Mentan Dorong Telur Masuk Menu Makan Bergizi Gratis 3 Kali Seminggu Buat Stabilkan Harga

Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:12 WIB
Mentan Dorong Telur Masuk Menu Makan Bergizi Gratis 3 Kali Seminggu Buat Stabilkan Harga
Siswa memberikan sajian untuk temannya saat uji coba Program MBG dengan metode prasmanan di SD Muhammadiyah Bantar, Kulon Progo, DIY, Kamis (08/10/2026). [astakom/str-Panji Arkananta]

astakom.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman minta program Makan Bergizi Gratis (MBG) buat memasukkan telur ke dalam menu sebanyak tiga kali dalam sepekan. Langkah ini diambil buat menstabilkan harga telur dari sisi permintaan, mengingat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jadi salah satu konsumen terbesar komoditas ini.

Menanggapi keluhan dari para peternak soal anjloknya harga, Amran mengaku langsung mengontak pihak Badan Gizi Nasional (BGN). "Saya langsung tadi langsung telepon wakil yang membidangi, Pak Mayjen Trenggono, langsung beliau siap," kata Amran di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Amran ngebocorin kalau dirinya dan Kepala BGN sepakat buat mempercepat penyerapan telur lewat surat edaran resmi sampai harganya kembali ke level wajar.

DPR buka suara soal jeritan peternak

Sebelumnya, riuh rendah masalah harga telur ini sempat bikin Asosiasi Peternak Ayam Petelur Rakyat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Rabu (07/10/2026). Para peternak ngeluh rugi sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram akibat melonjaknya biaya produksi, khususnya harga pakan, jagung, dan bungkil kedelai.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto langsung menemui massa dan berjanji bakal berkoordinasi dengan Mentan, Badan Pangan Nasional, hingga Bulog. "Setelah ini saya akan menghubungi Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional dan Dirut Bulog meminta supaya stok dan harga jagung untuk para peternak dikendalikan sehingga tidak merugikan para peternak," tegas Titiek.

Dorong pemerintah jadi penampung hasil produksi

Selain urusan pakan, Komisi IV DPR RI juga menekankan pentingnya peran pemerintah sebagai off-taker atau penyerap telur saat produksi melimpah biar peternak gak terus-terusan rugi. Penyerapan ini nantinya bisa diintegrasikan langsung ke berbagai program sosial pemerintah yang membutuhkan pasokan pangan.

Masalah perunggasan ini dinilai butuh penanganan dari hulu ke hilir, mulai dari kontrol harga pakan dan jagung, penstabilan harga di tingkat peternak, sampai kepastian alur distribusi hasil produksi. (RaM)

Gen Z Takeaway

Fix no debat, jeritan para peternak ayam petelur akhirnya di-notice juga sama pemerintah! Biar harga gak makin drop dan peternak gak cry inside gara-gara pakan mahal, Mentan dan BGN langsung action buat masukin telur ke menu MBG 3 kali seminggu. Langkah smart ini diharapin bisa jadi win-win solution biar pasokan telur ke-absorb dengan baik dan harga di pasar kembali stable tanpa bikin peternak rugi.

Makan Bergizi Gratis (MBG) Mentan Amran Sulaiman Mentan Andi Amran Sulaiman

Infografis

Terkini