Wamenag: Libatkan Anak di Setiap Program Literasi, Ini Alasannya!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 31 Juli 2026 | 14:45 WIB
Wamenag: Libatkan Anak di Setiap Program Literasi, Ini Alasannya!
Wamenag: Libatkan Anak di Setiap Program Literasi, Ini Alasannya! (Kemenag RI)

astakom.com,  Jakarta – Gerakan literasi biar makin impactful dan gak garing ternyata ada kunci rahasianya. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H.R. Muhammad Syafi'i menegaskan betapa pentingnya mengikutsertakan anak-anak dalam setiap agenda penguatan literasi. Menurutnya, partisipasi anak secara otomatis bakal jadi domino effect yang menarik perhatian orang tua dan keluarga untuk ikutan nimbrung.

Pesan penting ini disampaikan Wamenag saat membuka Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) 1448 H di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kementerian Agama, Bogor, pada Kamis (30/07/2026).

Efek domino keluarga

Wamenag menyoroti kalau salah satu indikator utama keberhasilan suatu program adalah sejauh mana acara tersebut mampu memikat minat anak-anak. Karena itu, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai aktivitas edukatif yang melibatkan anak, seperti lomba mewarnai.

"Kalau anak-anak kita libatkan, orang tuanya akan ikut," ucapnya dikutip oleh astakom padaJumat,  (31/07/2026).

Inovasi sains & seni

Bagi Wamenag, pendekatan yang ramah anak akan mengubah gerakan literasi dari sekadar rutinitas seremonial biasa menjadi lifestyle dan budaya belajar sejak dini. Supaya acaranya makin seru dan gak monoton, ia mengusulkan agar Milfest menghadirkan kompetisi kreatif yang memadukan ilmu pengetahuan dengan seni salah satunya lewat lomba cipta lagu sains yang ramah anak.

"Saya kira perlu juga perlombaan lagu-lagu ilmu pengetahuan. Misalnya lagu tentang flora dan fauna, bagaimana tumbuhan hidup dan bernapas. Hal-hal seperti ini bisa dijadikan lagu. Yang kreatif-kreatif seperti ini saya kira bisa dijadikan agenda rutin atau kalender kegiatan," paparnya.

Bukan cuma lomba lagu, Wamenag juga mendorong beragam inovasi literasi kreatif lainnya agar proses belajar terasa lebih enjoyable sekaligus memantik rasa ingin tahu anak terhadap ilmu pengetahuan.

Ruang aman & nyaman

Pendekatan berorientasi anak ini sejalan dengan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GERNAS RANA). Gerakan ini berfokus menciptakan safe space bagi tumbuh kembang anak di rumah, sekolah, fasilitas publik, hingga ruang digital agar mereka terhindar dari toxic effect era digital. Menanggapi hal ini, Kementerian Agama sedang menyiapkan penguatan materi edukasi untuk membentegi dan membentuk karakter anak.

"Kawan-kawan di Kementerian Agama sedang menyusun kurikulum yang akan di-insert ke dalam kurikulum yang berjalan. Lagi-lagi untuk anak-anak. Karena cerita masa depan itu cerita anak-anak, bukan cerita kita," jelasnya.

Karakter & masa depan

Langkah ini juga seirama dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menekankan kalau pendidikan tak hanya soal level up kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun karakter yang kokoh. Menag menilai, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan madrasah sangat krusial dalam menciptakan ekosistem yang aman dan nyaman, sehingga lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Menutup arahannya, Wamenag mengajak seluruh jajaran Kemenag untuk menjadikan prioritas anak sebagai elemen wajib dalam setiap pembuatan kebijakan dan kegiatan.

"Mari kita sepakat bahwa apa pun program yang dibuat harus ada porsi yang berorientasi kepada anak-anak," tutupnya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Bikin acara atau gerakan literasi itu gak boleh boring atau sekadar seremoni doang! Kunci utamanya adalah bikin program yang child-friendly dan interaktif—seperti gabungin ilmu pengetahuan bareng seni—karena kalau anak-anak tertarik, keluarga dan lingkungan sekitarnya otomatis bakal ikut engage. In the end, investasi ke anak-anak hari ini adalah kunci utama buat level up kualitas generasi masa depan.

Kemenag kemenag update kemenag ri Kementerian Agama

Infografis

Terkini