Bersin dan Hidung Meler Tak Selalu Flu, Kenali Rhinitis Alergi dan Pemicunya
astakom.com, Jakarta - Bersin berulang, hidung meler, mata berair, sampai tenggorokan terasa gatal sering dianggap sebagai tanda flu. Padahal, keluhan serupa juga bisa muncul akibat hay fever atau rhinitis alergi. Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan gejala alergi masih dapat terasa meski kadar pollen di udara sedang tergolong rendah.
Melansir University of Queensland (UQ) pada Selasa (06/10/2026), peneliti menganalisis hampir 115 ribu laporan gejala dari sekitar 25 ribu pengguna Melbourne Pollen App yang dikumpulkan sepanjang 2017–2023. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan berbagai faktor lingkungan, termasuk kadar pollen, cuaca, dan polusi udara.
Hasilnya menunjukkan bahwa rendahnya kadar pollen tidak otomatis berarti seseorang yang memiliki hay fever atau asma akan bebas dari gejala. Sensitivitas tiap orang terhadap pollen ternyata bisa berbeda, sementara jenis pollen lain dan polusi partikel halus juga berkaitan dengan keluhan yang dilaporkan.
Serbuk sri atau polen tetap bisa picu alergi
Max Tyler, ahli epidemiologi sekaligus kandidat PhD UQ, mengatakan penelitian tersebut menemukan adanya peningkatan gejala pada sebagian orang meski kadar pollen rumput masih berada dalam kategori rendah.
“Kami menemukan peningkatan gejala yang terukur pada sebagian orang ketika kadar pollen rumput diklasifikasikan rendah,” kata Tyler.
Menurutnya, respons setiap orang terhadap pollen tidak sama. Selain pollen rumput, penelitian tersebut juga menemukan hubungan antara gejala yang dilaporkan dengan pollen dari tanaman lain serta paparan polusi udara berupa partikel halus.
Artinya, dua orang yang berada di lingkungan dengan paparan pollen yang sama belum tentu merasakan reaksi alergi dengan tingkat yang serupa.
Associate Professor Nicholas Osborne dari School of Public Health UQ yang menjadi penulis senior penelitian mengatakan respons pada orang yang sensitif dapat muncul cukup cepat setelah terpapar pollen.
“Ketika seseorang yang memiliki asma atau alergi terpapar pollen, mereka kemungkinan akan merasakan dampaknya dalam waktu 30 menit karena hipersensitivitas yang dimiliki,” ujar Osborne.
Peneliti juga menemukan bahwa keluhan umumnya paling kuat pada hari ketika seseorang terpapar, kemudian cenderung berkurang pada hari berikutnya.
Rhinitis alergi bisa mirip flu
Keluhan hay fever sendiri cukup mudah bikin salah tebak karena gejalanya dapat menyerupai pilek. Body+Soul/News.com.au yang terbit pada 06/10/2026 menyebut sejumlah tanda yang umum muncul, seperti bersin, hidung berair, tenggorokan gatal, serta mata berair atau mengalami iritasi.
Cleveland Clinic kemudian menjelaskan bahwa pola munculnya gejala bisa menjadi salah satu petunjuk untuk membedakan alergi dengan infeksi.
“Memang bisa sangat sulit membedakan alergi musim gugur dengan pilek. Salah satu cara termudah adalah melihat riwayatnya. Jadi, jika Anda selalu mengalami gejala alergi pada musim gugur—bersin, hidung terus berair, serta banyak rasa gatal, seperti pada telinga, hidung, dan mata—itu lebih menunjukkan alergi daripada pilek,” kata Sandra Hong, MD, ahli alergi di Cleveland Clinic.
Hong menjelaskan, pilek atau infeksi virus umumnya berlangsung sementara dan dapat bertahan sekitar satu hingga dua minggu. Demam, nyeri tubuh, serta menggigil juga lebih mungkin muncul ketika penyebabnya adalah infeksi.
Sebaliknya, gejala alergi cenderung memiliki pola berulang ketika seseorang kembali terpapar pemicunya.
Kenali pemicu munculnya
Kalau keluhan terus muncul, langkah yang penting bukan sekadar menebak apakah itu flu atau alergi, tetapi memperhatikan pola dan kemungkinan pemicunya.
Cleveland Clinic menyarankan orang yang mengalami alergi untuk mengurangi paparan terhadap pemicu, baik dari lingkungan luar maupun dalam rumah. Beberapa langkah sederhana yang disampaikan Hong antara lain menjaga jendela tetap tertutup, mandi sebelum tidur dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar.
“Biasanya filter HEPA dapat membantu. Jika Anda berada di luar ruangan, cobalah memakai masker ketika banyak berkebun, menanam, atau menyapu daun jika gejala alergi sedang sangat mengganggu,” ujar Hong.
Hong juga menyarankan agar hewan peliharaan yang sering berada di luar rumah tidak tidur di tempat tidur karena bulunya dapat membawa ragweed dan jamur yang berpotensi memperburuk alergi.
Sementara itu, temuan UQ menunjukkan bahwa informasi mengenai pollen sebaiknya tidak dipahami secara hitam-putih. Kadar pollen yang rendah bukan jaminan semua orang yang sensitif akan terbebas dari gejala. Peneliti bahkan melihat adanya peluang untuk mengembangkan prakiraan alergi yang lebih personal dengan mempertimbangkan riwayat alergi dan pola gejala setiap individu. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Kalau hidung mendadak meler dan bersin terus, jangan buru-buru menyebutnya flu. Coba lihat polanya: apakah ada rasa gatal di hidung atau mata, apakah keluhan sering berulang, dan apakah muncul setelah berada di lingkungan tertentu. Rhinitis alergi dan pilek memang bisa punya gejala yang mirip, tetapi pemicunya berbeda.








