Menag Nasaruddin Umar Luncurkan Gebermas: Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat
astakom.com, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar baru aja ngebongkar alasan di balik gerakan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Gebermas) yang ditempatkan sebagai salah satu program pemberdayaan umat.
Bagi Menag, masjid itu emang bukan cuma tempat buat salat doang, tapi pusat kehidupan masyarakat yang punya peran penting buat ngebangun spiritualitas, pendidikan, sampai kesejahteraan umat.
Diikuti 50 ribu masjid
Pesan penting ini disampaikan Menag pas membuka Kick Off Gebermas 2026 di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta. Agenda ini dihadiri langsung sama jajaran Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, plus dikuti secara online sama jajaran Kantor Wilayah Kemenag Provinsi se-Indonesia. Gokilnya, lebih dari 50 ribu masjid beserta musala di seluruh Indonesia ikut join dalam gerakan ini.
Turut hadir mendampingi Menag, ada Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, Pimpinan Dewan Masjid Indonesia (DMI), sampai para penyuluh agama dan pengelola rumah ibadah se-Jakarta.
Menag menekankan kalau rumah ibadah punya posisi yang super sentral dalam kehidupan masyarakat karena jadi titik perjumpaan antara manusia dan Tuhan.
“Rumah ibadah itu sangat penting. Rumah ibadah adalah meeting point antara hamba dengan Tuhan. Tempat pertemuan antara hamba dengan Tuhannya,” tutur Menag di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Maka dari itu, menurut beliau, merawat kebersihan masjid gak bisa cuma dianggap sebagai tugas teknis biasa. Kebersihan itu justru jadi fondasi utama biar rumah ibadah bisa menjalankan fungsi-fungsi sosialnya secara maksimal.
Fondasi ibadah khusyuk
Menag nambahin, masjid yang bersih bakal bikin jamaah merasa nyaman. Dari rasa nyaman itulah, berbagai aktivitas keagamaan, pendidikan, dan sosial bisa tumbuh subur. Sebaliknya, kalau rumah ibadah kotor dan kusam, bakal susah buat jadi ruang yang hidup bagi masyarakat.
“Bagaimana kita bisa berkonsentrasi beribadah kalau masjidnya bau? Karena itu masjid harus bersih, tempat wudhunya bersih, toiletnya bersih, lingkungannya juga harus bersih,” jelasnya.
Menurut Menag, Gebermas ini adalah entry point buat menghidupkan lagi peran strategis masjid di tengah warga. Beliau ngajak masyarakat buat gak cuma berhenti di kegiatan bersih-bersih yang sifatnya seremonial, tapi menjadikannya sebagai budaya bersama yang konsisten.
Ajak aksi keluarga
Menag bahkan ngedorong biar agenda bebersih masjid ini dijadikan aktivitas keluarga. Para orang tua diajak buat ngebawa anak-anak mereka ikut merawat rumah ibadah, supaya rasa memiliki terhadap masjid udah kebentuk sejak dini.
“Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bawa anak-anak. Bersihkan karpetnya, bersihkan toiletnya, rapikan lingkungannya. Ini bukan pekerjaan yang rendah. Ini pekerjaan yang sangat mulia,” ucapnya.
Masjid memberdayakan umat
Lebih jauh lagi, Nasaruddin menjabarkan visi besar Kementerian Agama buat bikin rumah ibadah sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Beliau mencontohkan transformasi yang lagi berjalan di Masjid Istiqlal Jakarta.
Bagi Menag, rumah ibadah harus bisa menghadirkan manfaat yang jauh lebih luas buat umat, mulai dari penguatan pendidikan, ekonomi, budaya, sampai pelayanan sosial.
Di Istiqlal sendiri, berbagai fasilitas keren udah dikembangin, mulai dari pusat pembelajaran bahasa asing, perpustakaan digital, konsultasi keagamaan, fasilitas olahraga, penginapan gratis buat musafir, hingga penguatan ekonomi umat.
“Kalau selama ini umat yang memberdayakan masjid, maka ke depan masjid yang memberdayakan umat,” jelas Nasaruddin dimeriahkan olehtepuk tangan peserta.
Pernyataan tersebut jadi benang merah dari pergerakan Gebermas 2026. Gerakan yang ngelibatin lebih dari 50 ribu masjid dan musala ini gak cuma bertujuan bikin rumah ibadah jadi bersih dan nyaman, tapi juga ngebangun fondasi lahirnya pusat-pusat pemberdayaan masyarakat berbasis masjid di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad sempat memaparkan kalau Gebermas adalah bagian dari implementasi program prioritas Kementerian Agama di bidang ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah. Beliau berharap gerakan ini gak cuma hangat di momen launching doang, tapi bisa jadi kebiasaan yang terus dijalani sama pengelola masjid, penyuluh agama, dan masyarakat.
“Masjid yang bersih akan membuat ibadah semakin nyaman. Dari sana kita ingin rumah ibadah benar-benar menjadi pusat kegiatan masyarakat yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ucapnya.
Lewat Gebermas, Kementerian Agama berusaha nge buka lagi fungsi historis masjid sebagai pusat kehidupan umat. Kebersihan jadi langkah awal, sedangkan ultimate goal-nya adalah menghadirkan rumah ibadah yang gak cuma menguatkan spiritualitas, tapi juga Mampu memberdayakan masyarakat di sekitarnya. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Gebermas ngebuktiin kalau merawat masjid tuh bukan cuma tugas marbot atau acara formalitas doang, tapi lifestyle bareng yang impactful. Dengan jaga kebersihan dari hal simpel kaya toilet dan karpet, kita lagi nge-transformasi masjid jadi safe space yang nyaman buat produktivitas, belajar, sampai pemberdayaan ekonomi anak muda.








