Israel Tolak Peta Jalan Gaza, Indonesia Layangkan Kecaman Keras!
astakom.com, Jakarta – Indonesia enggak tinggal diam dan melayangkan kecaman keras atas sikap Israel yang menolak peta jalan 15 poin untuk implementasi rencana komprehensif pemulihan Jalur Gaza.
Langkah Israel ini dinilai sebagai upaya sengaja untuk menggagalkan terlaksananya kesepakatan internasional.
Kecaman keras RI
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, Indonesia memandang kalau peta jalan tersebut adalah bentuk upaya kolektif komunitas dunia dalam menjamin kembalinya kehidupan masyarakat Palestina di Gaza.
“Kami menolak setiap penolakan yang dapat menggagalkan upaya kolektif tersebut,” tutur Nabyl pada agenda press briefing di Jakarta, Kamis (13/08/2026).
Ia menjelaskan kalau rencana komprehensif yang bersifat ekstensif dan didukung oleh banyak pihak tersebut bertujuan untuk mengakhiri perang, sekaligus menciptakan stabilitas bagi bangsa Palestina dan negara-negara di kawasan.
Didukung DK PBB
Apalagi, rencana pemulihan Gaza ini juga bukan kaleng kaleng karena telah mendapat restu resmi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) melalui Resolusi 2803 yang disahkan pada November 2025 lalu.
“Indonesia mengingatkan supaya kita kembali pada asas kepatuhan dan komitmen implementasi penuh dari peta jalan rencana komprehensif tersebut,” ucap Nabyl.
Sikap keras Netanyahu
Sayangnya, respons berlawanan justru datang dari pihak lawan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Minggu mengungkapkan penolakan terhadap rencana pemulihan Gaza yang disusun oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
“Israel menolak dokumen 15 poin yang diterbitkan Dewan Perdamaian untuk Gaza,” tegas Netanyahu dalam pernyataan video setelah rapat kabinet, dikutip harian Yedioth Ahronoth.
Nggak cuma menolak dokumennya, Netanyahu juga menegaskan kalau pasukannya belum bakal mundur dari kawasan tersebut.
“Pasukan Israel tidak akan melaksanakan penarikan diri hingga Hamas sepenuhnya dilucuti,” sambungnya.
Hamas siap komit
Menariknya, di tengah penolakan keras dari pihak Israel, kelompok pejuang Palestina, Hamas, pada hari yang sama justru menunjukkan respons yang berbanding terbalik. Mereka menyatakan komitmen untuk mematuhi peta jalan demi melanjutkan tahapan kedua rencana perdamaian Gaza gagasan Donald Trump, meskipun Netanyahu menolak rencana tersebut.
Pada penyampaian resmi mereka, Hamas menegaskan keseriusannya untuk "terlibat secara bertanggung jawab" dalam implementasi rencana 15 poin tersebut dan menyusun jadwal yang jelas untuk pelaksanaannya.
Proses tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi dimulainya rekonstruksi besar-besaran di Gaza, serta memberi ruang agar Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) bisa segera menjalankan kewenangannya secara penuh di lapangan. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Rencana damai Gaza yang udah direstui DK PBB dan diarsiteki AS malah dimentahkan gitu aja sama Netanyahu yang kekeh gak mau narik pasukannya. Padahal, Indonesia dan komunitas internasional udah all-in nuntut kepatuhan demi warga Palestina, bahkan Hamas sendiri udah kooperatif buat mulai rekonstruksi Gaza. Basically, upaya damai global ini lagi ditahan sama keegoisan satu pihak.









