Kemenpora Akselerasi Pemerataan Akses Olahraga Disabilitas di Indonesia

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Senin, 27 Juli 2026 | 13:29 WIB
Kemenpora Akselerasi Pemerataan Akses Olahraga Disabilitas di Indonesia
Kemenpora menggelar Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas di Semarang, Jawa Tengah, pada 25–26 Juli 2026. [Kemenpora]

astakom.com, Jakarta — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) mempercepat pemerataan akses olahraga bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Sebagai langkah nyata meruntuhkan hambatan fasilitas dan minimnya pelatih terampil, Kemenpora menggelar Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas di Semarang, Jawa Tengah, pada 25–26 Juli 2026.

Kegiatan pelatihan yang diikuti 115 peserta dari National Paralympic Committee (NPC) Jawa Tengah dan Special Olympics Indonesia (SOIna) ini dibuka resmi oleh Analis Kebijakan Ahli Utama Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Dwijayanto Sarosa Putera.

Dalam arahannya, Dwijayanto membeberkan fakta bahwa angka partisipasi olahraga penyandang disabilitas nasional saat ini baru mencapai 11,6 persen. Kendala utamanya bukan terletak pada minimnya minat, melainkan keterbatasan fasilitas ramah disabilitas serta langkanya instruktur berpola pikir inklusif.

Peserta jadi agen perubahan

"Pelatihan ini lebih dari sekadar transfer ilmu teknis. Kami berharap para peserta pulang sebagai agen perubahan, pemandu bakat (talent scout), serta penyala harapan di komunitas masing-masing demi menemukan talenta-talenta disabilitas berprestasi," ujar Dwijayanto.

Selama dua hari, peserta dibekali materi komprehensif mulai dari teori, praktik lapangan, hingga evaluasi kompetensi. Langkah ini mendapat sambutan positif dari Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Jateng, Anton Asfihani, serta Ketua Bidang Organisasi NPCI Jateng, Slamet Widodo, yang menilai ToT sebagai momentum strategis menjaga keberlanjutan regenerasi atlet.

Widyawati, salah satu peserta relawan, mengaku terpacu untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat ke wilayah pelosok. Kemenpora berharap hadirnya para alumni  ToT ini mampu menciptakan efek bola salju (snowball effect) dalam memperluas jangkauan olahraga inklusif secara berkelanjutan. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Olahraga untuk semua bukan sekadar wacana! Kemenpora baru aja melatih 115 master trainer di Semarang buat mendongkrak partisipasi olahraga disabilitas yang saat ini baru 11,6%. Para peserta ini disiapkan jadi talent scout dan agen perubahan ke daerah-daerah supaya teman-teman disabilitas makin mudah mengakses fasilitas olahraga dan mencetak prestasi. Empowerment in action! 

National Paralympic Committee (NPC) Special Olympics Indonesia (SOIna) kemenpora

Infografis

Terkini