Presiden Prabowo Hadiri Jamuan Makan Siang dengan Vladimir Putin di Vladivostok
astakom.com, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melangsungkan agenda pertemuan ikatan diplomatik bersama Presiden Rusia Vladimir Putin lewat jamuan makan siang di Vladivostok, Rusia, Kamis (03/09/2026).
Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara didampingi oleh sejumlah menteri kabinet, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Mengawali pembicaraan, Presiden Prabowo mengutarakan rasa terima kasih serta kekagumannya atas penerimaan yang dinilainya amat ramah di Vladivostok.
"Terima kasih Yang Mulia Presiden Putin, presiden dari Federasi Rusia," ujar Presiden Prabowo. "Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok," sambungnya.
Ucapan selamat peringatan Hari Nasional Rusia
Selain itu, ucapan selamat dilayangkan atas peringatan Hari Nasional Rusia per 12 Juni 2026, disusul pujian atas suksesnya gelaran KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-20 pada 18 Juni 2026.
Beliau turut menyisipkan penjelasan mengenai ketidakhadirannya pada momen tersebut akibat dinamika dalam negeri.
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan. Tapi saya membayar utang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih," kata Presiden Prabowo.
Arah baru hubungan bilateral dan sektor maritim
Menjelaskan rekam jejak hubungan kedua pihak yang telah menginjak lebih dari setengah abad, Presiden Prabowo menilai Rusia senantiasa memegang peranan krusial bagi fondasi politik luar negeri Indonesia.
"Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu," ujar Presiden Prabowo.
Mengenai keikutsertaan dalam gelaran Forum Ekonomi Timur ke-9, Indonesia memandang forum ini sebagai sarana vital penghubung konektivitas wilayah.
"Kita berdua adalah negara Pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan, konektivitas dan kerja sama maritim sangat penting," kata Presiden Prabowo.
Di akhir perbincangan, ditegaskan kembali ikhtiar bersama untuk terus mengakselerasi berbagai bentuk kolaborasi demi keuntungan yang saling menguntungkan.
"Dalam beberapa hal hubungan kita terus meningkat, sebagaimana Yang Mulia telah menyampaikan di bidang ekonomi, perdagangan kita meningkat. Kita juga kerja sama dalam berbagai bidang juga mengalami kemajuan dan kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini. Terima kasih," tutur Presiden Prabowo. (aLf/RaM)
Gen Z Takeaway
Pertemuan Prabowo dan Putin di Vladivostok menegaskan hubungan Indonesia-Rusia yang makin strategis, terutama di sektor ekonomi, perdagangan, konektivitas, dan kerja sama maritim. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, penguatan kemitraan ini punya relevansi besar untuk memperluas kolaborasi di kawasan Pasifik sekaligus membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan.









