Kenapa Ditjen Pesantren Penting? Menag Beberkan Perannya bagi Pendidikan Islam di Indonesia

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 23 September 2026 | 16:01 WIB
Kenapa Ditjen Pesantren Penting? Menag Beberkan Perannya bagi Pendidikan Islam di Indonesia
Kenapa Ditjen Pesantren Penting? Menag Beberkan Perannya Bagi Pendidikan Islam di Indonesia [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Kabar gembira nih buat dunia pesantren. Menteri Agama Nasaruddin Umar baru aja spill kalau hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren tuh bukan sekadar formalitas, tapi jadi bentuk penguatan identitas pendidikan Islam khas Indonesia yang emang udah beda dari sononya.

Beda dari sononya

Menurut Menag, pesantren punya "distingsi" alias ciri khas yang gak bisa dicontek negara lain, soalnya udah mengakar sejak zaman Wali Songo.

“Pesantren itu lebih kepada distingsinya pendidikan keislaman ala Indonesia. Sejak Wali Songo itu, kita punya tradisi kehidupan Islam tersendiri. Jadi pesantren itu mengajarkan Islam moderat dan sebagainya,” tutur Menag usai menghadiri rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Jakarta, dikutip oleh astakom pada Rabu (23/09/2026).

Statement ini disampein Menag usai rapat bareng Komisi VIII DPR, Selasa (22/09/2026).

Cetak sejarah baru

Yang bikin momen ini makin epic, kelahiran Ditjen Pesantren ini dibarengi Keppres baru dari Presiden. Buat Menag, ini semacam plot twist positif dalam perjalanan panjang pesantren di Indonesia.

“Karena kita punya nilai baru, kita juga punya Keppres baru. Ini sejarah yang kita buat, terutama Pak Presiden, karena inilah kali pertama pesantren mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah dengan adanya Keppres, penunjukan Direktorat Jenderal baru, Direktorat Jenderal Pesantren,” papar Menag.

Intinya, ini pertama kalinya pesantren punya wadah khusus di struktur pemerintahan, gak numpang lagi.

Bye bye underrated

Nah ini yang bikin miris. Menag ungkap fakta kalau selama ini ada sekitar 42.000 pondok pesantren di Indonesia, tapi dukungan anggarannya belum sebanding sama kontribusinya buat pendidikan formal.

“Selama ini Pondok Pesantren ada 42.000 Pondok Pesantren, kurang mendapatkan anggaran yang serasi dengan pendidikan formal. Dengan adanya Direktorat Jenderal Pesantren ini, maka Pondok Pesantren ini diharapkan akan lebih baik,” jelasnya.

Jadi harapannya, dengan adanya Ditjen ini, gap anggaran itu bisa mulai diperbaiki pelan-pelan.

Benteng moral zaman now

Poin paling relate buat generasi sekarang, Menag nekenin kalau peran pesantren makin krusial di tengah gempuran tantangan moral yang makin liar. Menurutnya, pesantren adalah salah satu benteng utama buat jaga karakter bangsa.

“Kontribusi Pondok Pesantren itu sangat dibutuhkan untuk mewujudkan karakter dan moralitas bangsa yang sekarang banyak godaan. Jadi semakin kuat godaan masalah moralitas itu, maka sebetulnya Pondok Pesantren itu harus lebih diperkuat,” ucap Menag.

Di penghujung pernyataannya, Menag berharap Ditjen Pesantren bisa jadi support system yang solid, sekaligus jaga biar ciri khas pendidikan Islam ala Indonesia tetap otentik dan gak luntur di tengah arus zaman. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Intinya, pesantren di Indonesia akhirnya dapet pengakuan 'level up' lewat Ditjen Pesantren dan Keppres baru biar gak cuma dipandang sebelah mata atau krisis anggaran lagi. Ini penting banget buat Gen Z karena pesantren bukan sekadar tempat belajar agama kuno, tapi benteng utama penyaring moralitas dan karakter moderat di tengah gempuran tren zaman yang makin liar.

Ditjen Pesantren Pondok Pesantren kemenag update Kementerian Agama

Infografis

Terkini