Di PBB, Presiden Turkiye Erdogan Serukan Tekanan Lebih Keras ke Israel!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 23 September 2026 | 12:31 WIB
Di PBB, Presiden Turkiye Erdogan Serukan Tekanan Lebih Keras ke Israel!
Di PBB, Presiden Turkiye Erdogan Serukan Tekanan Lebih Keras ke Israel! [ilustrasi/Gemini AI]

astakom.com, Jakarta – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan kembali angkat suara dan minta komunitas internasional untuk naikin tekanan ke Israel biar proses pembangunan ulang Gaza bisa segera jalan. Statement ini ia sampaikan di Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York, Selasa, (22/09/2026).

Desakan rekonstruksi Gaza

Menurut Erdogan, rekonstruksi Gaza itu urgent banget dan nggak bisa ditunda-tunda lagi.

“Kita perlu memulai rekonstruksi Gaza tanpa membuang waktu. Dalam hal ini, saya menyerukan kepada Anda untuk memberikan tekanan yang lebih besar kepada Israel,” tegas Erdogan, dilansir dari Anadolu Agency pada Rabu,(23/09/2026).

Konsistensi dukungan Palestina

Erdogan bilang Turki tetap on track dan konsisten sama kesepakatan yang udah diteken di Sharm el-Sheikh setahun lalu, dan bakal terus pantengin pelaksanaannya.

Dia juga yakin banget kalau segala usaha buat "ngerem" berdirinya negara Palestina bakal gagal total.

“Semua orang sekarang harus memahami dan menerima ini: Upaya untuk mencekik negara Palestina akan berakhir dengan kegagalan,” ungkapnya.

Harapan Erdogan, Palestina jadi negara merdeka yang wilayahnya utuh sesuai perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota

“Kita, insyaAllah, akan melihat hari-hari indah ketika Negara Palestina yang merdeka dan memiliki integritas wilayah, dalam perbatasan 1967 dan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, akan terwujud,” jelas Erdogan.

Di awal pidatonya, Erdoğan nunjukin rasa prihatinnya karena Presiden Palestina Mahmoud Abbas nggak bisa hadir di Sidang Umum PBB, dan ini udah tahun kedua berturut-turut.

“Presiden Palestina, Bapak Abbas, tidak dapat berada di ruangan ini selama dua tahun berturut-turut. Ketidakadilan terhadap saudara-saudari Palestina kami ini melukai hati nurani,” ucapnya.

Meski Abbas nggak hadir langsung, Erdoğan janji Turki tetap jadi corong suara buat perjuangan Palestina yang merdeka dan berdaulat.

“Meski Bapak Abbas tidak dapat hadir secara langsung, seperti yang kami lakukan tahun lalu, kami akan menjadi suara bagi negara Palestina yang bebas dan berdaulat,” tegasnya.

Nggak cuma itu, Erdogan juga nge challenge negara-negara yang belum mengakui Palestina buat mikir ulang sikap mereka.

“Hari ini, sekali lagi, saya menyerukan kepada semua negara yang belum mengakui negara Palestina untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka,” paparnya.

Tragedi kemanusiaan di Gaza

Soal situasi di lapangan, Erdogan gambarin Gaza sebagai wilayah yang udah jadi "pemakaman terbesar bagi anak-anak di dunia", plus punya angka amputasi anak tertinggi sedunia. Real nya, ini bukan sekadar statistik biasa, tapi tragedi kemanusiaan yang bikin miris.

Erdoğan sebut sekitar 74.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, udah gugur di Gaza dalam tiga tahun terakhir. Mereka disebutnya sebagai korban "teror negara Israel."

Dia cerita gimana warga Palestina masih terus nyari orang-orang tercinta di bawah puing-puing reruntuhan, dan sering kali yang ditemuin justru jasad pasangan, anak, atau orang tua mereka sendiri. Ada juga anak-anak yang kehilangan anggota tubuh akibat serangan Israel, tapi tetap struggle buat balik sekolah pakai prostesis kayu.

Fasilitas kesehatan pun makin kolaps lebih dari 70 persen generator di rumah sakit Gaza sekarang udah nggak berfungsi gara-gara kekurangan bahan bakar.

“Gaza adalah kamp konsentrasi paling tidak manusiawi dan memalukan pada zaman kita,” jelasnya.

Kritik terhadap sikap Israel

Erdoğan ungkap fakta pahit, lebih dari 1.500 warga Palestina meninggal bahkan setelah gencatan senjata Oktober 2025 disepakati lewat upaya Presiden AS Donald Trump plus kontribusi Turki dan negara lain.

Ironisnya, meski gerakan perlawanan Palestina udah setuju lanjut ke tahap kedua rencana perdamaian, pemerintah Israel malah kayak nggak niat sudahin pendudukan

Nggak cuma Gaza, Erdoğan juga soroti Tepi Barat yang lagi ngalamin periode terparah soal kekerasan pemukim. Dia juga highlight soal pembatasan akses bagi umat Islam dan Kristen ke tempat-tempat suci di Yerusalem, serta UNRWA badan PBB buat pengungsi Palestina yang terus jadi sasaran.

“Kita menghadapi pola pikir genosida yang tidak pernah puas dengan pembunuhan,” ucap Erdogan sambil nambahin bahwa siapa pun yang masih punya kemanusiaan, belas kasih, dan hati nurani, nggak mungkin bisa diem aja liat situasi ini.

Buat Erdogan, ini bukan sekadar isu politik atau kepentingan pribadi, tapi murni "masalah kemanusiaan" dan "masalah hati nurani bagi kita semua." (nAD/RaM/aNs)

Gen Z Takeaway

Pernyataan Erdogan di Sidang Umum PBB bukan sekadar retorika politik, tapi pengingat keras kalau krisis kemanusiaan di Gaza butuh aksi nyata yang urgent. Dukungan konsisten Turkiye buat Kemerdekaan Palestina menegaskan kalau perjuangan membela hak asasi dan kedamaian adalah masalah kemanusiaan serta hati nurani bersama yang nggak bisa terus-terusan diabaikan oleh dunia internasional.

Presiden Turki Erdogan Sidang umum ke-81 PBB PBB Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan

Infografis

Terkini