Update Gempa NTT: 70 Korban Jiwa, 40 Ribu Pengungsi & 11.925 Rumah Rusak

Editor: Anri Syaiful
Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Update Gempa NTT: 70 Korban Jiwa, 40 Ribu Pengungsi & 11.925 Rumah Rusak
Konferensi pers Update Penanganan Pasca-Gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Selasa, 18 Agustus 2026 . [Tangkapan layar YouTube BNPB Indonesia]

astakom.com, Jakarta – Bencana gempa bumi Magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan silam menyisakan duka mendalam. Data terbaru menunjukkan dampak kerusakan dan jumlah korban yang terus bertambah, membuat ribuan warga harus bertahan di pengungsian.

Update jumlah korban jiwa dan luka-luka

Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Laksamana Pertama TNI Bramantyo melaporkan korban gempa bumi di NTT kini tercatat berjumlah 70 orang meninggal dunia. Sementara, korban luka-luka mencapai 132 orang.

"Total korban adalah 202 orang, kemudian meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang. Kemudian, luka berat 40, luka ringan 92," ucap Bramantyo dalam konferensi pers daring melalui saluran resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia di YouTube pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Laporan dari tim SAR per Senin (17/08/2026) pukul 23.30 Wita ini menjadi acuan fokus pergerakan tim di lapangan, yang kini lebih diarahkan untuk membantu penyisiran, pencarian, serta proses pemulihan bersama BNPB.

"Sampai dengan hari ketiga kemarin relatif operasi yang kita laksanakan hanya tinggal penyisiran karena berdasarkan laporan atau masukan dan data dari para korban, tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian," Bramantyo menjelaskan.

Puluhan ribu warga mengungsi karena trauma

Selain korban jiwa, bencana ini juga memicu anxiety hebat di masyarakat hingga puluhan ribu orang memilih angkat kaki dari rumah mereka. BNPB mencatat ada sekitar 40 ribu orang yang kini terpaksa mengungsi. Wilayah dengan jumlah pengungsi paling banyak berada di Kabupaten Manggarai Timur.

"Data sementara pengungsi yang sementara ini kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa, ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati menerjemahkannya, namun ini karena dampak psikologis yang dirasakan warga," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, kemarin (18/08/2026).

Di Kabupaten Manggarai Timur sendiri, terdapat 966 jiwa yang mengungsi di posko BPBD, serta sekitar 14 ribu warga yang mengungsi secara mandiri. Total pengungsi di daerah ini menyentuh angka 15.465 jiwa. Dampak fisik di Manggarai Timur juga tergolong parah habis, dengan catatan 25 orang tewas, 442 orang luka berat, dan 513 orang luka ringan.

Sementara itu, Kabupaten Manggarai menempati posisi kedua dengan jumlah pengungsi terbanyak, yaitu 6.487 jiwa. Wilayah tersebut mencatat 27 korban tewas, 31 orang luka berat, dan 88 orang luka ringan.

Kerusakan bangunan dan wilayah terdampak paling parah

Kerugian materi akibat gempa ini juga tidak main-main. Belasan ribu bangunan warga hancur dan tidak bisa ditempati lagi.

"Total rumah yang rusak sebanyak 11.925 unit, dengan rincian rusak berat sebanyak 5.516 unit, rusak sedang sebanyak 1.916 unit, rusak ringan 4.493 unit," kata Berton.

Adapun tingkat kerusakan bangunan tertinggi tercatat berada di tiga wilayah utama. Rincinya, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Ngada. (aNs)

Gen Z Takeaway

Bencana gempa bumi yang menghantam NTT bener-bener bikin shock setelah Basarnas dan BNPB mengonfirmasi 70 orang meninggal dunia, ratusan lainnya luka-luka, dan sekitar 40 ribu warga terpaksa mengungsi akibat anxiety serta trauma berat. Nggak cuma memicu gelombang pengungsi—terbanyak di Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai—gempa ini juga bikin 11.925 rumah warga rusak parah hingga hancur total, dengan dampak kerusakan terparah meluas sampai ke wilayah Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada. 

Gempa NTT Pascagempa NTT Korban Gempa NTT nusa tenggara timur NTT BNPB basarnas

Infografis

Terkini