lalu.









