Lacak Korban Hilang, Creator Andrea Ramadhan Noticed Keanehan di Anak Krakatau, Ini Respon Basarnas!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 16 September 2026 | 10:01 WIB
Lacak Korban Hilang, Creator Andrea Ramadhan Noticed Keanehan di Anak Krakatau, Ini Respon Basarnas!
Lacak Korban Hilang, Creator Andrea Ramadhan Noticed Keanehan di Anak Krakatau, Ini Respon Basarnas! (Tangkapan layar IG: @andrearamadhaan)

astakom.com, Jakarta – Inisiatif pribadi dari seorang konten kreator drone bernama Andrea Ramadhan, bikin publik kaget dan langsung tersorot mata ke area Selat Sunda.

Keinginan sendiri di Laut

Andrea meluncur dari Lampung ke Pulau Sebesi, lalu menyewa kapal nelayan lokal demi membantu pencarian 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).

Saat menerbangkan drone di tengah laut buat menyisir lereng gunung berapi tersebut, Andrea awalnya gak menyadari detail kecil di layar kontrolnya.

Detail mencurigakan

Kejanggalan baru terdeteksi setelah seorang warganet mengirimkan pesan singkat terkait objek mencurigakan berbentuk busa putih mirip gelombang.

"Dia DM Instagram. Ya itu, bahwa menit sekian ada yang mencurigakan, coba dilihat gitu. Saya lihat, putar balik berkali-kali, saya zoom. Ya saya juga jadinya bertanya-tanya, ini apa ya, gitu," ungkap Andrea Ramadhan lewat sambungan komunikasi pada, Selasa (15/09/2026).

Terkait gambar itu diambil pada Minggu, (13/09/2026) sekitar pukul 06.45 WIB. Tanpa maksud berspekulasi lebih jauh, ia membagikan rekaman tersebut ke platform sosial agar praktisi atau pihak berwenang dapat menganalisis temuan itu secara langsung.

"Makanya saya share karena saya juga bingung itu apa. Mungkin orang yang biasa di laut mungkin pengalaman, Oh itu mah cuma ombak, cuma apa, karang, kan bisa jadi," jelasnya.

Perjalanan Andrea murni didasari rasa kemanusiaan untuk melacak keberadaan rombongan yang putus komunikasi sejak Senin, (07/09/2026).

Ia berharap rekaman udaranya bisa memberikan isyarat signifikan bagi tim penyelamat yang sedang berkejaran dengan waktu demi mendeteksi korban.

"Ya kalau saya kan saya orang awam di laut, jadi ya saya bertanya-tanya ini apa," ucapnya.

Respons cepat Basarnas

Menanggapi cuplikan yang viral di media sosial, Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten langsung merespons persoalan yang dimaksud guna memastikan keberadaan petunjuk tersebut.

Al Amrad selaku Kepala Kantor Basarnas Banten, memberikan keterangan resmi terkait operasi penyisiran.

"Jadi untuk KN SAR Tetuka sendiri itu melakukan searching di sekitaran Anak Gunung Krakatau dari Panaitan dan sempat tadi melakukan monitoring kurang lebih 4 kilometer dari Anak Krakatau dan menurunkan sekoci, menurunkan Sea Rider untuk melakukan searching dengan informasi yang didapatkan pada tanggal 13 yang beredar di Instagram ya, seperti itu" paparnya.

Hasil cross check lapangan

Selain memantau dari jarak jauh, armada Sea Rider yang dikerahkan tim SAR juga ikut menerbangkan drone dari jarak sekitar 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau.

Tim penyelamat di lapangan benar-benar gercep alias berpacu dengan waktu demi memverifikasi kebenaran info yang beredar di medsos tersebut secara cepat dan presisi.

"Dan setelah mereka melakukan cross-check tentang informasi tersebut, itu hasilnya nihil. Ya" ungkapnya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Aksi kepedulian yang berawal dari DM netizen ini ngebuktiin kalau kombinasi inisiatif warga dan teknologi drone bisa banget ngebantu membuka petunjuk baru saat kondisi darurat. Walaupun verifikasi Basarnas Banten di lapangan menyatakan hasilnya masih nihil, gercepnya koordinasi antara konten kreator, warganet, dan tim SAR patut diacungi jempol dalam misi kemanusiaan ini.

Jurnalis Hilang Kontak 5 Jurnalis Hilang Kontak Anak Krakatau Basarnas Banten

Infografis

Terkini