Perpisahan Sempurna Messi, Argentina Libas Benin 3-0

Penulis: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 7 Oktober 2026 | 14:07 WIB
Perpisahan Sempurna Messi, Argentina Libas Benin 3-0
Lionel Messi telah menjadi legenda bagi Argentina dengan berbagai torehan prestasinya. [FIFA].

astakom.com, Jakarta — Era keemasan itu akhirnya benar-benar menemui garis akhir. Megabintang sekaligus kapten abadi Tim Nasional Argentina, Lionel Messi, resmi menutup lembaran karier internasionalnya lewat sebuah penampilan magis dan emosional di Stadion Monumental Antonio Vespucio Liberti, Buenos Aires, Rabu (07/10/2026) pagi WIB. 

Dalam laga persahabatan FIFA melawan Benin tersebut, La Pulga mempersembahkan tarian terakhirnya dengan mencetak satu gol dan dua assist, membawa Albiceleste menang telak dengan skor 3-0.

Pertandingan perpisahan ini sudah dibalut suasana haru biru sejak awal. Tangis Messi pecah saat lagu kebangsaan kebanggaan Argentina berkumandang, disaksikan puluhan ribu pasang mata yang memadati stadion. 

Bermain penuh selama 90 menit, penyerang berusia 39 tahun itu tampil penuh determinasi, seolah ingin memastikan laga terakhirnya bersama skuad Tango berakhir dengan sebuah mahakarya. Meski Argentina terus menggempur sejak peluit pertama, rapatnya barisan pertahanan Benin memaksa paruh pertama berakhir dengan skor kacamata.

Sihir babak kedua dan pelukan hangat skuad Tango

Kebuntuan akhirnya pecah seusai turun minum berkat visi bermain brilian sang kapten. Tepat pada menit ke-48, umpan sepak pojok akurat dari Messi sukses disambar oleh tandukan keras bek veteran Nicolas Otamendi untuk membuka keunggulan. Tak berhenti sampai di situ, magis sang pengoleksi delapan gelar Ballon d'Or ini kembali tersaji di menit ke-61. 

Umpan matangnya berhasil dieksekusi dengan sempurna oleh gelandang muda berusia 22 tahun, Nico Paz. Lewat tembakan melengkung kaki kiri dari luar kotak penalti, Paz merobek jala gawang Marcel Souke Dandjinou dan mengubah skor menjadi 2-0.

Puncak dari skenario perpisahan sempurna ini terjadi di pertengahan babak kedua. Akselerasi barisan depan Argentina berujung pada pelanggaran terhadap bek Agustin Giay di dalam kotak terlarang pada menit ke-68. Usai sempat tertunda perawatan medis, Messi maju sebagai algojo pada menit ke-71. 

Dengan ketenangan khasnya, ia sukses mengonversi penalti tersebut. Sontak, seluruh pemain Argentina berhamburan memeluk sang kapten, merayakan gol internasional terakhirnya dalam balutan jersei kebanggaan biru-putih.

Akhir epik sang pencetak 126 gol internasional

Skor 3-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, menandai akhir dari pengabdian panjang Messi yang telah dimulai sejak 2005. Bintang klub Inter Miami tersebut meninggalkan panggung internasional dengan warisan rekor yang luar biasa: 126 gol dan 67 assist dari 208 penampilan. Angka ini mengukuhkannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Argentina, meninggalkan jauh rekor sang legenda Gabriel Batistuta di posisi kedua dengan 56 gol.

Lebih dari sekadar rekor individu, Messi mewariskan kebahagiaan terbesar bagi rakyat Argentina. Setelah puasa gelar puluhan tahun, ia sukses mempersembahkan gelar Copa America (2021, 2024), Finalissima (2022), hingga mahkota paripurna berupa trofi Piala Dunia 2022 di Qatar. Di level junior, ia juga telah menyumbang gelar Piala Dunia U-20 2005 serta medali emas Olimpiade Beijing 2008. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway 

The absolute definition of going out on top! Laga terakhir Messi ini emang kerasa banget vibes emosionalnya. Gak cuma sekadar numpang lewat buat seremoni perpisahan, sang GOAT malah nge-carry tim dengan nyumbang 1 gol dan 2 assist. Rekor 126 gol dan memori indah trofi Piala Dunia 2022 bakal bikin warisan nama Messi legendary selamanya. Thank you for the memories, Leo!

Timnas Argentina Timnas Benin FIFA Matchday Lionel messi

Infografis

Terkini