Hormuz Masih Terkunci, Iran: Penuhi Syarat Kami atau Tetap Tutup!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 5 Oktober 2026 | 02:08 WIB
Hormuz Masih Terkunci, Iran: Penuhi Syarat Kami atau Tetap Tutup!
Hormuz Masih Terkunci, Iran: Penuhi Syarat Kami atau Tetap Tutup! [Kolase foto peta]

astakom.com, Jakarta – Situasi Iran dan Amerika Serikat makin panas, tapi pintu diplomasi belum ditutup. Pada Minggu, 4 Oktober 2026, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran siap "berperang maupun bernegosiasi" menghadapi AS.

Perang dan diplomasi

Di hadapan parlemen, Ghalibaf bicara lugas soal strategi negaranya.

"Kami hadir di medan perang militer dengan seluruh kekuatan dan akan menghadapi mereka dengan kejutan-kejutan baru. Kami juga menggunakan perangkat diplomasi untuk membangun keunggulan kami di bidang militer dan menegakkan hak-hak rakyat Iran," tutur Ghalibaf kepada parlemen, berdasarkan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.

Ia juga membeberkan kalau Washington sudah mengirim beberapa proposal lewat para mediator. Proposal itu datang setelah Teheran lebih dulu menyodorkan peta jalan 7 hari untuk membuka lagi Selat Hormuz.

Tujuh syarat Iran

Meski ada tawaran dari AS, Iran tidak bergeser. Seperti dilansir Al Jazeera pada Minggu (04/10/2026), Ghalibaf kembali menegaskan kalau selat itu tidak akan dibuka "sampai tujuh syarat kami berdasarkan Memorandum Islamabad terpenuhi." Memorandum Islamabad adalah kerangka kesepakatan yang dicapai pada Juni.

Ghalibaf menambahkan kalau Iran gak senang dan juga gak merasa terintimidasi atas proposal terbaru AS. Katanya, Iran akan berjuang dan bernegosiasi.

Trump tolak usulan

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Penolakan itu muncul hanya beberapa jam setelah Iran mengajukan peta jalannya. Padahal, di masa damai, selat ini dilalui seperlima minyak dan gas alam dunia.

Ini bukan pertama kalinya nada Trump keras. Bulan lalu, dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA), ia mengancam akan "menghancurkan" Iran.

Dari sisi diplomasi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi ikut bersuara pada hari yang sama. Ia menegaskan kalau Iran "serius dalam mencari solusi diplomatik sebagaimana kami serius dalam membela diri."

Di depan para duta besar dan diplomat asing di Teheran, Araghchi mengatakan Iran sudah menjelaskan syarat pembukaan selat dengan terang-benderang. Teheran berharap Washington memilih jalur diplomasi dan menerima proposalnya.

Tapi ia juga memberi peringatan. Kalau AS kembali menempuh aksi militer, Iran "lebih siap dari sebelumnya dan akan mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk membela diri."

Fokus ke Selat

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menambahkan kalau Teheran memakai panggung Majelis Umum PBB bulan lalu untuk menyampaikan posisinya kepada para pemimpin dunia soal pengakhiran perang AS-Israel di Iran.

Menurut Baghaei, ada perbedaan prioritas yang jelas. AS terus menyoroti pembicaraan nuklir, sementara tujuan utama Iran adalah membuka kembali selat.

“Pada tahap ini, kami terutama berfokus pada selat tersebut, dan perhatian utama kami adalah mencapai solusi dan memulihkan perdamaian dan stabilitas di jalur perairan ini,” ungkap Baghaei.

Selat Hormuz sebagian besar terblokir dan terganggu selama lebih dari 7 bulan, sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Dampaknya, dunia mengalami salah satu gangguan pengiriman maritim terburuk dalam beberapa dekade.

Selat Hormuz udah lebih dari 7 bulan nyaris lumpuh, dengan lalu lintas kapal yang banyak tersendat dan terhenti sejak AS dan Israel menggempur Iran pada 28 Februari silam. Akibatnya, dunia pelayaran lagi menghadapi salah satu kekacauan jalur laut terparah dalam beberapa dekade terakhir. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Iran lagi main dua kaki: siap perang, tapi tetap buka ruang negosiasi. Selat Hormuz yang jadi jalur seperlima minyak dan gas dunia belum bakal dibuka sebelum syaratnya dipenuhi, jadi dampaknya bisa kerasa sampai ke harga energi global.

selat hormuz Iran AS Negosiasi Damai Negosiasi AS - Iran

Infografis

Terkini