Kemlu RI Full Support Menlu Bangladesh Pimpin Majelis Umum PBB, Siap Kawal Mandat Dunia!
astakom.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia secara resmi melemparkan dukungan penuh atas terpilihnya Menteri Luar Negeri Bangladesh, Khalilur Rahman, sebagai Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA/SMU PBB).
Pemerintah RI menaruh harapan besar agar deretan mandat strategis yang sudah dirancang untuk satu tahun ke depan bisa terealisasi dengan mulus demi kemaslahatan masyarakat dunia.
Dukungan Penuh RI untuk PBB
Bagi Indonesia, partisipasi aktif di forum UNGA bukan sekadar formalitas, melainkan agenda yang sangat krusial.
"Bagi Indonesia, keteribatan kita di SMU PBB itu sangat penting, karena itu adalah satu dari enam main organisasinya PBB yang memiliki keanggotaan paling luas dari negara. Tentu terpilihnya Menlu Bangladesh sebagai presiden SMU PBB akan mengawal berbagai mandat yang harus dijalankan untuk setahun ke depan,” tutur Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachel dikutip oleh astakom pada Jumat, (11/09/2026).
Nabyl menegaskan kalau Indonesia siap mendukung realisasi seluruh program kerja setahun ke depan, termasuk yang berada di bawah pengawalan komite-komite Majelis Umum PBB.
“Tentu Indonesia sebagai anggota dari PBB dan juga memiliki banyak kepentingan. Kita mendukung agar semua program-program yang sudah ditetapkan untuk setahun ke depan itu bisa terlaksana dari berbagai komite-komite di bawah SMU PBB,” ungkap Jubir II Kemlu RI menjelaskan.
Kesiapan Delegasi Indonesia
Menanggapi pertanyaan terkait potensi hadirnya Presiden RI secara langsung dalam Sidang Majelis Umum PBB nanti, Nabyl menyampaikan kalau pihak pemerintah masih terus prepare beberapa opsi skenario. Walaupun begitu, ia memastikan kalau kesiapan dari segi isi dan substansi terus dimatangkan bersama kementerian terkait.
“Kita mempersiapkan berbagai skenario. Tapi tentu dari segi substansi semua persiapan tetap berjalan dan ini terus dimatangkan,” ucap Nabyl.
Ia mengimbuhkan kalau kepastian mengenai siapa yang akan memimpin delegasi Indonesia bakal diumumkan secara resmi pada waktu dekat. Di saat yang sama, tim Kemlu juga sudah mulai memetakan isu-isu prioritas yang bakal dibawa ke panggung internasional tersebut.
“Kita akan tentu pertama kita akan melihat dari tema besar SMU-nya sendiri, yang selain itu kita biasanya juga kita akan melihat perkembangan yang dalam setahun terakhir. Karena, SMU ini kan sudah sebuah event yang berjalan tahunan,” jelasnya.
Kemenangan Khalilur Rahman
Terpilihnya Khalilur Rahman sebagai Presiden SMU PBB ke-81 terbilang cukup sengit. Ia berhasil meraih 99 suara pada pemungutan suara secara rahasia, menyaingi pesaingnya, Andreas Kakouris asal Siprus, yang memperoleh 91 suara.
Dengan hasil ini, Rahman resmi gantiin posisi Annalena Baerbock, mantan Menlu Jerman yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Sidang ke-80 Majelis Umum PBB.
Nakhoda Baru
Dalam nakhoda barunya untuk Sidang ke-81, Rahman menekankan komitmennya untuk memegang teguh Piagam PBB. Ia mengaku siap menjadi perantara yang menjembatani berbagai perbedaan antarnegara anggota demi meraih titik temu atas krisis global.
Menlu Bangladesh itu juga menyoroti betapa pentingnya menyiapkan PBB agar siap menghadapi tantangan masa depan yang makin dinamis. Meskipun paham betul bahwa menyelesaikan konflik internasional bukan perkara instan, ia tetap optimistis bahwa ruang dialog yang konstruktif bakal terus diupayakan demi terciptanya perdamaian.
Masa jabatan Rahman akan berjalan selama satu tahun terhitung mulai 8 September 2026. Menariknya, kepemimpinannya bakal berlanjut di tengah momen krusial pemilihan Sekjen PBB baru untuk menggantikan António Guterres, yang masa jabatannya resmi berakhir pada 31 Desember 2026. (naD/RaM/aNs)
Gen Z Takeaway
Dukungan Indonesia buat Menlu Bangladesh di SMU PBB bukan cuma soal formalitas diplomasi, tapi langkah taktis biar kepentingan nasional makin didengar di panggung global. Pasalnya, PBB lagi memasuki momen transisi krusial—mulai dari resolusi krisis dunia sampai persiapan pergantian Sekjen PBB akhir 2026. Bikin panggung internasional makin dinamis dan wajib kita pantau terus peran aktif Indonesia di dalamnya.









