Kemlu Buka Suara soal 3 WNI Korban Serangan di Selat Bab Al-Mandeb
astakom.com, Jakarta – Situasi di kawasan Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, mendadak mencekam usai insiden serangan drone pada Selasa (11/8/2026). Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi kalau terdapat 3 WNI yang turut menjadi korban dalam peristiwa horor tersebut.
Total dari 3 WNI tersebut, 1 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 2 lainnya mengalami luka-luka. Walaupun begitu, laporan mengenai korban jiwa hingga kini masih terus dicermati oleh pemerintah.
Dihantam rrone
Fyi, Kementerian Transportasi Yaman mengungkapkan kalau serangan ini menghantam kapal MV Tihamah saat melintas di Selat Bab Al-Mandeb. Pihak pemerintah Yaman menunjuk pemberontak Houthi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aksi penyerangan tersebut.
Berdasarkan pernyataan resmi dari Penjaga Pantai Yaman melalui siaran televisi nasional, tragedi ini memakan total 6 korban jiwa dan menyebabkan 10 orang lainnya luka-luka.
Data korban
Rincian 4 korban yang tewas dari kru kapal MV Tihamah mencakup 3 warga negara Pakistan dan 1 WNI.
Sedangkan 2 korban tewas lainnya merupakan prajurit militer dari Brigade Angkatan Laut ke-2 Yaman. Di samping itu, tim Penjaga Pantai Yaman telah berhasil mengevakuasi 11 ABK yang terdiri dari warga asal Pakistan dan Indonesia.
Kondisi WNI
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan kabar terbaru mengenai kondisi para ABK asal Indonesia tersebut. Ia menegaskan kalau korban luka telah mendapatkan tindakan medis sesuai kebutuhan.
“Dari tiga ABK WNI, satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapat perawatan di rumah sakit,” tutur Heni Hamidah dikutip oleh astakom.com pada Rabu, (12/08/2026).
Mengenai laporan ABK WNI yang gugur, Heni menyebutkan kalau pemerintah tidak mau gegabah dan tetap mengedepankan prosedur verifikasi informasi agar data yang diperoleh bener bener valid.
“Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi." sambungnya.
Upaya pemulangan
Untuk nge-makesure penanganan berjalan optimal, Kemlu bekerjasama dengan KBRI Muscat (Oman) terus memantau dinamika di Selat Bab Al-Mandeb dari dekat. Komunikasi intensif terus dibangun bersama otoritas setempat guna mengawal nasib para WNI.
“KBRI Muscat juga tengah berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI yang bersangkutan,” tegas Heni.
Heni menambahkan apabila situasi dan kondisi di lapangan sudah memungkinkan, pemerintah melalui KBRI Muscat siap memberikan fasilitasi penuh untuk memulangkan para WNI korban serangan drone tersebut kembali ke Tanah Air. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Konflik geopolitik di Selat Bab Al-Mandeb terbukti punya dampak nyata yang membahayakan keselamatan WNI kita di luar negeri. Di tengah situasi darurat kayak gini, penting banget buat publik tetap kritis dan enggak gampang makan rumor sebelum ada verifikasi resmi dari pemerintah. Langkah responsif Kemlu dan KBRI Muscat patut diapresiasi buat memastikan penanganan medis hingga rencana evakuasi para ABK berjalan aman dan transparan.








