Kemlu Buka Suara soal Kondisi WNI Usai Gempa Kolombia

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:29 WIB
Kemlu Buka Suara soal Kondisi WNI Usai Gempa Kolombia
Kemlu Buka Suara Soal Kondisi WNI Usai Gempa Kolombia [astakom/Jessica Jowena Yiswi]

astakom.com, Jakarta – Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 belum lama ini mengguncang Kolombia. Di tengah kabar ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) langsung bergerak cepat untuk spill kondisi terkini para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di sana. Kabar baiknya, seluruh WNI dipastikan berada dalam kondisi selamat.

Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, mengonfirmasi kalau pihak perwakilan Indonesia sudah langsung memasang radar komunikasi ke wilayah-wilayah yang terdampak.

WNI Dipastikan safe

"KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman," tutur Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah dikutip oleh astakom.com pada Rabu (12/08/2026).

Kemlu menekankan kalau KBRI Bogota tidak akan tinggal diam. Pihaknya terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi secara berkala dengan para WNI di lapangan, sekaligus menyiapkan skenario serta langkah-langkah darurat jika sewaktu-waktu terjadi gempa susulan.

Tak lupa, imbauan penting juga disuarakan agar para WNI di Kolombia tetap stay safe dan terus memperbarui informasi dari sumber terpercaya.

“KBRI Bogota mengimbau WNI di Kolombia untuk tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, memantau informasi dari sumber resmi. Serta, menjaga komunikasi dengan KBRI Bogota,” ucap Heni Hamidah.

Hotline darurat KBRI

Bagi WNI yang berada dalam situasi darurat atau membutuhkan bantuan cepat, KBRI Bogota telah menyediakan akses hotline resmi yang bisa dihubungi kapan saja melalui nomor +57 301 9061706.

Dampak & pusat gempa

Berdasarkan laporan USGS, gempa dahsyat ini berpusat di San José del Palmar, wilayah Chocó, atau sekitar 280 kilometer di sebelah barat Bogotá dengan kedalaman 107 kilometer. Bencana ini terjadi pada Senin silam (10/08/2026) pukul 07.34 pagi waktu setempat.

Guncangan keras tersebut dirasakan cukup meluas di berbagai kota besar di Kolombia, mulai dari Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, hingga Ibague. Merespons kondisi kritis ini, Pemerintah Kolombia langsung mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional dan membentuk Pos Komando Terpadu guna menilai kebutuhan penanganan di titik-titik bencana.

Dampak kerugian materiil maupun korban jiwa akibat bencana ini menjadi concern besar. Jumlah korban terus bertambah seiring proses evakuasi yang terus berjalan.

Status bencana nasional

Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, mengungkapkan data terkini mengenai dampak mematikan dari gempa tersebut.

"Setidaknya 111 orang tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada hari ini," ucap Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella dilansir dari Anadolu Ajansi pada Rabu, (12/08/2026).

Tak hanya merenggut nyawa, puluhan warga luka-luka dan ribuan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan parah.

"Gempa tersebut juga menyebabkan setidaknya 87 orang terluka, 61 bangunan runtuh, dan 1.575 rumah rusak," jelasnya.

Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, Pemerintah Kolombia secara resmi menetapkan status bencana nasional. Langkah ini diambil agar pengerahan sumber daya dan bantuan tambahan ke wilayah terdampak paling parah bisa berjalan lebih maksimal dan cepat. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Gempa bumi M 7,4 baru aja menghantam Kolombia dan memicu status bencana nasional setelah menelan ratusan korban jiwa serta merusak ribuan bangunan. Good news-nya, Kemlu konfirmasi kalau seluruh WNI di sana dipastikan safe. Buat Kamu yang punya teman atau keluarga di Kolombia, tetap pantau info resmi dan simpan nomor hotline KBRI Bogota di +57 301 9061706 buat antisipasi kondisi darurat!

Gempa Kolombia Kolombia WNI Kementerian Luar Negeri

Infografis

Terkini

Panen Jagung di Kota Malang

Petani memanen jagung manis di Merjosari, Malang, Jawa Timur, Rabu (12/08/2026), hasil panen tiga bulanan ini dipasarkan untuk kebutuhan sayur dan lauk warga.

Footage 15:01 WIB