Evaluasi Paruh Musim F1 2026: Performa Angin-anginan dan Kemunduran Tim Haas
astakom.com, Jakarta – Istilah "inkonsisten" menjadi kata yang paling tepat untuk menggambarkan perjalanan MoneyGram Haas F1 Team pada paruh pertama musim F1 2026. Hal ini diakui secara terbuka oleh kedua pembalap mereka, Oliver Bearman dan Esteban Ocon.
Alih-alih melanjutkan tren positif untuk merangsek ke papan tengah atas, tim asal Amerika Serikat tersebut justru mengalami kemunduran performa yang signifikan hingga gagal meraih poin dalam lima seri terakhir.
Pencapaian terbaik: finis posisi kelima di GP China
Awal musim 2026 sebenarnya sempat menghadirkan secercah harapan bagi Haas. Mengawali era regulasi baru F1 2026, Oliver Bearman langsung mengamankan posisi ketujuh pada seri pembuka di GP Australia.
Momentum tersebut berlanjut pada seri berikutnya di GP China. Pembalap berusia 21 tahun itu tampil mengesankan dengan mengamankan poin di laga Sprint, melaju hingga kualifikasi Q3, dan mengonversi posisi start ke-10 menjadi finis di urutan ke-5 (P5). Pencapaian ini menjadi hasil balapan terbaik Haas sejauh musim 2026 berjalan.
Rapor head-to-head pembalap: bearman ungguli Ocon
Dalam duel internal tim, Oliver Bearman mencatatkan keunggulan dominan atas rekan setimnya yang lebih berpengalaman, Esteban Ocon:
- Sesi Kualifikasi (Bearman 8-3 Ocon): Bearman berhasil memaksimalkan performa satu putaran (single-lap) dan delapan kali mengungguli Ocon pada sesi kualifikasi. Ocon tercatat lima kali gugur di kualifikasi pertama (Q1), sementara Bearman hanya tiga kali.
- Sesi Balapan (Bearman 7-4 Ocon): Pada sesi balapan utama, Bearman unggul 7-4 atas Ocon. Bearman saat ini mengoleksi 18 poin di klasemen pembalap (17 poin di antaranya diraih dalam dua seri awal), sedangkan Ocon baru mengemas 3 poin.
Kendati terdapat jarak poin yang cukup lebar, keharmonisan kedua pembalap tetap terjaga. Menjelang GP Hungaria, Bearman sempat membela Ocon dengan menyebutkan adanya ketidakseimbangan spesifikasi komponen mobil di antara mereka pada beberapa balapan, sehingga duel di internal tim tidak selalu berjalan dalam kondisi setara.
Momen terburuk dan masalah teknis jet darat VF-26
Selain hasil manis di GP China, paruh pertama musim 2026 juga diwarnai sejumlah momen kelam bagi Haas. Bearman sempat mengalami insiden kecelakaan hebat berdaya dampak 50G pada GP Jepang yang merusak parah sasis VF-26 miliknya, meski sang pembalap beruntung bisa keluar tanpa cedera serius.
Selain itu, insiden benturan antarrekan setim pada putaran awal di GP Monako dan GP Spa-Francorchamps turut memperburuk kondisi tim. Masalah teknis seperti kendala power unit deployment, downforce bagian belakang yang minim, serta paket pembaruan (upgrade) aerodinamika yang tidak bekerja optimal membuat Haas gagal mengemas poin sejak Seri ke-6.
Tantangan menghadapi paruh kedua musim
Haas saat ini tertahan di peringkat ketujuh klasemen konstruktor dengan 21 poin, tertinggal 40 angka dari Alpine di posisi keenam. Posisi Haas kini terancam oleh kebangkitan Audi dan Williams yang terus memangkas jarak dari belakang.
Masalah utama Haas terletak pada kecepatan pengembangan mobil. Di saat tim pesaing sukses memperkenalkan pembaruan yang efektif, paket upgrade Haas justru belum memberikan peningkatan performa yang konsisten.
Jeda musim panas (summer break) menjadi momentum krusial bagi Principal Tim, Ayao Komatsu, untuk melakukan evaluasi total dan menentukan arah pengembangan teknis mobil pada sisa musim 2026. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Haas is struggling in 2026! Sempat fly high di awal musim lewat finis P5 Ollie Bearman di GP China, performa Haas malah terjun bebas dan nirkandang poin di 5 seri terakhir. Meski Bearman unggul head-to-head atas Esteban Ocon (Kualifikasi 8-3, Balapan 7-4), masalah downforce dan upgrade mobil VF-26 bikin tim asuhan Ayao Komatsu ini harus kerja ekstra keras di paruh kedua musim!









