Menkop dan Menbud Resmikan Revitalisasi Tugu Koperasi di Tasikmalaya
astakom.com, Jakarta — Pemerintah Indonesia melangkah tegas untuk menghidupkan kembali roh ekonomi kerakyatan dari akar sejarahnya. Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi mencanangkan revitalisasi kawasan Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Minggu (26/07/2026). Langkah strategis ini ditandai pula dengan penetapan resmi kawasan tersebut sebagai cagar budaya nasional.
Lokasi tersebut memiliki nilai histori luar biasa dalam perjalanan bangsa Indonesia. Di tempat itulah Kongres Koperasi Pertama digelar pada 12 Juli 1947, momentum bersejarah yang kemudian diabadikan sebagai Hari Koperasi Nasional.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa perbaikan kawasan ini bukan sekadar proyek pemugaran fisik semata. Revitalisasi Tugu Koperasi merupakan instruksi langsung dan amanat besar dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam merajut kembali kekuatan ekonomi berbasis koperasi dari tingkat akar rumput.
"Kita hari ini hadir menyaksikan pencanangan revitalisasi kawasan Tugu Koperasi sekaligus penetapannya sebagai cagar budaya. Tempat ini bukan hanya sebagai peninggalan bersejarah, tetapi akan kita jadikan sebagai titik pijak untuk memulai kembali gerakan koperasi secara masif, sejalan dengan cita-cita besar Presiden Prabowo untuk membangkitkan ekonomi rakyat," ujar Ferry, Minggu (26/07/2026).
Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa kawasan yang telah direvitalisasi ini nantinya akan diintegrasikan dengan program-program penguatan koperasi nasional. Pemerintah pusat bakal bersinergi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, hingga BUMN untuk menjadikan koperasi sebagai mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Menjadikan situs histori sebagai living heritage
Di saat yang sama, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti pentingnya menjaga integritas nilai sejarah yang ada di Tasikmalaya. Menurutnya, kawasan Kongres Koperasi 1947 adalah 'titik nol' dari gerakan ekonomi gotong royong masa kemerdekaan Indonesia yang harus dirawat dengan pendekatan warisan budaya yang hidup (living heritage).
"Ini adalah situs budaya yang hidup. Diharapkan dengan revitalisasi dari sisi fisik, situs budaya ini kembali bernyawa sehingga memantik ulang semangat bereksperimen dan bergotong royong lewat koperasi di seluruh pelosok Indonesia," tutur Fadli Zon.
Dukungan daerah: dari edukasi pelajar hingga inkubasi bisnis
Pemerintah Kota Tasikmalaya menyambut hangat penetapan dan poyek revitalisasi ini. Penjabat Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menilai bahwa pembenahan situs Tugu Koperasi akan memberikan dampak ganda yang berkesinambungan bagi daerahnya, baik dari aspek pendidikan ideologi ekonomi maupun pengembangan bisnis lokal.
Viman memproyeksikan kawasan ini kelak tidak hanya berdiri sebagai monumen pasif, melainkan menjadi pusat edukasi interaktif bagi para pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMP untuk mengenal jati diri dan sistem ekonomi berdikari bangsa.
"Bagaimana sejarah bangsa ini betul-betul bisa menumbuhkan semangat di anak-anak kita. Di sisi lain, tempat ini juga akan diaktivasi sebagai ruang inkubasi bisnis dan pusat kegiatan ekonomi kreatif bagi masyarakat lokal," jelas Viman.
Melalui sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah ini, pemugaran kawasan Tugu Koperasi Tasikmalaya diharapkan dapat menularkan energi baru bagi penguatan UMKM dan koperasi di seluruh Indonesia. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Situs bersejarah 'titik nol' Koperasi Indonesia di Tasikmalaya resmi direvitalisasi dan ditetapkan jadi Cagar Budaya oleh Menkop Ferry Juliantono dan Menbud Fadli Zon! Nggak cuma sekadar restorasi gedung tua bekas lokasi Kongres Koperasi Pertama 1947, spot ini dirancang jadi living heritage yang bakal difungsikan sebagai ruang edukasi sejarah ekonomi buat pelajar sekaligus hub inkubasi bisnis UMKM lokal. Respect the history, empower the economy!









