Delegasi Tiongkok Kagum: Sistem Keagamaan Indonesia 'Satu-satunya di Dunia'
astakom.com, Jakarta – Indonesia lagi-lagi jadi sorotan positif di panggung internasional. Kali ini lewat KTT Konfusianisme ASEAN-Tiongkok Ke-5, yang memuji iklim kerukunan umat beragama dan sistem keagamaan yang inklusif di Tanah Air.
Kolaborasi Lintas Negara
KTT ini hasil kolaborasi Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Shandong University, dan Pusat Bimbingan dan Pendidikan (Pusbimdik) Konghucu Kementerian Agama. Puluhan akademisi dari berbagai negara hadir di sini. Forum ini sekaligus jadi bukti bahwa usaha pemerintah mengelola keberagaman memang berjalan efektif.
Pujian dari Para Delegasi
Selama rangkaian acara, para delegasi mancanegara nggak cuma duduk dengerin diskusi. Mereka melihat langsung wujud nyata toleransi antarumat beragama di Indonesia. Salah satunya Li Honglei, Director of the Sino-Foreign Management Research Center di Sun Yat-sen University, yang terang-terangan menyampaikan kekagumannya.
“Konghucu di Indonesia merupakan salah satu dari enam agama besar yang memiliki ritual dan sistem yang sangat sempurna. Ini merupakan satu-satunya di dunia yang begitu tersistem dengan baik,” tutur Li, dikutip oleh astakom pada Jumat (9/10/2026).
Li juga menyatakan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia dan Matakin yang kasih support full buat perkembangan kehidupan peningatan tersebut.
Toleransi Jadi Sorotan
Bukan cuma soal sistem, harmoni sosial antarumat di Indonesia juga bikin para sarjana Tiongkok terkesan banget. Kunjungan ke beberapa simbol kerukunan di Jakarta meninggalkan kesan mendalam soal nilai toleransi yang sudah mengakar kuat di masyarakat.
Zheng Xiaohui, Chairman of China Times Media Group, berbagi pengalamannya mengunjungi dua rumah ibadah yang berdiri berdampingan, yaitu Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, plus mampir ke Universitas Pancasila. Dari situ, ia melihat sendiri bagaimana perbedaan justru jadi kekuatan untuk mendirikan peradaban.
“Saya melihat toleransi. Perbedaan menciptakan peradaban, keberagaman ini menciptakan perdamaian, dan ini adalah ideologi utama dalam beragama. Berbeda tapi bisa berjalan bersama,” ucap Zheng di depan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan peserta KTT.
Li Honglei menambahkan, semangat toleransi lintas budaya dan agama yang ia saksikan di Indonesia nyambung banget sama inti ajaran Konghucu, yaitu keselarasan dalam keberagaman.
Indonesia Jadi Model Dunia
Kedatangan para pakar internasional dan apresiasi yang mereka berikan makin menguatkan posisi Indonesia sebagai model dunia dalam merawat kebhinekaan. Kementerian Agama pun terus memanfaatkan momentum dan forum dialog peradaban seperti ini untuk menyebarkan pesan kerukunan dan moderasi beragama dari Indonesia ke kancah global. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Intinya, orang luar aja bisa lihat kalau Indonesia punya modal besar soal toleransi: masjid dan gereja berdiri sebelahan, dan perbedaan dianggap kekuatan, bukan masalah. Buat kita yang tiap hari hidup di tengah keberagaman, ini pengingat kalau hal yang sering dianggap biasa ternyata bikin bangga di mata dunia. Jadi, yuk jaga dan tunjukin lewat hal kecil: saling hormat, nggak gampang nge-judge, dan berani bilang "beda nggak apa-apa" di timeline maupun di dunia nyata.









