Tiga Kapal Negara Kemenhub Perkuat Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8
astakom.com, Jakarta – Pencarian korban KMP Virgo Transport 8 masih berlanjut setelah memasuki hari ketujuh operasi SAR. Di tengah proses tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memperkuat dukungan di lokasi dengan mengerahkan tiga Kapal Negara, yakni KN Kunyit, KN Grantin P. 211, dan KN Miang Besar.
Melansir dari keterangan resmi yang diterima astakom.com pada Sabtu (19/09/2026) ketiga kapal itu punya peran berbeda dalam operasi gabungan. KN Kunyit difokuskan pada dukungan kenavigasian dan penandaan lokasi kerangka kapal, KN Grantin P. 211 membantu penyisiran serta pengamatan sekaligus menyiapkan personel penyelam, sementara KN Miang Besar dikirim untuk ikut mendukung proses pencarian dan evakuasi korban.
Dukungan tersebut berjalan bersamaan dengan persiapan penanganan kerangka kapal di bawah laut. Kemenhub menyebut pembahasan bersama stakeholder dan perusahaan pekerjaan bawah air sudah dilakukan untuk melihat hasil survei kondisi kapal sebagai bagian dari persiapan teknis pengangkatan kapal.
KN Kunyit tandai lokasi kerangka kapal
KN Kunyit yang dikerahkan dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin telah memasang Wreck Mark Buoy atau Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) untuk menandai posisi kerangka KMP Virgo Transport 8. Pemasangan tersebut rampung pada Kamis (17/09/2026) pukul 15.25 LT.
Selain Wreck Mark Buoy, empat pelampung penandaan sementara juga dipasang di sekitar kerangka kapal. Penandaan ini dilakukan untuk membantu memastikan alur pelayaran tetap aman bagi kapal yang melintas sekaligus menandai area yang menjadi lokasi evakuasi korban.
Setelah pemasangan selesai, KN Kunyit tetap berada di sekitar lokasi. Kapal tersebut berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mendukung kegiatan penyelaman dan pencarian korban.
Berdasarkan komunikasi SROP Banjarmasin dengan KN Kunyit pada Jumat silam (18/09) pukul 11.21 LT, kegiatan penyelaman pencarian korban oleh Tim Gabungan telah berlangsung.
Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Hary Bowo Seno Putro, mengatakan dukungan KN Kunyit difokuskan pada aspek kenavigasian dan operasi SAR.
“KN Kunyit telah melakukan penandaan kerangka KMP Virgo Transport 8 dengan Wreck Mark Buoy dan penandaan sementara di sekitar lokasi. KN Kunyit juga tetap berada di lokasi untuk mendukung kegiatan penyelaman dan pencarian korban oleh Tim Gabungan,” kata Hary.
Di sisi lain, SROP Banjarmasin ikut menopang operasi lewat komunikasi dan pemantauan. Informasi keselamatan pelayaran juga disebarluaskan melalui Notice to Mariners (NTM) kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
KN Grantin dan Miang besar ikut bergerak
Selain KN Kunyit, KN Grantin P. 211 juga ditempatkan untuk memperkuat pencarian di area kejadian. Kapal tersebut melakukan penyisiran dan pengamatan sekaligus menyiapkan personel penyelam untuk mendukung operasi SAR gabungan.
Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak, Capt. Rusmanu, mengatakan KN Grantin P. 211 dikerahkan untuk memperkuat operasi SAR melalui penyisiran dan pengamatan di area kejadian guna membantu pencarian korban.
“KN Grantin P. 211 melakukan penyisiran dan pengamatan untuk mencari korban di daerah kejadian. Kami terus mendukung upaya Tim SAR Gabungan dan berharap proses pencarian dapat berjalan lancar,” jelas Capt. Rusmanu.
Sementara itu, Ditjen Perhubungan Laut juga mengirimkan KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda untuk ikut mendukung pencarian dan evakuasi.
Untuk penanganan korban, dua Reefer Container berukuran 20 feet telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Fasilitas tersebut disiapkan PT Meratus Line untuk mendukung kebutuhan proses autopsi. Kemenhub juga mengupayakan tambahan dua Reefer Container yang nantinya ditempatkan di kapal navigasi untuk membantu proses transfer dari lokasi kapal tenggelam menuju pelabuhan sebelum dibawa ke rumah sakit.
Operasi SAR diperpanjang tujuh hari
Setelah mengevaluasi seluruh proses operasi SAR hingga hari ketujuh, Basarnas memutuskan memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan selama tujuh hari ke depan. Perpanjangan ini menjadi kelanjutan pencarian terhadap korban KMP Virgo Transport 8 yang masih belum ditemukan.
Hingga Sabtu (19/09/2026) pukul 21.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 117 korban telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia, sementara 126 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KMP Virgo Transport 8.
Di saat yang sama, proses penanganan kerangka kapal juga mulai masuk tahap persiapan. Kemenhub menyebut rapat bersama stakeholder dan perusahaan pekerjaan bawah air telah dilakukan untuk membahas hasil survei kondisi kapal yang berada di bawah laut. Selanjutnya, persiapan teknis untuk proses pengangkatan kapal akan dilakukan.
Kementerian Perhubungan menyatakan terus mendukung penanganan kecelakaan KMP Virgo Transport 8, termasuk pendampingan bagi keluarga korban melalui penyampaian informasi resmi, layanan, serta pemenuhan hak korban, termasuk santunan asuransi. Kemenhub juga mendukung investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sesuai ketentuan yang berlaku. (deA/aNs)
Gen Z takeaway
Pencarian korban KMP Virgo Transport 8 masih berlanjut memasuki hari kedelapan setelah Basarnas memperpanjang operasi selama tujuh hari. Di lapangan, dukungan mencakup pencarian dan penyelaman, penandaan lokasi kerangka kapal, penanganan korban, sampai persiapan teknis untuk proses pengangkatan kapal. Data terakhir hingga Sabtu malam menunjukkan 126 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang dalam manifes.









