DPR Tetap Gaspol Godok Draf RUU Pemilu Pas Masa Reses

Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:08 WIB
DPR Tetap Gaspol Godok Draf RUU Pemilu Pas Masa Reses
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Keterangan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/08/2026). [Timpres]

astakom.com, Jakarta - Komisi II DPR RI dipastikan gak kasih kendor buat ngerjain draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu, walau DPR lagi masuk masa reses. Langkah ini diambil biar proses sinkronisasi materi draf RUU Pemilu gak mandek gitu aja sebelum masuk ke pembahasan yang lebih dalam di masa sidang berikutnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, ngungkapin kalau deretan pertemuan internal terus jalan selama reses. "Reses ini kita tetap melanjutkan pertemuan-pertemuan," kata Aria pas ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Dia nyebut para anggota Komisi II bakal kumpul lagi sekitar seminggu sebelum masa reses dua pekan itu kelar.

Aria mejelasin kalau proses yang lagi jalan sekarang masih di tahap awal. Komisi II bareng Badan Keahlian DPR lagi nyatuin berbagai masukan dan kepentingan buat dituangin ke draf RUU Pemilu. Masukan yang ditampung mulai dari yang sifatnya filosofis, ideologis, sosiologis, sampai teknokratik engineering konstitusi.

Saring masukan dan poin krusial

Ada lebih dari 10 isu krusial yang masuk dalam daftar pembahasan RUU Pemilu ini. Beberapa poin penting di antaranya:

  • Ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 
  • Ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 
  • Pengangkatan penyelenggara pemilu 
  • Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) 
  • Penataan daerah pemilihan (dapil) 
  • Jumlah kursi DPR 

Proses penyusunan draf ini juga ngelibatim banyak pihak dari hasil evaluasi sebelumnya. Komisi II udah ngundang sekitar 62 narasumber buat ngebahas evaluasi Pemilu dan Pilkada, sementara Badan Keahlian DPR udah ngerjain sekitar 34 kali Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).

Ruang terbuka buat partisipasi publik

Aria juga mastiin kalau masyarakat tetap dapat ruang penuh pas RUU Pemilu masuk ke pembahasan formal. Kalangan akademisi kampus, pegiat demokrasi dari NGO, sampai kelompok kepentingan terkait bakal diajak diskusi lewat RDPU.

Terkait forum tertutup yang sempat diadakan di awal, Aria ngetegasin kalau itu bukan berarti nutup pintu buat partisipasi publik. Langkah itu murni diambil biar tim fokus nyari inti masalah utama pemilu dan nyinkronin draf biar gak bikin gaduh duluan di publik sebelum materinya matang.

Kejar target pembahasan lebih cepat

Dia ngarepin sinkronisasi draf ini bisa bikin proses pembahasan RUU Pemilu jalan makin cepat. Biarpun nantinya tiap fraksi di DPR tetap punya tim internal buat bedah draf tersebut, keterlibatan publik tetap jadi prioritas utama biar isi RUU gak melenceng jauh dari tujuan awal. (RaM)

Gen Z Takeaway

Jujurly DPR lagi gak mau kena slay waktu nih, makanya pas reses pun mereka tetap lock in ngegas nyinkronin draf RUU Pemilu biar progress-nya gak stuck. Dari pada asal-asalan trus kena ratio sama publik karena out of topic, mendingan mereka cook poin-poin krusialnya dulu secara mindful baru deh diajak spillbareng stakeholder biar hasilnya makin valid no debil.

DPR DPR Reses RUU Pemilu

Infografis

Terkini