Optimalkan Potensi Haji-Umrah, Kemenhaj Integrasikan Ekosistem Ekonomi

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:08 WIB
Optimalkan Potensi Haji-Umrah, Kemenhaj Integrasikan Ekosistem Ekonomi
Optimalkan Potensi Haji-Umrah, Kemenhaj Integrasikan Ekosistem Ekonomi [Kemenhaj]

astakom.com, Jakarta Kementerian Haji dan Umrah, lewat Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU), lagi gencar banget menata ekosistem ekonomi Haji dan Umrah. Langkah ini diambil buat scale up dan memperkuat peran para pelaku bisnis asal Indonesia agar makin kuat di kancah internasional.

Inisiatif keren ini dibahas dalam rangkaian Forum Group Discussion (FGD) kelima bertajuk "Tinjauan Akademik Kerangka Awal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Indonesia dari Perspektif Ekonomi Syariah" yang digelar di Asrama Haji Banten pada Rabu (12/08/2026).

FGD ini jadi wadah buat spill berbagai masukan strategis demi menyempurnakan substansi Rancangan Besar (Grand Design/DB) pengembangan ekosistem ekonomi Haji dan Umrah.

Sinergi lintas sektor

Sekretaris Ditjen PE2HU, Cecep Khairul Anwar, menegaskan kalau koordinasi lintas sektor itu hukumnya wajib. Tujuannya sederhana biar semua pihak yang terlibat dalam ekosistem ini bisa bergerak selaras dan on track sesuai tugas dan fungsinya masing-masing, tanpa ada yang jalan sendiri-sendiri.

"Kita membutuhkan koordinasi. Setiap pihak memiliki tugas dan fungsinya masing-masing, tetapi kita perlu memastikan bahwa semua potensi ini beroperasi dalam ekosistem yang terpadu, bukan bertindak secara terpisah," ucap Cecep dikutip oleh astakom pada Kamis (13/08/2026).

Cecep berpandangan kalau kerangka awal Grand Design ini juga mencakup pemetaan regulasi beserta pemangku kepentingan (stakeholders) demi membangun ekosistem yang beneran terintegrasi. Pemetaan ini merangkul kejelasan peran, fungsi, wewenang, sampai mekanisme koordinasi antarpihak.

Fokus UMKM potensial

Biar hubungan pelaku bisnis lokal dengan pasar Arab Saudi makin connect dan real, Ditjen PE2HU juga gencar mendorong ajang pameran serta kegiatan business matching. Nggak cuma itu, UMKM yang relevan dengan kebutuhan Haji dan Umrah turut dipetakan secara detail untuk mengukur potensi dan kesiapan mereka mulai dari skala lokal hingga yang siap tembus pasar internasional.

Perkuat industri Halal

Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan di Grand Design, yakni memperkuat ekosistem ekonomi di Arab Saudi, menggenjot penggunaan produk asli Indonesia, serta memajukan industri halal dan UMKM sebagai pilar penting ekosistem Haji dan Umrah.

"Kami akan membatasi ruang lingkup kami secara khusus pada UMKM yang terkait dengan Haji dan Umrah. Jika kami terlalu luas dalam menyelidiki sektor UMKM, kami akan tumpang tindih dengan kepentingan pihak lain. Oleh karena itu, kami berfokus pada UMKM yang secara langsung terkait dengan Haji dan Umrah,” paparnya.

Akselerasi digital dan kemitraan

Pengembangan ekosistem ekonomi Haji dan Umrah ini nggak cuma soal bisnis sesaat, tapi juga soal mempererat kemitraan dan menciptakan nilai tambah ekonomi yang sustainable alias berkelanjutan. Kerangka desain ini memuat penguatan kerja sama, standardisasi layanan, hingga akselerasi digitalisasi.

Melalui FGD kelima ini, Ditjen PE2HU sukses menghimpun perspektif akademis untuk makin memperkokoh fondasi Grand Design. Semua masukan berharga ini bakal menyempurnakan pembentukan ekosistem yang terpadu, sekaligus memperluas dampak dan nilai ekonomi Haji dan Umrah yang nyata bagi masyarakat luas. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway 

Kemenhaj lagi nggak cuma ngurus teknis ibadah, tapi juga ngebuka peluang bisnis super gede buat produk lokal dan UMKM Indonesia biar go international di pasar Arab Saudi! Lewat integrasi ekosistem ekonomi dan percepatan digitalisasi ini, para pelaku usaha muda berpotensi ikut ambil bagian di rantai pasok industri halal global yang makin sustainable.

Kemenhaj Kementerian Haji dan Umrah Ekosistem ekonomi haji Haji dan Umrah

Infografis

Terkini

Pameran Indonesia Drone Expo 2026

Indonesia Drone Expo 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta, Kamis (13/08/2026) hadirkan inovasi teknologi pesawat nirawak unggulan dari 900 peserta berbagai negara.

Footage 20:30 WIB