Blokade Selat Hormuz Bisa Berakhir, Iran Ajukan Syarat Ketat ke AS!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 23 September 2026 | 09:08 WIB
Blokade Selat Hormuz Bisa Berakhir, Iran Ajukan Syarat Ketat ke AS!
Blokade Selat Hormuz Bisa Berakhir, Iran Ajukan Syarat Ketat ke AS! GoogleMap])

astakom.com, Jakarta – Iran menyatakan kesiapannya untuk membuka kembali jalur pelayaran penting Selat Hormuz dalam kurun 7 hari. Namun, Teheran memberikan syarat tegas agar Amerika Serikat (AS) terlebih dahulu mengambil langkah nyata untuk menurunkan tensi pertikaian dan tekanan militer di kawasan tersebut.

Saran Ketat Iran

Berdasarkan laporan Kyodo News yang melansir dari keterangan pejabat senior pemerintah Iran pada Selasa (22/9/2026), penawaran tersebut telah disalurkan kepada pihak Washington melalui negara perantara. Langkah diplomasi ini merupakan bagian dari ikhtiar Teheran untuk menghidupkan kembali meja perundingan bersama Negeri Amerika Serikat.

Peluang damai di PBB

Pejabat tersebut membeberkan kalau poin proposal itu mencakup inisiasi dialog guna mengakhiri permusuhan secara permanen antar kedua belah pihak. Teheran juga berencana memanfaatkan momentum Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan ini untuk menggelar konsultasi intensif bersama negara-negara mediator.

Meski demikian, pihak Iran menutup rapat potensi terjadinya pertemuan langsung antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela agenda tahunan PBB tersebut. Walau tanpa pertemuan tingkat tinggi, ia menegaskan kalau ruang diplomasi menuju kesepakatan damai sejatinya belum sepenuhnya tertutup.

“Ada kemungkinan untuk bergerak menuju kesepakatan,” ungkap pejabat tersebut, dilansir dari laporan Kyodo News para Selasa, (22/9/2026).

Gencatan tuntutan ke AS

Guna memastikan proses perundingan berjalan mulus tanpa hambatan, pejabat tersebut menegaskan kalau AS dituntut menunjukkan niat serius dan komitmen yang jelas sebelum jalur diplomasi dilanjutkan lebih jauh.

Pihak Iran menginginkan signal positif dari Washington yang menandakan kesiapan AS untuk kembali duduk bersama di meja perundingan, mencabut blokade militer di pelabuhan-pelabuhan Iran, serta menghentikan seluruh operasi militer yang bersinggungan dengan Selat Hormuz. Jika syarat ini dipenuhi, Iran berjanji siap membuka kembali Selat Hormuz dalam tempo 7 hari.

Akar kebuntuan konflik

Opsi penawaran ini mengemuka di tengah kebuntuan negosiasi kedua negara mengenai hak navigasi di Selat Hormuz arteri paling krusial bagi lalu lintas komoditas dan pasokan energi global.

Eskalasi konflik bermula ketika AS dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari, yang langsung direspons Teheran lewat balasan ke Israel dan sejumlah fasilitas AS di kawasan regional.

Meski sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata via mediasi Pakistan pada April dan menandatangani Islamabad Memorandum of Understanding (MoU) pada Juni untuk ruang dialog 60 hari, ketegangan kembali pecah hingga AS memberlakukan ulang blokade pelabuhan dan Iran membalas dengan menutup total Selat Hormuz. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Drama Selat Hormuz akhirnya nemu titik terang setelah Iran nawarin buat buka lagi jalur minyak paling vital ini dalam seminggu, tapi syaratnya AS wajib back off dan setop blokade militer duluan. Walaupun Presiden Iran dan Donald Trump dipastikan nggak bakal bertatap muka langsung di PBB, pintu diplomasi tetap disisaian terbuka lebar asal AS nggak cuma jualan janji manis.

selat hormuz Iran AS Negosiasi AS - Iran Negosiasi Damai

Infografis

Terkini