Menag Tanggap Cepat, Instruksikan Bantuan Langsung untuk Korban Gempa NTT
astakom.com, Jakarta – Kabar duka menyelimuti bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menanggapi bencana gempa bumi dahsyat yang baru saja terjadi, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang amat mendalam.
Gak pakai lama, Menag langsung menginstruksikan seluruh jajarannya untuk gerak cepat (gercep) terjun ke lapangan demi menyalurkan bantuan.
Gempa M 7,7 NTT
Bencana gempa bumi yang menghentak wilayah NTT pada Sabtu silam (15/08/2026), tercatat berkekuatan Magnitudo 7,7. Berpusat di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, guncangan hebat ini mengakibatkan puluhan warga meninggal dunia dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi.
Puluhan korban jiwa
Berdasarkan data sementara dari BNPB, sebanyak 47 orang dilaporkan meninggal dunia. Para korban tersebar di beberapa area, meliputi Kabupaten Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, hingga Manggarai Barat. Tak hanya menelan korban jiwa, gempa ini juga merusak pemukiman warga, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, tempat ibadah, serta berbagai fasilitas publik lainnya.
Di tengah situasi prihatin ini, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan rasa duka atas musibah berat yang dialami masyarakat terdampak.
"Saya Nasaruddin Umar, baik sebagai pribadi maupun sebagai Menteri Agama, menghaturkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kami di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), atas musibah gempa yang terjadi," tutur Menag, dikutip oleh astakom.com pada Minggu (16/8/2026).
Instruksi aksi cepat
Menag menekankan kalau Kementerian Agama tidak cuma memberikan emotional support berupa doa dan simpati moral, melainkan juga menyiapkan skema penanganan darurat yang konkret untuk meringankan beban para korban di lokasi bencana. Beliau meminta jajaran Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTT agar proaktif dan langsung aksi di lapangan.
Menag memberi perhatian khusus pada pendataan sarana prasarana publik dan keagamaan yang terdampak agar proses pemulihan bisa berjalan terarah.
"Saya mengimbau kepada segenap karyawan dan pegawai Kementerian Agama yang ada di NTT untuk sesegera mungkin proaktif melakukan pendataan dan langkah-langkah penanganan secepat mungkin. Terutama melakukan pendataan pada lingkungan sekolah keagamaan, pondok pesantren, madrasah, rumah ibadah, serta keluarga besar Kemenag yang terdampak," jelas Menag.
Seluruh potensi dan sumber daya internal Kemenag dikerahkan secara optimal demi menghadirkan solusi nyata bagi warga. Menag juga menguatkan para korban agar tetap tabah, optimis, dan percaya bahwa seluruh elemen bangsa hadir mendampingi di masa-masa sulit ini.
Pemerintah hadir
Menutup pernyataannya, Menag menyelipkan pesan penguat agar warga terdampak tidak merasa berjuang sendirian menghadapi cobaan ini.
"Jangan khawatir, kalian tidak sendiri. Tentu pemerintah bersama segenap warga bangsa Indonesia, khususnya umat beragama, akan ikut memberikan bantuan dan pertolongan. Doa kami selalu menyertai Bapak dan Ibu sekalian. Ya Tuhan, ya Allah, ya Rabbi, berikanlah kekuatan kepada saudara-saudara kami yang terdampak musibah ini," ungkap Menag. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Bencana gempa bumi Magnitudo 7,7 yang melanda Flores, NTT, memang jadi duka mendalam buat kita semua, tapi respons cepat (gercep) dari pemerintah dan Menag yang langsung turun tangan bawa bantuan konkret ngasih secercah harapan. Di situasi kritis kayak gini, solidarity is key—bukan cuma soal simpati di sosmed, tapi aksi nyata dan empati buat saling bantu saudara kita yang lagi tertimpa musibah.









