Bukan Cuma Sekali, 4 Gempa Signifikan Guncang Indonesia dalam 4 Hari, BMKG Ungkap Kondisi Terkini
astakom.com, Jakarta - Aktivitas gempa bumi kembali ramai terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Sejak Sabtu (15/8/2026), beberapa gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 6 tercatat di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, hingga Sulawesi Tengah. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada, tetapi tetap mengandalkan informasi resmi agar tidak ikut terseret kabar yang belum terverifikasi.
Melansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa signifikan terjadi di wilayah Flores, Simalungun, Parigi Moutong, dan terbaru Nias Selatan. Gempa Flores menjadi kejadian dengan magnitudo terbesar, yakni M 7,7, dan memicu tsunami kecil di wilayah sekitarnya. Sementara itu, gempa M 6,4 di Simalungun dan M 6,2 di Parigi Moutong terjadi pada hari yang sama, disusul gempa M 6,1 di Nias Selatan pada Selasa (18/08/2026).
Melansir pembaruan BMKG per Selasa (18/08/2026), aktivitas kegempaan di Flores masih berlanjut dalam bentuk gempa susulan. Hingga pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 2.119 gempa susulan dengan magnitudo M 1,3 hingga M 6,2. Sebanyak 24 di antaranya memiliki magnitudo di atas M 5, sementara 70 gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat.
Gempa NTT M 7,7 picu peringatan tsunami
Gempa paling besar dalam daftar ini terjadi di wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/08/2026). Analisis BMKG mencatat gempa berkekuatan M7,7 terjadi di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Data analisis BMKG menempatkan kejadian ini di wilayah Flores dan mencatat karakter gempa yang berkaitan dengan aktivitas tektonik di kawasan tersebut.
Karena pusat gempa berada di laut dan memiliki parameter yang memenuhi kriteria untuk pemodelan tsunami, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi tsunami yang perlu diwaspadai telah selesai.
Meski fase peringatan tsunami telah berakhir, aktivitas gempa di kawasan Flores belum sepenuhnya reda. Hingga Selasa (18/08/2026) pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 2.119 gempa susulan dengan magnitudo antara M 1,3 hingga M 6,2. Dari jumlah tersebut, 24 gempa memiliki magnitudo di atas M 5 dan 70 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat.
Simalungun ikut diguncang gempa M 6,4
Beberapa jam setelah gempa besar NTT, gempa signifikan kembali tercatat di Sumatera Utara. BMKG mencatat gempa M6,4 mengguncang kawasan Simalungun pada Sabtu (15/08/2026) pukul 17.54.52 WIB.
Data BMKG menempatkan pusat gempa sekitar 10 kilometer tenggara Simalungun dengan kedalaman sekitar 163 kilometer. Karena karakteristik dan kedalamannya, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Data kejadian M 6,4 itu juga tercatat dalam daftar gempa M5,0+ BMKG.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Meski magnitudonya cukup besar, kedalaman gempa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dampak guncangan di permukaan.
Parigi Moutong disusul gempa M 6,2
Pada malam harinya, gempa signifikan kembali terjadi di Sulawesi Tengah. Gempa M6,2 tercatat mengguncang wilayah Parigi Moutong pada Sabtu (15/08/2026) pukul 23.25 WIB.
Informasi BMKG menyebut gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Kejadian ini menambah daftar gempa bermagnitudo di atas M6 yang tercatat di Indonesia pada hari yang sama.
Dengan lokasi yang berbeda dari gempa NTT dan Simalungun, kejadian di Parigi Moutong juga tidak tepat jika langsung dianggap sebagai bagian dari satu sumber gempa yang sama. Posisi episenter dan karakter sumber gempa perlu dilihat berdasarkan analisis seismologi masing-masing kejadian.
Nias Selatan jadi gempa M 6,1 terbaru pada 18 Agustus
Selasa (18/08/2026) giliran wilayah Nias Selatan yang diguncang gempa M 6,1. BMKG mencatat kejadian tersebut berlangsung pukul 13.02.23 WIB dengan pusat gempa berada di laut sekitar 160 kilometer tenggara Nias Selatan, pada kedalaman 29 kilometer.
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Dalam informasi resminya, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi setelah gempa utama.
Kejadian ini sekaligus menjadi gempa M 6+ terbaru dalam rangkaian peristiwa kegempaan yang tercatat di sejumlah wilayah Indonesia sejak akhir pekan. BMKG terus memperbarui informasi gempa berdasarkan hasil pemantauan jaringan seismik dan analisis para ahli. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Empat gempa besar di lokasi berbeda dalam beberapa hari terakhir memang bikin waswas, tapi jangan sampai info di medsos malah bikin panik duluan. Yang perlu dilakukan justru stay alert, cek kondisi bangunan setelah gempa, jangan masuk ke bangunan yang retak atau rusak, dan pantau informasi hanya dari kanal resmi BMKG. Untuk gempa NTT, aktivitas susulan masih terpantau cukup tinggi, sementara gempa Nias Selatan terbaru dinyatakan tidak berpotensi tsunami. Jadi, bukan waktunya ikut menyebarkan prediksi atau kabar yang belum jelas—cek dulu, baru share.









