Gak Double Gaji! Bahlil Spill Rangkap Jabatan Tanpa Nambah Beban Anggaran Negara
astakom.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, ngespill langsung soal pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang sempat bikin publik penasaran.
Bahlil menegaskan bahwa langkah ini dijamin aman dan sama sekali nggak bakal menambah beban keuangan negara.
Semua operasional Kemenko baru itu dipastikan menginduk penuh pada anggaran Kementerian ESDM. Jadi, anggapan kalau penambahan kementerian ini bakal bikin boros anggaran negara itu sama sekali tidak valid.
DIPA ESDM jadi andalan
Bahlil menjelaskan secara blak-blakan bahwa struktur penganggaran Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi sudah terintegrasi secara total ke dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian ESDM.
"Saya juga menyampaikan anggaran untuk Menko Hilirisasi dan Transisi Energi semua anggarannya memakai anggaran ESDM. Jadi jangan sampai media bilang ini karena menambah kementerian, pemborosan uang negara. Enggak ada," kata Bahlil kepada awak media, di Jakarta dikutip astakom.com pada Sabtu (10/10/2026).
Ia menegaskan bahwa tidak ada alokasi anggaran khusus maupun pemborosan dana operasional. Semuanya dirancang efisien demi mendukung gerak cepat pemerintah. Jadi dia pastiin kalau dirinya cuma nerima satu gaji aja, sama kayak sebelumnya.
"Gaji menterinya juga cuma satu, gaji Menteri ESDM. DIPA-nya juga cuma DIPA satu, DIPA Menteri ESDM. Ruang lingkup koordinasinya saja yang berbeda," katanya.
Mandat ganda dari Presiden Prabowo
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi memberikan mandat ganda kepada Bahlil Lahadalia untuk mengemban tugas sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM usai pelantikan di Istana Negara, Kamis (1/10/2026). Penunjukan ini berkaitan langsung dengan agenda strategis Presiden Prabowo dalam program Asta Cita, khususnya pada percepatan eksekusi hilirisasi dan transisi energi.
Bahlil mengungkapkan alasan di balik integrasi kantor dan anggaran ini. Menurutnya, sekitar 90% dari total investasi hilirisasi nasional memang berada di bawah lingkup sektor ESDM. Sementara itu, Kementerian Investasi dan Hilirisasi tetap beroperasi sebagai kementerian teknis yang berada di bawah koordinasi Kemenko baru tersebut.
Prinsip anti-pemborosan
Meskipun memegang porsi tanggung jawab yang mencakup dua ranah keputusan presiden, Bahlil memastikan dirinya konsisten memegang prinsip efisiensi. Bagi dirinya, penambahan jabatan bukan alasan untuk menghamburkan uang rakyat.
"Dengan penambahan menko baru ini bukan berarti kita harus melakukan pemborosan. Saya enggak mau, tipe saya bukan seperti itu, gajinya satu aja," katanya.
Tak hanya soal efisiensi DIPA, Bahlil juga membagikan cerita personalnya. Bahlil juga mengungkapkan bahwa sejak menjabat sebagai pejabat publik, seluruh gaji beserta dana operasional menteri yang diterimanya konsisten disalurkan untuk kegiatan sosial dan bantuan kemanusiaan.
"Memang secara kebetulan saya sejak menjadi menteri, insyaallah saya dari gaji saya maupun dari dana operasional saya selalu saya sisihkan semuanya untuk kepada saudara-saudara saya yang berhak untuk saya bantu, seperti rekan-rekan aktivis dan pihak lain yang membutuhkan," katanya. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Bahlil Lahadalia menegaskan rangkap jabatan sebagai Menteri ESDM dan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi nggak bikin anggaran negara bertambah. Seluruh operasional Kemenko baru memakai DIPA Kementerian ESDM, sementara Bahlil memastikan dirinya hanya menerima satu gaji. Menurutnya, langkah ini bertujuan mempercepat koordinasi hilirisasi dan transisi energi tanpa menambah beban keuangan negara









