Bukan Asal Pangkas! 52% BUMN Tercatat Rugi, Danantara Gaspol Streamlining hingga 2027
astakom.com, Jakarta - Update terbaru dari panggung investasi tanah air, pemerintah lagi serius banget nata ulang aset-aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) supaya nggak cuma mangkrak atau jalan di tempat, tapi bener-bener jadi mesin pencetak cuan yang solid buat negara.
Lewat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, langkah-langkah strategis digeber abis-abisan demi hasil yang paling optimal.
Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, ngespill kalau Presiden Prabowo pengen semua aset BUMN diurus dengan manajemen kelas atas. Intinya, pengelolaan ini nggak boleh dilakukan secara asal-asalan, melainkan harus punya blueprint yang matang, terukur, dan terstruktur dengan rapi.
Arahan tegas dari Presiden
Sebagai sovereign wealth fund alias dana abadi negara, Danantara punya tanggung jawab yang nggak kecil. Lembaga ini dituntut buat nggak sekadar ngelola portofolio investasi, tapi juga mastikan setiap aset yang dipegang bisa ngasih hasil yield yang cuan serta berdampak positif buat perekonomian jangka panjang.
Secara real, aset-aset yang dimiliki negara itu punya potensi ekonomi yang luar biasa besar kalau di-treat dengan cara yang tepat. Makanya, arahan dari istana ini bener-bener jadi kompas utama buat ngebut dalam mengoptimalkan potensi kekayaan nasional.
"Ini yang Bapak Presiden memberikan arahan, bagaimana sekarang kita mengoptimalkan aset-aset yang ada di BUMN ini dengan tentunya perencanaan yang baik, terukur, terstruktur, dan juga memberikan, karena kita sovereign wealth fund, memberikan juga keuntungan, yield yang baik," kata Rosan di Istana Negara Jakarta, dikutip astakom.com Selasa (06/10/2026).
Pernyataan ini sekaligus jadi sinyal kuat kalau era efisiensi dan optimalisasi portofolio negara lagi masuk fase krusial. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa setiap aset yang dikelola mampu memberikan nilai tambah yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Roadmap streamlining BUMN sampai 2027
Bukan sekadar wacana jangka pendek, langkah pembenahan ini punya timeline kerja yang jelas dan terarah. Rosan menegaskan kalau program streamlining alias perampingan serta penataan ulang portofolio BUMN bakal terus digeber dan dilanjutkan secara konsisten hingga tahun 2027 mendatang.
"Awal perusahaan 1.074, yang memberikan dividen 97 persen itu hanya dari 15 perusahaan. Nah, yang lainnya mungkin rugi. Sebagian besar itu 52 persen rugi," kata Rosan.
Selanjutnya, pemerintah juga bakal turun tangan secara mendalam untuk menganalisis berbagai sektor, lini bisnis, dan aset yang berada di bawah payung BUMN. Tujuannya tentu saja untuk menentukan langkah strategis paling tepat guna mendongkrak efisiensi operasional.
Tol sampe pelabuhan dicek ketat
Nggak tanggung-tanggung, semua sektor strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak bakal masuk radar evaluasi ketat. Mulai dari infrastruktur jalan tol, bandara, sektor minyak dan gas (oil and gas), hingga pelabuhan laut, semuanya bakal dibedah satu-satu secara komprehensif.
"Kita akan analisa semua, apakah itu di jalan tol, di airport, oil and gas, bandara, pelabuhan, nanti kita analisa semua," tegas dia.
Langkah komprehensif ini tentu menjadi angin segar bagi iklim investasi di Indonesia. Dengan adanya penataan portofolio yang transparan, terukur, dan dikawal langsung oleh Danantara, pengelolaan BUMN diharapkan makin resilient dan siap menghadapi dinamika global ke depan.
Gen Z Takeaway
Danantara lagi gaspol beresin aset BUMN biar nggak cuma jadi aset nganggur, tapi benar-benar bisa menghasilkan cuan maksimal buat negara. Rosan Roeslani bilang Presiden Prabowo minta pengelolaan aset dilakukan dengan manajemen yang matang, terukur, dan terstruktur. Streamlining BUMN juga bakal dilanjutkan sampai 2027, termasuk evaluasi bisnis dari tol, bandara, migas, sampai pelabuhan. Intinya, aset negara bakal dibedah satu-satu supaya yang potensial bisa dimaksimalkan dan yang rugi nggak terus jadi beban.







