Produksi Padi Naik 0,07%! Kementan Gaspol Hadapi Ancaman El Nino

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 5 Oktober 2026 | 20:01 WIB
Produksi Padi Naik 0,07%! Kementan Gaspol Hadapi Ancaman El Nino
Produksi Padi Naik 0,07%! Kementan Gaspol Hadapi Ancaman El Nino [Dok. Kementan]

astakom.com, Jakarta - Pemerintah mengumumkan pencapaian sektor pangan nasional terutama padi terus menunjukkan hasil yang positif. Kementerian Pertanian melaporkan kalau produksi padi nasional terus menunjukkan angka pertumbuhan positif sepanjang delapan bulan pertama 2026.

Walaupun sekarang sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan cuaca dan potensi El Nino, tapi angka produksi padi menunjukin adanya peningkatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) ngespill temuannya kalau produksi padi Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini nunjukkin kalau adanya peningkatan 0,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Kenaikan produksi padi

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono ngespill kalau perolehan angka itu merupakan hasil penghitungan dari luas panen dan produktivitas padi yang telah berstatus angka tetap.

“Produksi padi dari Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG atau naik 0,07 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025,” kata Ateng dalam penyampaian Rilis BPS, dikutip astakom.com pada Senin (05/10/2026).

Selanjutnya kenaikan produksi padi tercermin dari luas panen. BPS mencatat luas panen padi pada Januari-Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare, atau setara dengan naik  0,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Luas panen padi pada Januari sampai Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare atau naik sebesar 0,11 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” kata Ateng.

Menopang konsumsi masyarakat

Pertumbuhan produksi padi ini turut menopang produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat. BPS ngespill kalau produksi beras pada Januari-Agustus 2026 mencapai 25,29 juta ton. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 dalam rentang year on year (YoY).

“Dengan demikian untuk produksi beras pada kondisi Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 mencapai 25,29 juta ton atau naik sebesar 0,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” katanya.

Capaian itu penting karena produksi padi berlangsung di tengah tantangan iklim yang terus diantisipasi. Potensi El Nino yang diperkirakan terjadi dengan intensitas kuat bisa dipastiin meningkatkan risiko kekeringan dan memengaruhi ketersediaan air untuk pertanian. Namun dengan data ini, hingga Agustus 2026, produksi padi nasional masih menunjukkan pertumbuhan.

Langkah mitigasi

Pemerintah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi tetap berjalan, terutama melalui penguatan pengelolaan air dan optimalisasi pompanisasi di wilayah yang menghadapi keterbatasan air. Langkah itu dilakukan untuk memastikan lahan pertanian tetap memperoleh pasokan air dan petani dapat mempertahankan aktivitas produksi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya bilang kalau pemerintah nggak bakal membiarkan petani menghadapi tantangan produksi sendirian. Pemerintah terus berperan untuk memperkuat dukungan sarana produksi sekaligus menjaga ketersediaan air bagi pertanian.

“Kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,” kata Mentan Amran.

Data final

Ateng menjelaskan, capaian produksi Januari-Agustus 2026 berstatus angka tetap karena penghitungan luas panen dan produktivitas pada periode itu udah pake data final.

Sementara itu, perkembangan produksi pada periode berikutnya masih dapat berubah mengikuti kondisi pertanaman di lapangan. Data produksi September-November 2026 sekarang masih berstatus angka potensi, sedangkan data produktivitas masih berupa angka sementara.

Perubahan kondisi cuaca, serangan organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan, hingga perubahan waktu panen dapat memengaruhi realisasi produksi pada periode tersebut. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Produksi padi nasional masih menunjukkan tren positif meski sektor pertanian lagi dihadapkan pada tantangan cuaca dan potensi El Nino. Sepanjang Januari–Agustus 2026, produksi padi mencapai 43,89 juta ton GKG, naik 0,07%, dengan luas panen 8,32 juta hektare atau tumbuh 0,11%. Produksi beras juga ikut naik 0,07% menjadi 25,29 juta ton. Pemerintah pun terus gaspol lewat penguatan pengelolaan air dan pompanisasi supaya petani tetap bisa produksi di tengah ancaman kekeringan.

Produksi Padi kementan Mentan Andi Amran Sulaiman BPS

Infografis

Terkini