Solusi Krisis Myanmar, PM Tailan Usul Pendekatan Bertahap ASEAN

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Solusi Krisis Myanmar, PM Tailan Usul Pendekatan Bertahap ASEAN
Solusi Krisis Myanmar, PM Thailand Usul Pendekatan Bertahap ASEAN [Ilustrasi/Gemini]

astakom.com, Jakarta – Perdana Menteri (PM) Tailan, Anutin Charnvirakul, menegaskan kalau negaranya lagi nyobain approach baru buat ngadepin krisis di Myanmar. Menurutnya, ASEAN butuh pendekatan bertahap sambil terus ngebuka ruang buat ruang dialogue dan diskusinya tetap jalan terus.

Pernyataan tersebut diungkapkan Anutin saat berpidato di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa, (04/08/2026) pada kunjungan perdananya ke Sekretariat ASEAN sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya sampai 2 hari di Indonesia.

Pendekatan bertahap

"Tailan telah mendorong pendekatan keterlibatan kembali yang dilakukan secara bertahap, dengan tetap membuka ruang dialog serta merespons kondisi di lapangan, sambil mendorong tercapainya kemajuan yang nyata," ucap Anutin dikutip oleh astakom pada Rabu, (5/8/2026).

Progres konkret

Ia menilai kalau formula yang didorong Tailan ini udah mulai nunjukin progres yang lumayan real. Salah satu bukti konkretnya adalah diizinkannya Komite Internasional Palang Merah (ICRC) buat meet up dan ketemu langsung sama pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Tailan juga berharap bakal ada lebih banyak positive progress dalam waktu dekat. Menurut Anutin, menciptakan Myanmar yang damai dan stabil itu bukan cuma penting buat Thailand yang statusnya tetangga dekat, tapi juga demi stabilitas dan persatuan seluruh kawasan ASEAN.

Walaupun begitu, dia menekankan Konsensus Lima Poin tetap menjadi kerangka prioritas yang memandu langkah ASEAN guna menangani krisis di negara tersebut.

"Prinsip yang sama juga berlaku ketika muncul perbedaan di antara negara-negara anggota ASEAN. Perbedaan tersebut harus dikelola secara damai dan dengan itikad baik oleh pihak-pihak yang berkepentingan," lanjutnya.

Dialog damai

Nggak cuma ngebahas isu Myanmar, Anutin juga menyentil dinamika serta perbedaan pandangan yang muncul di antara sesama negara anggota ASEAN. Menurutnya, tiap konflik internal harus tetap diselesaiin dengan peaceful mindset dan itikad baik dari semua pihak, termasuk soal isu dengan Kamboja.

Dia menyebut tindakan pemaksaan dan konsiliasi inisiasi Kamboja bertentangan dengan kesepakatan, tetapi Tailan tetap berkomitmen menyelesaikan perbedaan secara damai dan sesuai dengan hukum internasional sekaligus menjaga persatuan ASEAN.

"Ketika saya bertemu dengan mitra saya dari Kamboja di Cebu (KTT ke-48 ASEAN di Filipina), kami sepakat untuk memulihkan rasa saling percaya dan keyakinan serta memberikan kesempatan bagi perundingan bilateral," ucap Anutin.

Kondisi Myanmar

Sebagai informasi, krisis kemanusiaan di Myanmar sendiri udah berlarut-larut sejak kudeta militer pecah pada Februari 2021 lalu. Peristiwa itu langsung memicu gelombang protes besar-besaran yang belakangan malah berubah jadi konflik bersenjata di berbagai sudut daerah.

Dampak konflik ini benar-benar fatal ribuan nyawa melayang, jutaan warga lokal terpaksa mengungsi demi keselamatan, dan kondisi kemanusiaan di sana makin memprihatinkan sampai sekarang. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Resolusi konflik regional itu nggak bisa serba instan, butuh step-by-step engagement dan ruang dialog terbuka biar ada hasil nyata seperti akses bantuan kemanusiaan. Menjaga kedamaian di kawasan ASEAN butuh kompromi, komitmen bersama, serta kepala dingin demi kestabilan masa depan kita bersama.

Myanmar ASEAN Asean update PM Tailan

Infografis

Terkini