Lacak HP Korban yang Dipakai Video Call, Polisi Kantongi Identitas Dua Terduga Pelaku Penembakan ASN di Papua!

Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 12 September 2026 | 19:08 WIB
Lacak HP Korban yang Dipakai Video Call, Polisi Kantongi Identitas Dua Terduga Pelaku Penembakan ASN di Papua!
Anggota Satgas Damai Cartenz evakuasi warga di Papua. [dok. Tribratanews]

astakom.com, Jakarta - Kepolisian resmi mengidentifikasi dua terduga pelaku aksi penembakan tragis yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Papua. Kedua terduga pelaku yang kini diburu petugas tersebut masing-masing berinisial PN dan KT.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa pasca-aksi penembakan, kedua pelaku nekat menggunakan ponsel milik salah satu korban, Wili Mbuik, untuk melakukan video call ke pihak keluarga korban sebanyak dua kali.

“Ya kita sudah identifikasi. Ini betul terduga pelaku. Ada dua kali itu, dia video call ada dua kali menggunakan nomor korban yang handphone-nya dibolarii oleh pelaku,” kata Yusuf dalam keterangannya dikutip Sabtu (12/09/2026).

Pelaku Buronan Lama: Terlibat Penculikan Pilot hingga Kasus Istaka Karya

Berdasarkan hasil penyelidikan, rekam jejak PN dan KT ternyata bukan nama baru di ranah kejahatan. Keduanya sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas serangkaian aksi teror mengerikan di tanah Papua, termasuk kasus penculikan pilot yang berhasil dibebaskan pada 2024 serta pembantaian pekerja PT Istaka Karya pada 2019.

Dalam insiden PT Istaka Karya, kelompok tersebut terlibat aksi perampokan, penculikan, hingga pembunuhan terhadap sejumlah karyawan yang tengah menggarap proyek pembangunan jalan Trans-Papua.

Kini, kepolisian terus menggenjot proses pengejaran. Ponsel korban yang sempat dipakai pelaku untuk video call bakal dimanfaatkan tim sebagai salah satu petunjuk kunci guna melacak posisi persembunyian mereka.

Medan Berat Jadi Kendala, Polisi Tegaskan Pelaku Bergerak Secara Random

Proses perburuan di lapangan diakui tak berjalan mudah. Yusuf membeberkan kalau para pelaku punya kebiasaan berbaur secara cepat dengan warga lokal atau langsung melarikan diri ke dalam hutan belantara yang menjadi basis persembunyian mereka.

Selain itu, pihak kepolisian juga meluruskan spekulasi yang beredar dan belum menyimpulkan bahwa penembakan terjadi khusus karena para korban bukan Orang Asli Papua (OAP). Polisi menilai kelompok ini cenderung bergerak liar dengan menyasar korban secara acak.

"Kalau terkait dengan kelompok tertentu, ya, masih terlalu jauh kami untuk menilai seperti itu, sebab biasanya mereka melakukannya itu secara random," ujarnya.

"Jadi, kalau modus yang mereka lakukan, ini mereka memang selalu menebar teror dengan ancaman kekerasan maupun tindakan kekerasan," dia menandaskan. (RaM)

Gen Z Takeaway

Polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi dua terduga pelaku penembakan tiga ASN asal NTT di Papua, yaitu PN dan KT, yang nekat video call ke keluarga korban dua kali pakai HP milik korban pasca-kejadian. Jejak digital lewat ponsel tersebut kini jadi petunjuk kunci Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 buat memburu kedua pelaku—yang ternyata juga DPO lama kasus penculikan pilot 2024 dan pembantaian pekerja PT Istaka Karya 2019. Meski proses pengejaran terhalang medan hutan dan kebiasaan pelaku berbaur dengan warga, polisi menegaskan kelompok ini memang rutin menebar teror secara random ke siapa saja di lapangan.

kkb Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua Satgas Damai Cartenz

Infografis

Terkini