Auto Heboh! Gempa M 6,1 Hantam Sumba Barat Daya, Puluhan Rumah dan Gereja Rusak

Editor: Anri Syaiful
Senin, 5 Oktober 2026 | 01:08 WIB
Auto Heboh! Gempa M 6,1 Hantam Sumba Barat Daya, Puluhan Rumah dan Gereja Rusak
Sejumlah rumah di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Timur mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 6,1 pada Minggu (04/10/2026). [Dok. BPBD/BNPB]

astakom.com, Jakarta – Lindu berkekuatan magnitudo 6,1 mendadak mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu pagi (4/10/2026) sekitar pukul 06.55 WITA. Akses guncangan yang bikin panik ini berujung pada kerusakan belasan rumah warga hingga deretan fasilitas publik di lokasi kejadian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, pendataan sementara mencatat puluhan unit hunian terdampak guncangan darat tersebut.

“Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, di Kabupaten Sumba Barat Daya tercatat 20 unit rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan satu unit rusak sedang,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi yang diterima astakom.com pada Minggu (04/10/2026).

Kerusakan hunian ini teridentifikasi menyebar di beberapa titik, mulai dari Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, hingga Homba Karipit.

Fasilitas umum & rumah ibadah ikut kena dampak

Dampak lindu ternyata tak berhenti di permukiman warga saja. Tiga gereja di wilayah tersebut dilaporkan mengalami retak-retak dan retak struktur ringan. Ketiganya yaitu Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, serta Gereja Katedral Waitabula.

Fasilitas publik lain juga tak luput dari getaran gempa. Satu gedung sekolah dasar, SDK Manu Toghi, serta fasilitas Balai KB Desa Wallandimu ikut melaporkan adanya kerusakan fisik.

Sementara di wilayah tetangga, Kabupaten Sumba Barat, terdapat tiga unit rumah/asrama Koramil yang mengalami kerusakan ringan. Dua bangunan KDKMP juga tercatat mengalami retak dinding hingga langit-langit (plafon) yang ambrol.

“gempa tersebut juga menyebabkan satu orang mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Korban telah mendapatkan penanganan dan menjalani rawat jalan,” tambah Berton.

Episentrum dangkal dangkal, tidak berpotensi tsunami

Berdasarkan parameter analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di titik koordinat 9,70 LS dan 118,92 BT. Episentrumnya berlokasi di laut pada jarak 14 kilometer arah barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer. Walau terasa kuat hingga wilayah pesisir barat Pulau Sumba, BMKG memastikan peristiwa ini tidak memicu potensi tsunami.

Guncangan sempat memicu warga keluar rumah berhamburan untuk mengamankan diri, sebelum akhirnya situasi kembali kondusif.

Ratusan personel siap siaga di posko darurat

Tim reaksi cepat gabungan langsung bergerak menyisir area. BPBD Sumba Barat Daya dan BPBD Sumba Barat berkoordinasi erat dengan personel Kodim 1613/Sumba Barat serta Kodim 1629/Sumba Barat Daya guna melakukan pemetaan dampak bencana.

Sebuah posko awal penanganan darurat resmi didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya. Sebanyak 173 personel gabungan telah disiagakan—mencakup 30 personel Kodim 1613/Sumba Barat, 68 personel Kodim 1629/Sumba Barat Daya, dan 75 personel Yonif TP 930/TT.

Pihak BNPB, BPBD Provinsi NTT, dan Pemkab setempat menegaskan terus memperbarui data terkait korban, tingkat kerusakan, serta pasokan logistik bantuan yang dibutuhkan.

Berton mengingatkan publik agar tidak mudah terprovokasi isu simpang siur dan tetap memantau kanal informasi resmi.

“Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak memasuki bangunan yang kondisinya belum dinyatakan aman,” pungkas Berton. (aNs)

Gen Z Takeaway

Gegara gempa dangkal M 6,1 yang mendadak nge-hantam Sumba Barat Daya pada Minggu pagi (04/10/2026), 20 rumah warga plus sejumlah fasilitas umum kaya gereja sama sekolah langsung spill kerusakan ringan-sedang, bikin warga sempat panic mode dan berhamburan keluar rumah. Meski ada satu korban luka yang untungnya udah aman bisa rawat jalan dan gak ada potensi tsunami, tim gabungan BNPB bareng ratusan personel TNI tetap stay alert dan siaga di posko darurat buat mantau gempa susulan.

Gempa NTT Gempa Bumi Gempa Bumi Hari Ini Gempa Sumba Barat Daya

Infografis

Terkini