Spill Tipis-Tipis Kasus Titipan Mahasiswa Baru Unsoed, KPK Mulai Garap Warek Sampai Pihak Luar!

Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 17 September 2026 | 17:09 WIB
Spill Tipis-Tipis Kasus Titipan Mahasiswa Baru Unsoed, KPK Mulai Garap Warek Sampai Pihak Luar!
KPK tahan Rektor Unsoed Ahmad Sodiq di Jakarta, Jumat (21/8/2026), akibat OTT kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru beserta bukti uang tunai. [astakom/str-Antasena]

astakom.com, Jakarta - Kasus dugaan kecurangan penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto makin panas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi mendalami banget praktik nakal ini, termasuk dugaan adanya titip-menitip calon mahasiswa baru oleh oknum di jalur seleksi mandiri.

Demi membongkar kasus ini, tim penyidik KPK langsung memeriksa sejumlah dosen hingga tiga Wakil Rektor (Warek) Unsoed sekaligus.

"Ini didalami berkaitan dengan hasil temuan rangkaian kegiatan penggeledahan sebelumnya," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dipetik Kamis (17/09/2026).

"Ini untuk mengonfirmasi dan mendapatkan keterangan yang utuh bagaimana proses dan mekanisme penerimaan mahasiswa baru, khususnya di jalur mandiri, termasuk soal dugaan titipan-titipan,” tambahnya.

Pemeriksaan marathon ini digelar tim KPK di Mapolresta Banyumas pada Selasa (15/09/2026).

Daftar Petinggi Kampus yang Diperiksa

Sejumlah nama penting di lingkungan Unsoed dipanggil buat dimintai keterangan, di antaranya:

  • Wakil Rektor: Noor Farid (Warek I Bidang Akademik), Kuat Puji Prayitno (Warek II Bidang Umum dan Keuangan), dan Waluyo Handoko (Warek IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas). 
  • Guru Besar & Dosen: Nana Sutikna (Guru Besar Ilmu Filsafat Komunikasi FISIP), Mochamad Sugiyarto (Fakultas Peternakan), Weda Kupita (Fakultas Hukum), dan Untung Gunarto (Fakultas Kedokteran)

Budi menegaskan kalau kesaksian para Warek dan dosen ini krusial banget buat membongkar peta kecurangan yang ada. Keterangan mereka dipakai buat mengonfirmasi temuan dokumen dan barang bukti elektronik dari hasil penggeledahan sebelumnya.

Modus yang dimainkan para oknum internal Unsoed ini ternyata cukup beragam dan rapi, mulai dari:

  • Penarikan uang pelicin sebelum seleksi. 
  • Pelunasan mahar setelah pengumuman kelulusan. 
  • Tawar-menawar tarif kuota. 
  • Keterlibatan figur yang berperan sebagai pengepul. 

“Ini juga mengonfirmasi dokumen ataupun barang bukti elektronik yang didapatkan dalam rangkaian kegiatan penggeledahan. Sehingga keterangan dari para Wakil Rektor ini yang diduga dengan kapasitasnya mengetahui proses dan mekanisme penerimaan mahasiswa baru tersebut,” jelas Budi.

“Terlebih kalau kita melihat kembali konstruksi perkaranya, ini beragam modus yang dilakukan oleh para oknum di lingkungan Unsoed. Ada yang penerimaannya dilakukan di awal, di akhir atau pasca pengumuman, dan ada juga di klaster yang proses negosiasi itu dilakukan, bahkan ada pihak yang berperan sebagai pengepul, perantara antara pihak-pihak calon mahasiswa kepada oknum di internal Unsoed,” sambungnya.

Usut Rantai Titipan Sampai ke Luar Kampus

Penyidikan KPK dipastikan nggak cuma berhenti di civitas academica internal kampus aja. KPK siap mengusut tuntas rantai titipan yang melibatkan pihak sekolah (SMA) sampai aparatur birokrasi pemerintah daerah yang diduga ikut memfasilitasi pelolosan calon mahasiswa.

“Ya, ini semuanya kami dalami, sehingga dalam pememeriksaannya tidak hanya pihak-pihak dari Unsoed saja, tapi juga pihak-pihak lain ya, dari SMA, gitu kan," tuturnya.

"Bahkan juga penggeledahan sebelumnya juga kami lakukan di ruangan Sekda Banyumas, karena yang bersangkutan diduga mengetahui proses mekanisme penitipan mahasiswa dalam sistem penerimaan mahasiswa baru tersebut,” pungkas Budi. (RaM)

Gen Z Takeaway

KPK lagi usut tuntas dugaan skandal uang pelicin dan jalur titipan mahasiswa baru jalur mandiri di Unsoed Purwokerto dengan memeriksa tiga Wakil Rektor serta sejumlah dosen di Mapolresta Banyumas buat ngonfirmasi bukti digital hasil penggeledahan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo ngemutasin kalau modusnya beragam—mulai dari DP di awal, pelunasan pasca pengumuman, tawar-menawar kuota, sampai pake jasa pengepul—bahkan penyidikan ini dipastikan bakal terus melebar ke pihak luar kampus kaya oknum SMA hingga Sekda Banyumas yang diduga ikut memfasilitasi kelolosan calon mahasiswa.

Komisi Pemberantasan Korupsi Kasus Korupsi Universitas Soedirman

Infografis

Terkini