Danantara Siap Merger 23 BUMN Kawasan Industri, Bidik Jadi yang Terbesar se-ASEAN!
astakom.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia bersiap bikin gebrakan besar di dunia ekonomi tanah air. Sebanyak 23 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor kawasan industri (industrial estate) bakal digabung alias merger menjadi satu perusahaan tunggal. Langkah strategis ini ditargetkan rampung pada awal November mendatang.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, ngespill rencana besar ini bakal diumumkan lewat pengumuman resminya yang bakal dilakukan dalam waktu dekat.
"Pada 5 November akan diumumkan merger daripada 23 perusahaan industrial estate kita menjadi satu perusahaan industrial estate," kata Dony, di Jakarta dikutip astakom.com pada Sabtu (10/10/2026).
Model bisnis baru
Bukan cuma sekadar menggabungkan perusahaan, langkah konsolidasi ini juga bakal merombak total model bisnis kawasan industri punya BUMN. Selama ini, penjualan atau penyewaan tanah sering kali jadi andalan utama pemasukan. Tapi ke depan, konsep tersebut diubah agar jauh lebih kompetitif di mata investor global.
Dony menjelaskan bahwa tanah nantinya tidak lagi diposisikan sebagai sumber pendapatan utama perusahaan. Bahkan, ada skema di mana lahan bisa diberikan dengan penawaran yang sangat kompetitif hingga cuma-cuma, sementara cuan perusahaan justru akan ditarik dari penyediaan fasilitas serta layanan di dalam kawasan.
"Tanah bukan lagi menjadi sumber pendapatan, tetapi tanah itu akan kita berikan secara cuma-cuma, tetapi pendapatannya akan datang dari fasilitas yang kita sediakan," katanya.
Kawasan terintegrasi penuh fasilitas kekinian
Konsep fresh ini bakal diwujudkan lewat kawasan industri terintegrasi yang gak cuma sekadar menyediakan lahan kosong buat investor. Kawasan itu bakal dipenuhi fasilitas penunjang yang super lengkap, mulai dari sekolah, properti, kelistrikan, pengolahan air (water treatment), fiber optic, sampai berbagai infrastruktur pendukung lainnya yang mumpuni.
Dengan perubahan model bisnis ini, Danantara optimistis ekosistem kawasan industri di Indonesia bakal naik kelas dan jauh lebih kompetitif dibandingkan negara-negara lain di kawasan.
"Sehingga dengan demikian kita menjadi cukup kompetitif, dan bahkan sangat kompetitif dibandingkan dengan negara-negara di sekitar kita," kata Dony.
Kuasai 35.000 hektare, auto jadi yang terbesar di Asia Tenggara
Dari hasil konsolidasi 23 perusahaan pelat merah ini, Danantara bakal melahirkan institusi pengelola kawasan industri raksasa dengan total luas lahan mencapai sekitar 35.000 hektare. Skala sebesar ini dipastikan bakal menobatkan mereka sebagai pengelola kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara.
"Menjadi satu, dan kita akan menjadi pengelola industrial estate terbesar se-Asia Tenggara dengan total kelolaan kita 35.000 hektare nantinya akan dikelola oleh satu institusi industrial estate kita," ungkap Dony.
Meski demikian, rincian final mengenai skema bisnis dan mekanisme pemberian lahan kepada investor saat ini masih dalam tahap penggodokan. Detail lengkapnya baru akan di-spill secara utuh usai pengumuman resmi pada 5 November 2026 mendatang.
Danareksa kembali ke jalur asset management
Selain penataan kawasan industri, restrukturisasi ini juga berdampak pada posisi PT Danareksa (Persero). Bisnis kawasan industri nantinya bakal dipisahkan sepenuhnya dari Danareksa agar fokus bisnis masing-masing entitas menjadi jauh lebih tajam dan terarah.
Dony menjelaskan, Danareksa ke depan akan dikembalikan fungsinya secara murni sebagai perusahaan asset management, sementara lini bisnis kawasan industri bakal ditempatkan dalam entitas khusus yang mandiri.
"Danareksa menjadi asset management, kawasan industri menjadi sendiri, betul-betul pure bisnisnya di kawasan industri," pungkasnya. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Danantara siap menggabungkan 23 BUMN kawasan industri menjadi satu perusahaan dengan total lahan 35.000 hektare, yang ditargetkan menjadi pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Model bisnisnya juga bakal berubah, dari mengandalkan penjualan atau sewa tanah menjadi penyediaan fasilitas terintegrasi untuk menarik investor. Sementara itu, Danareksa akan kembali fokus pada bisnis asset management. Pengumuman resmi merger dijadwalkan pada 5 November 2026.









