Harga Minyak Dunia Tembus di Atas USD100, ICP Ikut Terkerek

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 11 September 2026 | 20:32 WIB
Harga Minyak Dunia Tembus di Atas USD100, ICP Ikut Terkerek
Harga Minyak Dunia Tembus di Atas USD100, ICP Ikut Terkerek (ilustrasi/AI)

astakom.com, Jakarta - Harga minyak dunia mengalami lonjakan di atas USD100 per barel hari ini, Jumat (11/09/2026), di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Diketahui, harga minyak mentah Brent naik ke level tertinggi dalam empat bulan di USD109,97 per barel pada Jumat. Terganggunya distribusi perdagangan minyak lewat Selat Hormuz terus terjadi karena Amerika Serikat dan Iran masih bersitegang.

Pergerakan harga minyak mentah Brent yang selalu menjadi patokan global sempat naik sampai 7,1% mencapai USD 108 per barel sebelum ditutup pada level USD 107,63 per barel (naik 6,34%) pada Kamis. Ini adalah level penutupan tertinggi Brent sejak 19 Mei dan lonjakan satu hari terbesar dalam enam minggu terakhir.

WTI naik, sempat sentuh USD103

Selanjutnya, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik 7,3% dan mencapai USD103 per barel. Pergerakan harga WTI sebenarnya sempat naik turun, kemarin aja WTI turun dan ada di harga USD102,48.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia justru dinilai masih makesense dalam menetapkan harga rata-rata minyak mentah. Indonesian Crude Price (ICP) pada Agustus 2026, berada di angka USD89,4 per barel.

Angka itu menunjukkan adanya kenaikan sebesar USD7,75 per barel dibandingkan ICP Juli 2026 yang berada pada level USD81,68 per barel.

Formula ICP

ICP Agustus 2026 sendiri ditetapkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 352.K/MG.03/MEM.M/2026. Kenaikan harga minyak Indonesia terjadi seiring penguatan harga minyak mentah di pasar internasional selama Agustus.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan kenaikan ICP dipengaruhi oleh dinamika pasar global, terutama tingginya risiko geopolitik dan potensi gangguan pasokan minyak pada jalur-jalur perdagangan yang krusial.

"Rata-rata ICP Agustus 2026 yang naik menjadi USD89,43 per barel akibat dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh tingginya risiko geopolitik serta potensi gangguan pasokan di jalur-jalur krusial," kata Laode  di Kantor Direktorat Jenderal Migas, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

ESDM pantau harga minyak dunia

Kenaikan ICP yang terjadi ini related sama pergerakan harga minyak mentah dunia acuan global yang terus  terkerek naik juga. Kenaikan ICP sebesar USD7,75 per barel membalikkan tren pada Juli 2026, saat harga minyak mentah Indonesia turun USD1,77 per barel dari USD83,45 per barel pada Juni menjadi USD81,68 per barel.

Kementerian ESDM berkomitmen untuk terus mencermati perkembangan harga minyak mentah dunia buat menjaga ketahanan energi nasional dan menerapkan formula ICP secara transparan supaya mencerminkan dinamika pasar internasional dan tetap akuntabel buat keuangan negara dan industri minyak dan gas. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Harga minyak dunia lagi gaspol naik di atas USD100 per barel gara-gara tensi geopolitik Timur Tengah dan risiko gangguan pasokan lewat Selat Hormuz. Brent sempat tembus USD109,97, sementara WTI mencapai USD103 per barel. Di tengah lonjakan global ini, ICP Indonesia Agustus 2026 juga naik jadi USD89,43 per barel, atau bertambah USD7,75 dari Juli. Pemerintah pun terus memantau harga global dan menjaga formula ICP tetap transparan demi ketahanan energi dan kesehatan keuangan negara.

ICP harga minyak dunia harga minyak mentah harga minyak dunia naik

Infografis

Terkini