Try Out Menyala! Kontingen Indonesia Pede Tembus 10 Besar Asian Para Games 2026
astakom.com, Jakarta — Amunisi makin mantap! Kontingen Indonesia tampil optimis menatap gelaran Asian Para Games 2026 yang bakal berlangsung di Nagoya, Jepang, pada 18–24 Oktober 2026 mendatang. Rasa percaya diri ini meledak usai deretan atlet Merah Putih panen hasil positif selama rangkaian try out internasional.
Panen Medali di Rangkaian Kejuaraan Dunia
Dikutip dari laman Kemenpora, sejauh ini, sebanyak 101 atlet dari 12 cabang olahraga (cabor) sudah mengunci tiket ke Nagoya dengan performa di ajang pemanasan yang bener-bener bikin bangga. Cabor boccia jadi salah satu andalan utama usai menyapu bersih gelar juara umum di tiga kejuaraan dunia sepanjang tahun ini, termasuk World Boccia Championship 2026.
Hasil manis juga ditorehkan M. Fadli Imammuddin cs di cabor para balap sepeda yang memborong tiga emas, empat perak, dan tiga perunggu pada ajang Malaysia Para Road Race 2026.
Sementara itu, tim para bulu tangkis tampil sangat dominan dengan membawa pulang empat emas dari China Para Badminton International 2026 serta empat emas dan satu perunggu di Japan Para Badminton International 2026, disusul cabor para panahan lewat Kholidin dkk yang sukses mengamankan dua perak dan dua perunggu dari Hyundai World Archery Para Series 2026 di India.
Optimisme NPC Indonesia dan evaluasi skuad
Wasekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menegaskan bahwa hasil impresif selama try out menjadi bekal krusial untuk mengejar target masuk 10 besar, kendati patokan resmi medali emas saat ini masih berada di kisaran delapan hingga sembilan emas.
"Saat ini target medali memang baru delapan sampai sembilan emas, tetapi untuk peringkat, kami targetkan 10 besar masih bisa tercapai," kata Rima, Minggu (13/9).
Absennya cabor para catur—yang menyumbang 10 dari 29 emas pada edisi sebelumnya di China—memang jadi tantangan tersendiri. Namun, Indonesia berharap muncul kejutan dan kompensasi medali dari cabor lain seperti boccia, para panahan, dan para atletik.
"Kita berharap ada kejutan dari cabor yang prestasinya terus meningkat selama masa try out, seperti boccia dan para panahan. Para atletik juga menunjukkan performa signifikan. Semoga cabor-cabor ini bisa memberikan kompensasi atas hilangnya cabor para catur," jelasnya.
Perhitungan kekuatan kontingen bakal dirampungkan setelah seluruh cabor menuntaskan agenda try out. Skuad Garuda kemudian masuk ke fase maintenance di akhir September sebelum bertolak ke Nagoya pada pertengahan Oktober.
"Dari hasil kualifikasi ada sekitar 100 atau 105 atlet yang sudah lolos. Kita tinggal menunggu dua sampai tiga cabor untuk pengumumannya. Insya Allah pertengahan bulan ini sudah jelas siapa yang akan berangkat ke Nagoya," ungkap Rima.
Kholidin pede 90%, siap beri yang terbaik!
Dari cabor para panahan, Kholidin mengaku makin pede menatap ajang di Jepang nanti usai menjajal atmosfer ketat di India yang didesain mirip Paralimpiade.
"Pengalaman di India kemarin sangat luar biasa, karena kejuaraannya didesain seperti Paralimpiade. Lawan-lawannya sangat luar biasa. Saya sampai tiga kali sama terus nilainya. Alhamdulillah saya bisa dapat perak individu dan perunggu mixed team," kata Kholidin.
Pengalaman berharga tersebut dijadikannya bahan evaluasi mendalam demi memoles performa sebelum bertanding di Nagoya.
"Pengalaman itu menjadi modal buat saya untuk event selanjutnya di Jepang. Semoga saya bisa mendapatkan yang lebih baik, Insya Allah bisa mendapatkan medali emas," ujarnya.
Dengan persiapan yang sudah matang, Kholidin fokus memanfaatkan sisa waktu untuk memantapkan fisik dan mental.
"Alhamdulillah kesiapan kami sudah 90 persen. Tinggal 10 persen sisanya kami persiapan lagi agar lebih matang," tegasnya. (ACwan/RaM)
Gen Z Takeaway
Hasil try out gacor parah! Meski tanpa cabor para catur, kontingen Indonesia tetap pede mampu tembus 10 besar Asian Para Games 2026 di Nagoya (18–24 Oktober 2026). Boccia, para bulu tangkis, hingga para panahan siap jadi mesin pencetak emas baru!









