3 Tahun Perang Gaza Bikin Hancur Parah: 74 Ribu Korban Jiwa dan Krisis Kemanusiaan Makin No Way Out
astakom.com, Jakarta - Memasuki tahun ketiga konflik di Gaza, situasi kemanusiaan dilaporkan terus memburuk secara signifikan. Lebih dari 74.000 warga Palestina dinyatakan tewas dan hampir 1,9 juta jiwa terpaksa mengungsi. Meskipun kesepakatan gencatan senjata sempat dicapai pada Oktober 2025, eskalasi dampak yang meluas masih memicu kehancuran infrastruktur pemukiman, kelumpuhan ekonomi, krisis pangan akut, hingga penghentian total fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi sebanyak 74.237 orang tewas dan 175.206 lainnya luka-luka per 4 Oktober. Angka kematian tersebut merepresentasikan sekitar 3,4 persen dari total populasi Gaza sebelum perang. Sementara itu, lembaga hak asasi Hemaya Center mencatat lebih dari 21.000 anak meninggal dunia, 11.000 kasus amputasi pada anak, serta ratusan bayi dan balita yang gugur akibat malanutrisi mendalam dan krisis obat-obatan.
Kehancuran permukiman dan pengungsian massal
Dampak fisik pada infrastruktur Gaza mencatatkan skala kerusakan yang signifikan menurut penilaian gabungan lembaga internasional:
- Pengungsian: Sekitar 1,9 juta warga (90% populasi) berpindah lokasi secara berulang akibat hilangnya tempat tinggal.
- Kerusakan Bangunan: Data PCBS menunjukkan 82% bangunan di Gaza mengalami kerusakan dengan 134.422 unit di antaranya rusak total.
- Kondisi Tempat Tinggal: Sebanyak 94% penduduk memerlukan bantuan tempat tinggal darurat, di mana 65% di antaranya bertahan hidup di dalam tenda berondisi buruk tanpa perlindungan cuaca yang memadai.
Kehancuran total sektor ekonomi dan pangan
Laporan UN Trade and Development memaparkan kondisi ekonomi Gaza yang berada pada titik terendah:
- Pengangguran & Pendapatan: Angka pengangguran menembus 78%, dengan tingkat pendapatan tahunan per kapita anjlok hingga 83% dibandingkan tahun 2022 (menjadi 212 dolar AS).
- Sektor Produksi: Sektor manufaktur dan pertanian mengalami penurunan operasional hingga 94%, sementara sektor konstruksi turun hingga 99%. Kurang dari 1,5% lahan pertanian yang masih dalam kondisi utuh.
- Inflasi & Pangan: Harga kebutuhan pokok melonjak hingga 274% jika dibandingkan tahun 2022. Hal ini membuat ketahanan pangan populasi Gaza sepenuhnya bergantung pada bantuan internasional, dengan ancaman gizi buruk jangka panjang pada balita serta ibu hamil. (RaM)
Gen Z Takeaway
Tragedi kemanusiaan di Gaza yang udah jalan 3 tahun ini bener-bener heartbreaking banget dan out of control. Angka korban yang nembus 74 ribu jiwa plus 90% warga yang terpaksa displacement berkali-kali nunjukin betapa hancurnya kondisi di sana, apalagi anak-anak yang harus kehilangan masa depan dan akses kesehatan dasar. Konflik ini gak cuma soal angka statistik, tapi realita penderitaan fisik dan ekonomi yang butuh perhatian serius serta aksi nyata dari komunitas global biar penanganan krisis kemanusiaannya gak makin hopeless.









