Rahasia Indonesia Tahan Krisis: Doa Berjemaah dan Simbol Harmoni Bangsa
astakom.com, Jakarta – Di tengah gempuran krisis global yang bikin banyak negara kalang kabut, Indonesia ternyata punya rahasia tersendiri buat tetap berdiri kokoh. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan kalau kombinasi spiritualitas lewat doa berjemaah dan ademnya harmoni sosial antarumat beragama adalah benteng pertahanan paling solid yang dimiliki bangsa ini.
Bagi Menag, ketahanan nasional itu ukurannya nggak cuma sebatas angka-angka pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik semata. Ada fondasi yang jauh lebih dalam dan tak kalah penting: rasa syukur, kebersamaan, dan kedalaman spiritual warga negaranya yang selalu stay tuned merawat persatuan.
Pesan adem ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada gelaran Do’a Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan, dan Haul Pendiri NKRI dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia yang berpusat di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Pintu langit & ekonomi
Di hadapan para jamaah, Menag mengungkapkan betapa pentingnya mengetuk pintu langit secara kolektif demi keselamatan negeri. Ia menyebutkan kalau dunia internasional sendiri mengakui resilience atau daya tahan Indonesia yang luar biasa dalam menghalau dampak krisis global.
"Kita sangat memerlukan doa berjamaah untuk keselamatan bangsa kita. Di negara-negara lain, masyarakat dunia mengakui bahwa Indonesia memiliki ketahanan yang sangat baik sehingga tidak terdampak jauh dari krisis yang saat ini melanda dunia. Ini adalah hal yang wajib kita syukuri bersama atas izin Allah SWT," tutur Menag, dikutip oleh astakom.com pada Senin (10/08/2026).
Menag juga menambahkan, bukti nyata rasa syukur itu bisa dilihat dari stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten bertahan di atas angka 5% di antara negara-negara anggota G20. Vibes positif ini menurutnya harus terus dirawat melalui komitmen menjaga kerukunan dan persatuan hidup beragama.
Ikon toleransi dunia
Salah satu ikon kerukunan yang bikin Indonesia jadi role model toleransi dunia adalah keberadaan Terowongan Silaturahim. Jalur penghubung bawah tanah yang mengaitkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta ini punya tempat istimewa di mata internasional.
"Yang paling terkenal di sini adalah Terowongan Silaturahim yang menghubungkan dua rumah ibadah, satu-satunya di dunia. Setiap kali ada tamu negara, kunjungan pertama yang dikunjungi sesudah Istana Negara adalah simbol harmoni ini. Ini membuktikan bahwa Indonesia adalah rujukan dunia dalam toleransi dan kerukunan," papar Menag.
Seruan Menag
Momentum peringatan HUT ke-81 RI dan Doa Keselamatan Bangsa ini pun dijadikan sarana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat ikatan kebangsaan dan ikhtiar batin.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat toleransi, memperkuat sinergi sosial, serta menguatkan ikhtiar batin agar bangsa Indonesia selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman," ungkapnya.
Pesan Habib Luthfi
Nggak cuma Menag, ulama karismatik Habib Luthfi bin Yahya juga memberikan wejangan berharga. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran sejarah bagi generasi muda dan seluruh warga bangsa. Kemerdekaan serta kedamaian yang kita nikmati saat ini bukanlah hal yang jatuh gratis dari langit, melainkan hasil dari pengorbanan darah dan keringat para pejuang serta pendiri NKRI. Mendoakan mereka adalah wujud rasa hormat yang wajib hukumnya.
"Masyarakat dan generasi penerus bangsa harus terus mengingat perjuangan para pendahulu dan pendiri bangsa. Salah satu cara mengekspresikan rasa hormat itu adalah dengan memanjatkan doa untuk mereka serta berkomitmen meneruskan perjuangannya menjaga keutuhan NKRI," ucap Habib Luthfi.
Acara yang berlangsung sangat khidmat dan meriah ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting tanah air, antara lain Habib Luthfi bin Yahya, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta Staf Khusus Menteri Agama Hubungan Antarumat Beragama Gugun Gumilar. Nampak hadir pula para pimpinan ormas Islam, tokoh lintas agama, tokoh perempuan, hingga puluhan ribu warga dari berbagai penjuru daerah yang memadati area acara. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Ketahanan bangsa itu nggak cuma soal angka pertumbuhan ekonomi atau megahnya infrastruktur, tapi juga soal vibes toleransi dan rasa persatuan yang kita rawat bareng-bareng. Dari Terowongan Silaturahim sampai kesadaran menghargai sejarah perjuangan pendahulu, kuncinya ada di kekompakan kita buat tetap saling rangkul dan kirim doa positif buat masa depan Indonesia!









