Di Hari Kemerdekaan, Polri Gaspol Kirim 44 Truk Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:08 WIB
Di Hari Kemerdekaan, Polri Gaspol Kirim 44 Truk Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, saat memberikan keterangan pers [Dok. Humas Polri]

astakom.com, Jakarta — Pas banget di momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) langsung action serentak ngirim bantuan kemanusiaan skala besar.

Jajaran Polda dari berbagai daerah dikerahkan buat ngebantu masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nggak main-main, sebanyak 44 truk plus 1 mobil box diterjunkan buat ngangkut seabrek kebutuhan pokok. Mulai dari air mineral, makanan siap saji, susu, beras, mie instan, biskuit, popok, selimut, kasur, alas tidur, terpal, pakaian, obat-obatan, sampai alat kebersihan. 

Nggak cuma sembako, Polri juga nurunin armada pendukung kaya genset, tenda, alat komunikasi, sarana air bersih, kendaraan dapur lapangan, hingga fasilitas water treatment.

Komitmen operasi kemanusiaan Polri

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan kalau pergerakan ini adalah bagian dari komitmen operasi kemanusiaan yang udah berjalan sejak awal gempa.

“Di Hari Kemerdekaan ini, Polri serentak bergerak dari berbagai wilayah untuk membantu saudara-saudara kita di Flores. Yang kita kirim bukan hanya logistik, tetapi juga sarana pendukung seperti dapur lapangan dan water treatment agar kebutuhan masyarakat di pengungsian bisa segera ditangani,” kata Trunoyudo, berdasarkan keterangan yang diterima astakom.com, Senin (17/08/2026).

Kolaborasi antar-Polda kirim bantuan

Polda Bali jadi salah satu yang langsung gaspoll ngirim lima truk bantuan pada Senin (17/08/2026).

Rincian muatannya di antaranya 1.015 dus air mineral, 318 dus mie instan, 100 dus biskuit, 5.500 selimut, 20 terpal, 6.333 dus popok, 250 kasur tipis, 60 dus susu, 250 kasur lipat, plus pasokan tisu basah dan kering.

Nggak mau kalah, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) ngerahin delapan truk logistik berisi air mineral, susu, makanan siap saji balita dan dewasa, selimut, terpal, mie instan, hingga biskuit. Posisi NTB yang dekat secara geografis bikin proses dorongan bantuan ke NTT jadi jauh lebih cepat.

Dari Pulau Jawa, Polda Jawa Tengah menerjunkan 10 truk dan satu mobil box. Isinya super komplit yakni 2.025 dus air mineral, 60 dus susu bubuk, 636 dus mie instan, 12.766 dus popok, 11.052 selimut, 20 terpal, 6,8 ton beras, minyak goreng, biskuit, gula, 15.000 potong baju anak dan remaja, satu ton abon, tiga unit genset, serta 600 sarung.

Polda Metro Jaya juga ikutan all in dengan menerbangkan 12 truk bantuan via jalur udara dari Bandara Halim Perdanakusuma yang dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya.

Sementara itu, Polda Jawa Timur (Jatim) ngirim sembilan truk logistik plus armada operasional berupa dua kendaraan dapur lapangan dan dua unit water treatment. Polda Jatim juga memboyong 31 personel Satbrimob, empat personel Ditpolairud, serta enam personel tim psikologi dan trauma healing.

Karena ngangkut armada gede, bantuan Polda Jatim diberangkatkan lewat jalur laut mengarungi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Kupang menggunakan Kapal Ferry Dharma Kencana V pada Selasa (18/8/2026) pukul 15.00 WIB dengan estimasi perjalanan lima hari.

“Pergerakannya berbeda-beda sesuai moda transportasi, tetapi tujuannya sama. Bantuan kita dorong sedekat mungkin ke wilayah terdampak, kemudian dikoordinasikan dengan Polda NTT dan Polres-Polres setempat untuk segera disalurkan kepada masyarakat,” kata Trunoyudo.

Bantuan lengkap hingga dukungan psikologis

Aksi puluhan truk ini melengkapi armada yang sebelumnya udah standby di lokasi, seperti Brimob BKO, tim SAR, K9, DVI, Dokkes, dan tim trauma healing. Polri juga terus menyuplai alat canggih kaya mesin Watergen, water treatment, MTP (Makanan Tambahan Polri), Wi-Fi portable, Wontech, sampai Starlink.

“Kebutuhan masyarakat kita lihat secara utuh. Ada kebutuhan pangan, air bersih, tempat tinggal sementara, kesehatan, komunikasi sampai dukungan psikologis. Karena itu, bantuan dan personel terus kita sesuaikan dengan data terbaru dari lapangan,” jelas Trunoyudo.

Data sementara Posko Terpadu/Polda NTT mencatat ada sekitar 8.861 hingga 8.911 jiwa pengungsi yang tersebar di 22 titik dan datanya terus diperbarui secara real-time.

Seluruh bantuan dihimpun Polda NTT

Biar nggak ada miss, seluruh bantuan bakal dihimpun Polda NTT sebelum didistribusikan ke Polres-Polres jajaran. Strategi ini dibuat biar bantuan nggak numpuk dan bisa langsung sampai ke tangan warga yang membutuhkan.

“Kami ingin bantuan ini tidak berhenti di gudang. Bantuan didorong sampai wilayah terdampak dan diteruskan melalui Polres setempat agar masyarakat yang membutuhkan bisa segera menerima,” terang Trunoyodo.

Bagi Polri, aksi kemanusiaan di tanggal 17 Agustus ini adalah bukti nyata nilai gotong royong dan empati buat masyarakat yang lagi tertimpa musibah.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang upacara dan perayaan. Hari ini jajaran Polri bergerak serentak untuk hadir dan membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana,” tandasnya. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Di momen HUT ke-81 RI, Polri menunjukkan gotong royong lewat aksi nyata dengan mengirim 44 truk dan 1 mobil box bantuan untuk korban gempa di Flores, NTT. Bukan cuma logistik, tapi juga air bersih, dapur lapangan, dan dukungan psikologis agar kebutuhan pengungsi bisa tertangani cepat dan tepat sasaran.

Polri Gempa NTT nusa tenggara timur HUT ke-81 HUT ke-81 RI HUT RI ke-81 Korban Gempa NTT

Infografis

Terkini