IHSG Sesi Pertama Lagi Bad Mood, Saham Konglomerat Kompak Nyungsep!

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:16 WIB
IHSG Sesi Pertama Lagi Bad Mood, Saham Konglomerat Kompak Nyungsep!
IHSG Sesi Pertama Lagi Bad Mood, Saham Konglomerat Kompak Nyungsep! [astakom/Shintya]

astakom.com, Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampaknya lagi kurang chill pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (07/10/2026). Indeks harus rela parkir di level 6.158,78 poin setelah mengalami koreksi turun sebesar 0,55 persen.

Volatilitas pasar terasa cukup dinamis hari ini, di mana IHSG sempat bergerak dalam rentang 6.146 hingga 6.214 poin. Padahal, perdagangan dibuka di zona hijau pada level 6.210 poin sebelum akhirnya terhempas ke zona berbeda.

Dikutip dari data IDX, Penyebab utama dari volatilitas ini tak lepas dari saham-saham "konglo" yang kompak melemah. Mulai dari emiten di bawah naungan Barito Group hingga Bakrie Group ikut memicu tekanan besar pada pergerakan indeks secara keseluruhan.

Meskipun begitu, aktivitas perdagangan di pasar masih terpantau cukup ramai. Hingga jeda siang, tercatat sebanyak 212 juta lot saham diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 898 ribu kali transaksi. Sementara itu, nilai transaksi yang berhasil dibukukan di pasar reguler menyentuh angka fantastis sebesar Rp4,77 triliun.

Bursa Asia kompak lemes

Enggak cuma IHSG yang lagi kurang beruntung, gelombang pelemahan ternyata juga melanda bursa saham Asia pada perdagangan Rabu (07/10/2026).

Sentimen negatif ini terjadi seiring dengan aksi para investor yang mulai merealisasikan keuntungan (take profit) serta memilih mengambil sikap wait and see sambil memantau rilis kinerja keuangan dari sejumlah perusahaan besar dalam waktu dekat.

Sebagai contoh, Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun 0,49 persen hingga pukul 09.00 WIB. Koreksi ini sekaligus menghentikan tren penguatan yang sempat terjadi dalam dua hari berturut-turut setelah indeks acuan tersebut sukses mencetak level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Tekanan jual juga dirasakan di bursa negara tetangga. Indeks KOSPI di Korea Selatan terpantau melemah 0,84 persen. Kondisi serupa juga dialami oleh Hang Seng di Hong Kong yang anjlok 0,84 persen, S&P/ASX 200 Australia yang melemah tipis 0,08 persen, serta Straits Times Index (STI) Singapura yang ikut terkoreksi sebesar 0,84 persen.

Wall street cetak rekor

Di tengah tren koreksi yang melanda kawasan Asia, pasar saham global sebenarnya masih mendapatkan angin segar dan dukungan positif. Ekspektasi pasar masih cukup kuat bahwa korporasi besar dinilai tangguh serta mampu menghadapi tantangan suku bunga dan biaya energi yang lebih tinggi.

Bahkan, optimisme ini tercermin jelas di bursa Amerika Serikat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite di Wall Street baru saja mencatat rekor penutupan tertinggi yang baru pada perdagangan hari Selasa sebelumnya.

Jadi, meski bursa regional sedang mengalami fase penyesuaian atau cooling down, prospek ekonomi global secara luas masih menyisakan ruang positif bagi para pelaku pasar yang jeli melihat peluang. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

IHSG lagi nggak baik-baik saja di sesi I, terutama karena saham-saham konglomerat kompak melemah dan ikut menekan indeks. Bursa Asia juga lagi cooling down karena investor mulai take profit dan wait and see menanti kinerja emiten besar. Tapi di sisi lain, Wall Street justru masih ngegas dengan S&P 500 dan Nasdaq yang mencetak rekor baru. Jadi, pasar global memang lagi mixed, dan investor perlu tetap jeli membaca peluang tanpa buru-buru ikut panik.

IHSG IHSG sesi 1 IHSG Hari Ini bursa saham asia

Infografis

Terkini