Harga Daging Sapi Tembus Rp180 Ribu/kg! Satgas Pangan Gaspol Stabilkan dan Kejar Distributor Red Flag
astakom.com, Jakarta - Harga daging sapi di pasaran akhir-akhir ini emang lagi naik signifikan. Merespon temuan harga daging sapi yang tembus di kisaran Rp160.000 sampe Rp180.000 per kilogram (kg), Badan Pangan Nasional (Bapanas) langsung gerak cepat alias sat-set buat nyari solusi.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, ngejelasin kalau pihaknya bakal memperkuat koordinasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Langkah ini diambil biar distribusi daging sapi bisa makin ngebut, sehingga harga di tingkat konsumen bisa kembali stabil dan affordable.
Bapanas bakal ngegandeng Perumda Pasar Jaya serta dua BUMN yang dapet tugas impor daging sapi dan kerbau beku, yaitu Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).
Koordinasi sama BUMN
"Tentu kami juga akan terus berkoordinasi dengan teman-teman Perumda Pasar Jaya termasuk juga dengan BUMN, Berdikari dan PPI, untuk juga segera mendistribusikan dan menstabilkan harga dari daging sapi. Ini salah satu solusi, sehingga mudah-mudahan harganya bisa distabilkan," kata Ketut dalam keterangan resminya, dikutip oleh astakom.com pada Jumat (24/07/2026).
Strategi jangka pendek ini diharapkan bisa ngejaga pasokan sekaligus meredam lonjakan harga di pasar. Ketut juga negasin kalau pemerintah nggak bakal kasih toleransi buat pelaku usaha yang sengaja bikin harga jadi naik.
Hati-hati Mentan siap cabut izin importir yang 'Red Flag'
Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, udah wanti-wanti para importir daging sapi buat ngeluarin stok mereka selama momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), mulai dari Ramadan sampai Idulfitri. Amran memastikan bakal ada tindakan tegas kalau sampai ada kejanggalan harga yang gak masuk akal.
"Kami sudah minta, semuanya harus mengeluarkan dagingnya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada produsen menaikkan, khususnya feedloter, menaikkan (harga) yang sapi bakalan aku cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi. Itu kenaikan harga ada di distributor besar, middleman-nya," kata Amran.
Satgas pangan diterjunkan buat sikat 'middleman' yang toxic
Pemerintah gak mau tinggal diam dan bakal mengusut tuntas penyebab anomali harga ini. Pemerintah nggak mau ada praktik pedagang perantara (middleman) yang sengaja mainin harga demi keuntungan pribadi tapi bikin masyarakat boncos. Di situasi kayak gini, Satgas Pangan di seluruh Indonesia pun langsung dikerahkan buat memantau situasi di lapangan.
"Kami minta Satgas Pangan seluruh Indonesia, bila perlu langsung segel saja. Tak boleh beri ampun. Sekarang kita sepakat bahwasannya bukan lagi karena produksi, tetapi ulah segelintir orang tapi menyusahkan jutaan rakyat Indonesia. Kami minta tidak boleh naik. Dirkrimsus tadi aku minta yang distributor besarnya, dikejar," kata Amran. (Shnty/aNs)









