Presiden Prabowo Sentil Pemda Soal Anggaran Ngendap di Bank: Ke Mana Uangnya?

Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 17 September 2026 | 17:15 WIB
Presiden Prabowo Sentil Pemda Soal Anggaran Ngendap di Bank: Ke Mana Uangnya?
Presiden Prabowo Subianto wawancara bersama pimpinan redaksi media nasional dalam program Presiden Prabowo Menjawab di Hambalang, Jawa Barat [Dok. Bakom RI]

astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto blak-blakan menyoroti kinerja pengelolaan anggaran oleh pemerintah daerah yang dinilai belum optimal. Pasalnya, masih banyak anggaran yang sudah ditransfer pemerintah pusat ke daerah tapi ujung-ujungnya malah nggak dipakai buat pembangunan maupun pelayanan ke masyarakat.

Melihat kondisi ini, Presiden menegaskan kalau pemerintah pusat kudu memastikan tiap rupiah anggaran negara beneran dipakai secara efektif dan memberikan impact langsung buat warga. Hal ini pun jadi salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD).

Presiden membeberkan contoh nyata, mulai dari dana pemda yang cuma mampir dan ngendap di perbankan, sampai anggaran yang macet gara-gara drama politik lokal.

“Kadang-kadang aneh, uang oleh pemda itu tidak digunakan. Kita ada bukti. Ditaruh di bank, ada macam-macam. Atau ada konflik antara bupati sama DPR. Antara gubernur sama DPR. Jadi uang sudah kita transfer. Gak dipakai,” kata Presiden Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/09/2026).

Bongkar Masalah Infrastruktur Desa: "Ke Mana Uang Itu?"

Padahal, tujuan utama transfer anggaran ke daerah adalah buat ngebut pembangunan dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Pemda emang punya kewenangan penuh ngelola anggaran sesuai prioritas daerah, tapi penggunaannya tetap harus efektif dan accountable.

Presiden Prabowo juga menyoroti pembangunan fasilitas dasar di desa yang dirasa jauh dari kata sebanding sama kucuran dana jumbo yang disalurkan selama ini.

“Ini desentralisasi sudah jalan berapa? 25 tahun ya. Dana sudah kita turunkan ke tiap desa. Satu miliar. Selama 10 tahun terakhir. Transfer ke daerah sudah. Kenapa jembatan untuk di desa tidak pernah dibuat? Padahal jembatan itu hanya Rp400 juta,” kata Presiden.

Dengan realita di lapangan yang seperti itu, Presiden secara terbuka mempertanyakan efektivitas pemanfaatan dana pusat selama ini.

“Ke mana uang itu?”

Fokus Kebijakan Anggaran: Harus Ada Result!

Ke depannya, Presiden menegaskan kalau kebijakan anggaran nggak bisa lagi sekadar formalitas, melainkan harus berorientasi pada hasil nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemerintah pusat siap memperketat pengawasan supaya setiap alokasi APBN—maupun dana yang ditransfer ke daerah—bisa beneran mewujudkan pembangunan fisik dan pelayanan publik yang dirasakan manfaatnya oleh warga. (RaM)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo Subianto blak-blakan nyentil kinerja pemda yang dinilai nggak maksimal ngelola Dana Transfer ke Daerah (TKD) sampai bikin anggaran ngendap di bank atau mandek gara-gara konflik internal antara kepala daerah dan DPRD. Prabowo heran banget kenapa dana miliaran rupiah udah dikucurin selama bertahun-tahun tapi infrastruktur dasar kaya jembatan desa harga Rp400 juta aja masih nggak kebangun, makanya kebijakan anggaran pusat bakal diperketat biar tiap rupiah beneran kerasa impact-nya buat masyarakat, bukan sekadar habisin anggaran.

Presiden Prabowo Subianto anggaran daerah Pemerintah Daerah dana transfer ke daerah (TKD) Program Presiden Prabowo Menjawab

Infografis

Terkini