Update Gempa M 7,7 NTT: 47 Korban Meninggal & 5.000+ Warga Masih Survive di Pengungsian

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:20 WIB
Update Gempa M 7,7 NTT: 47 Korban Meninggal & 5.000+ Warga Masih Survive di Pengungsian
Pengiriman bantuan paket sembako untuk korban gempa NTT diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/08/2026) malam. [BNPB Indonesia]

astakom.com, Jakarta – Bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang menghantam Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) bikin kondisi di lapangan makin berduka. Lebih dari 5.000 warga terpaksa mengungsi setelah tempat tinggal mereka hancur, sementara korban jiwa tercatat mencapai 47 orang.

Sikka dan Manggarai bikin khawatir, titik pengungsian mulai penuh

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB mencatat wilayah Kabupaten Sikka jadi area dengan jumlah pengungsi paling padat, yakni 3.356 jiwa. Sebanyak 1.356 orang menempati GOR Samador, sedangkan 2.000 orang lainnya memilih mengungsi secara mandiri di 10 titik lokasi.

"Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai total 2.078 jiwa. Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar," kata Berton SP Panjaitan selaku Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan tertulis yang diterima astakom.com.

Lagi butuh bantuan darurat, pasokan logistik urgent banget

Kondisi di lapangan butuh perhatian cepat, terutama terkait kebutuhan dasar dan pasokan bahan pokok para warga yang terdampak. Penyintas di Kabupaten Manggarai butuh uluran tangan mendesak berupa puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, tandon air bersih, sampai genset.

Ratusan gempa susulan bikin panik, fasilitas publik rusak parah

Guncangan utama yang disusul 341 kali gempa susulan bikin kehancuran meluas. Manggarai jadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak yaitu 23 orang, disusul Manggarai Timur 17 orang.

"Sementara itu, korban jiwa lainnya tersebar di Kabupaten Sikka 4 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, Ende 1 jiwa, dan Nagekeo 1 jiwa. Setidaknya 101 warga dilaporkan luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam," imbuh Berton.

Selain korban jiwa, infrastruktur juga hancur berat. Sebanyak 914 unit rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan. Kerusakan juga melanda 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintah.

Pemerintah tetapkan Status Darurat, RS Lapangan mulai beroperasi

Pemprov NTT kini sedang memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. Di tingkat kabupaten, langkah cepat juga diambil:

Kabupaten Manggarai: Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari (15 Agustus–13 November 2026) via Keputusan Bupati No.319 Tahun 2026 dan pembentukan pos komando via Keputusan No.320 Tahun 2026.

Kabupaten Ngada: Tanggap Darurat Bencana dan Pos Komando selama 30 hari (15 Agustus–15 September 2026) via Keputusan Bupati No.441 dan No.442/KEP/HK/2026.

Kabupaten Manggarai Timur: Siaga Darurat Bencana hingga 4 September 2026 via Keputusan Bupati Nomor HK/141/Tahun 2026.

Petugas BPBD dan tim gabungan terus menyisir lokasi untuk validasi data. Untuk penanganan medis, Rumah Sakit Lapangan sudah berdiri dan langsung beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Akses jalan terputus, pengiriman logistik masih effort

Mengenai akses evakuasi dan pengiriman bantuan, jalur darat Larantuka-Maumere sudah aman dan bisa diakses. Namun, tim penanggulangan masih berupaya mencari jalur alternatif lain karena akses jalan utama penghubung Ende-Nagekeo masih putus total akibat gempa.

"Terkait akses mobilitas logistik dan evakuasi, jalur lintas darat Larantuka-Maumere terpantau sudah terhubung dan dapat dilalui. Namun, tim penanganan masih berupaya mencari jalur alternatif lain lantaran akses jalan darat penghubung Ende-Nagekeo hingga kini masih terputus akibat gempa," pungkas Berton. (aNs)

Gen Z Takeaway

Gempa M 7,7 yang menghantam Nagekeo, NTT benar-benar bikin shocked dan duka mendalam setelah merenggut 47 korban jiwa, bikin ratusan warga luka-luka, serta memaksa lebih dari 5.000 penyintas harus bertahan di pengungsian dengan pasokan logistik yang urgent banget. Kerusakan infrastruktur juga enggak main-main—ribuan rumah dan puluhan fasilitas publik hancur, bahkan akses Ende-Nagekeo masih putus total—sehingga status tanggap darurat langsung diberlakukan di berbagai wilayah selagi tim gabungan terus effort menyalurkan bantuan dan mendirikan rumah sakit lapangan.

Gempa NTT Gempa Bumi Gempa Hari Ini nusa tenggara timur Nagekeo Flores

Infografis

Terkini