Pesan Menag untuk Tokoh Agama Kalimantan: Rawat Harmoni Tiga Dimensi

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 10 Agustus 2026 | 16:31 WIB
Pesan Menag untuk Tokoh Agama Kalimantan: Rawat Harmoni Tiga Dimensi
Pesan Menag untuk Tokoh Agama Kalimantan: Rawat Harmoni Tiga Dimensi [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar baru aja ngajak tokoh-tokoh agama se-Kalimantan Raya buat level up kerukunan ke tahap yang lebih luas. Jadi, gak cuma sekadar akur antarumat beragama aja, tapi juga harus deep talk dan harmonis sama alam semesta. Menurutnya, harmoni sosial dan kelestarian lingkungan itu ibarat dua hal yang gak bisa dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan beragama.

Pesan adem ini disampaikan langsung sama Menag pas menghadiri agenda Temu Tokoh Agama se-Kalimantan Raya di Kalimantan Selatan. Acara keren ini juga dihadiri sama Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Kakanwil Kemenag Kalimantan Selatan Muhammad Tambrin, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi keagamaan, sampai tokoh-tokoh agama lintas iman dari berbagai provinsi di Pulau Kalimantan.

Menag memandang kalau Kalimantan Selatan ini emang contoh real no fake tentang gimana harmoni sosial bisa tumbuh subur di tengah perbedaan. Ia ngaku terkesan banget sama kekompakan antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat lokal yang vibes-nya tergolong langka dibanding daerah lain.

"Saya keliling Indonesia, tidak pernah saya melihat kekompakan seperti di Kalimantan Selatan ini. Luar biasa," tuturnya dikutip oleh astakom.com pada Senin (10/08/2026).

Bukan cuma akur

Menurut Menag, menjaga kerukunan itu jalurnya gak cukup cuma lewat hubungan manis antarumat beragama doang. Kerukunan juga wajib mencakup hubungan manusia sama lingkungan hidup. Ia ngingetin kalau sebanyak apapun persoalan dunia zaman now mulai dari perubahan iklim sampai bencana ekologis sebenarnya berakar dari cara pandang manusia yang egois, yang cuma menganggap alam sebagai objek eksploitasi.

Oleh karena itu, Menag ngajak para tokoh agama buat jadi pelopor dalam membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat. Agama punya peran yang super strategis buat menumbuhkan etika lingkungan sekaligus memulihkan kembali hubungan manusia dengan alam.

"Apapun agama kita di sini, saya mohon betul, mari kita mencintai lingkungan kita. Sebab kita tidak tahu, kalau alam ini hanya diperlakukan sebagai objek, kiamat akan datang lebih awal," ucapnya.

Ia turut nge spill sejarah kalau masyarakat tradisional Nusantara dari zaman dulu itu udah punya hubungan yang akrab dan relate banget sama alam. Berbagai macam tradisi lokal warisan leluhur itu pada dasarnya lahir dari pemahaman kalau alam adalah sahabat yang wajib dihormati, bukan cuma sumber daya yang bisa dikuras habis tanpa batas.

Makanya, Menag minta masyarakat jangan pernah memandang sebelah mata kearifan lokal yang ada di berbagai daerah. Ia berpendapat kalau tradisi-tradisi tersebut menyimpan nilai super penting tentang cara menjaga keseimbangan antara manusia dan alam tempat tinggalnya.

Pesan ekoteologi

Pesan ramah lingkungan yang dibawa Menag ini merupakan bagian dari pengokohan program ekoteologi yang lagi jadi agenda prioritas utama di Kementerian Agama. Lewat pendekatan ini, ajaran agama gak cuma fokus ke hubungan vertikal manusia dengan Tuhan, tapi juga mencakup tanggung jawab moral buat merawat bumi sebagai ruang hidup bersama.

Inti agama itu cinta

Menag menegaskan, kalau semua ajaran agama diverifikasi sampai ke intinya, ujung-ujungnya bakal bermuara pada satu nilai kasih sayang. Makanya, pendidikan dan dakwah keagamaan wajib jadi sarana buat menyebarkan cinta, bukan kebencian.

"Jangan sampai kita mengajarkan agama, tetapi mengajarkan kebencian terhadap agama lain. Itu namanya mengajarkan kebalikan agama," jelasnya.

Ia turut menambahkan, kalau seluruh nilai keagamaan diperas sampai ke intinya, maka yang tersisa adalah cinta. Dan nilai itulah yang wajib jadi dasar utama hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan seluruh alam semesta.

Potret toleransi Kalsel

Dalam kesempatan yang sama, Kakanwil Kemenag Kalimantan Selatan Muhammad Tambrin melaporkan kalau Kalsel emang udah terkenal sebagai daerah yang religius dengan tingkat toleransi yang top tier. Kehidupan umat beragama di daerah ini tetep mengalir dengan harmonis dan kondusif banget berkat sinergi manjur antara pemda, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat. Tokoh agama punya peran kunci dalam menjaga persatuan, moralitas, hingga moderasi beragama.

"Provinsi Kalimantan Selatan adalah banua yang religius yang menjunjung tinggi toleransi dan kearifan lokal. Alhamdulillah, kehidupan umat beragama di daerah ini berjalan harmonis, aman, dan kondusif," tegasnya. 

Tambrin juga ngasih data kalau Kalimantan Selatan saat ini punya total 3.530 rumah ibadah. Rinciannya terdiri dari 2.941 masjid, 253 gereja Kristen, 17 gereja Katolik, 260 pura, 26 vihara, dan 3 tempat ibadah Tionghoa. Keberagaman tempat ibadah ini jadi bukti sah kalau kehidupan keagamaan di Kalsel tumbuh subur dalam suasana saling menghormati.

Lewat ajang Temu Tokoh Agama se-Kalimantan Raya ini, Menag berharap bisa memicu komitmen bersama buat memperkuat kerukunan dalam makna yang paling utuh harmoni dengan Tuhan, harmoni dengan sesama manusia, dan harmoni dengan alam. Tiga pilar ini adalah fondasi paling krusial demi terwujudnya kehidupan yang damai, berkelanjutan, dan berkeadaban di masa depan. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway 

Spill rahasia kedamaian sejati: gak cuma stay chill sama sesama atau ibadah doang, tapi bumi juga wajib kita take care! Inti ajaran agama itu pure love bukan cuma buat manusia, tapi juga buat alam tempat kita hidup. Jadi pelopor kesadaran lingkungan lewat kearifan lokal adalah bukti real kalau cara beragama kita emang udah next level.

kemenag update Kemenag Menag Nasaruddin Umar Menteri Agama

Infografis

Terkini