Riset Berbasis Al-Qur'an, Menag Tantang Mahasiswa Kedokteran UIN Bikin Inovasi

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 3 September 2026 | 10:31 WIB
Riset Berbasis Al-Qur'an, Menag Tantang Mahasiswa Kedokteran UIN Bikin Inovasi
Riset Berbasis Al-Qur'an, Menag Tantang Mahasiswa Kedokteran UIN Bikin Inovasi [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Buat kamu anak kedokteran yang lagi berjuang di kampus, ada pesan penting nih. Menteri Agama Nasaruddin Umar baru aja mensupport mahasiswa kedokteran di Universitas Islam Negeri (UIN) buat ngajadiin Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset medis.

Pesan super insightful ini diungkapkan Menag pas ngisi kuliah perdana buat mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun Akademik 2026/2027.

Menag menekankan kalau di UIN, sudut pandang terhadap Al-Qur'an itu harus lebih luas dan inovatif.

Al-Qur'an bukan cuma legitimasi

“Di UIN, Al-Qur’an tidak hanya dipandang sebagai kitab yang memberikan legitimasi terhadap penemuan akal. Al-Qur’an juga dapat menjadi sumber pertanyaan dan inspirasi bagi penelitian ilmiah,” tutur Menag di Auditorium Prof. MK. Tadjudin Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, dikutip oleh astakom pada Rabu (02/09/2026).

Menurut beliau, masih banyak banget ayat kauniyah dan kisah-kisah di Al-Qur’an yang bisa dieksplorasi pakai pendekatan sains modern. Sayangnya, selama ini perhatian umat Islam kebanyakan masih stuck di ayat-ayat hukum dan ibadah aja.

“Banyak ayat Al-Qur’an yang baru dapat dipahami lebih dalam ketika ilmu pengetahuan berkembang. Karena itu, jangan pernah menganggap ilmu pengetahuan modern bertentangan dengan Al-Qur’an. Tantangan kita justru menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi bagi lahirnya pertanyaan, penelitian, dan penemuan baru,” jelasnya.

Potensi besar ayat Kauniyah

Menag juga menjelaskan kalau semua aturan dan perintah dalam Al-Qur’an itu sebenarnya punya manfaat dan hikmah yang luar biasa buat manusia. Ada yang udah keungkap lewat pengetahuan, tapi ada juga yang masih jadi misteri dan nunggu buat diteliti.

“Apa pun yang diperintahkan dalam Al-Qur’an pada dasarnya memiliki hikmah bagi manusia. Sebagian hikmah tersebut telah ditemukan oleh ilmu pengetahuan, sementara sebagian lainnya mungkin belum ditemukan,” tegasnya.

Agenda keren ini diikuti secara hibrida oleh lebih dari 500 maba kedokteran dari deretan PTKIN ternama di Indonesia. Mulai dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Alauddin Makassar, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, sampai UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Menag berharap para maba ini bisa manfaatin privilege kuliah di PTKIN buat nempa diri jadi dokter, ilmuwan, sekaligus ulama yang valid dan terpercaya. Nggak cuma jago di lab, tapi juga punya akhlak dan spiritualitas yang makin level up.

Jejak legendaris Ibnu Rusyd

Beliau sempat spill contoh tokoh ilmuwan Muslim legendaris yang serba bisa, yaitu Ibnu Rusyd. Tokoh satu ini menguasai fiqih, filsafat, kedokteran, hingga tasawuf sekaligus membuktikan kalau tradisi Islam itu nggak pernah misahin antara ilmu agama dan pengetahuan.

“Kalian memiliki potensi untuk menjadi dokter, ilmuwan, dan ulama yang kredibel. Jangan sia-siakan kesempatan yang telah diberikan kepada kalian,” tutur Menag.

Lebih dari sekadar IPK

Terakhir, Menag mengingatkan kalau jadi calon dokter itu nggak cukup cuma modal IPK tinggi. Kedalaman spiritual dan karakter yang empati sama kemanusiaan itu wajib hukumnya.

“Saya berharap dari kampus ini akan lahir dokter-dokter yang memiliki keluasan wawasan, kecanggihan ilmu, ketajaman intelektual, dan kedalaman spiritual,” jelasnya.

Acara kuliah umum ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Tenaga Ahli Menteri Agama Andi Salman Maggalatung, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar, serta Dekan Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Zaki. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Kuliah kedokteran di UIN bukan cuma soal ngejar IPK sempurna atau hapalan anatomi organ, tapi kesempatan emas buat bikin breakthrough lewat integrasi Al-Qur'an dan sains modern. Menag ngingetin kalau ayat kauniyah itu 'tambang emas' riset medis yang belum banyak tereksplorasi. So, ini saatnya buktikan kalau kamu bisa jadi dokter next level—jago di laboratorium, kritis secara intelektual, dan punya empati serta kedalaman spiritual yang tinggi bak Ibnu Rusyd modern!

Riset Al-Quran Kemenag kemenag update

Infografis

Terkini